PACITAN - Kemarau panjang dan cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur memicu kebakaran hutan Pacitan tepatnya di Dusun Mungkus RT 09 RW 03, Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, pada Jumat (09/10/2026). Peristiwa ini sempat mencemaskan warga sekitar karena lokasinya yang berada di kawasan vegetasi produktif milik warga.
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa tersebut bermula akibat faktor angin dengan intensitas tinggi yang memicu api merambat dengan sangat cepat di area perbukitan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 1 hektare dengan jenis tanaman yang terdampak berupa pohon jati dan sengon. Meskipun demikian, jarak antara titik api dan pemukiman terdekat tercatat masih cukup aman, yakni sekitar 300 meter.
Mendapat laporan cepat dari warga setempat mengenai adanya kepulan asap tebal, Babinsa Koramil 0801-07/Ngadirojo Sertu Khedir bersama instansi terkait dan masyarakat segera bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di titik lokasi, tim gabungan langsung berjibaku memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya serta membuat sekat api manual.
Pembuatan sekat bakar darurat ini dinilai sangat krusial guna melokalisir pergerakan api agar tidak merambat semakin luas ke area hutan yang lebih lebat maupun mendekati permukiman penduduk. Berkat kesigapan aparat teritorial bersama elemen masyarakat, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menimbulkan dampak kerusakan yang lebih parah bagi lingkungan sekitar.
Dalam keterangannya usai pemadaman, Babinsa Koramil 0801-07/Ngadirojo Sertu Khedir menyampaikan langkah-langkah penanganan taktis yang telah diambil di lapangan guna mengantisipasi kebakaran susulan di wilayah binaan teritorialnya.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Babinsa Koramil 0801-07/Ngadirojo Sertu Khedir melaporkan kejadian tersebut ke Komando Atas dan menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran sembarangan di sekitar hutan, mengingat kondisi angin kencang sangat mudah memicu terjadinya kebakaran."
Lebih lanjut, pihak Koramil menegaskan bahwa tidak ada kerugian personel maupun kerugian materiil yang berarti dalam insiden kebakaran hutan di Desa Nogosari ini. Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan titik api, koordinasi lintas instansi, hingga proses pendinginan berlangsung dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Faktor kelalaian kecil sekecil apapun dapat berdampak besar terhadap kelestarian ekosistem alam di daerah.
Ke depan, jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat diharapkan mampu memperkuat sinergi melalui patroli wilayah berkala serta sosialisasi pencegahan karhutla secara masif. Semoga langkah preventif yang konsisten dapat menjaga kelestarian alam Pacitan serta menciptakan rasa aman, damai, dan bebas bencana bagi seluruh warga.