TUBAN – Peristiwa kebakaran hutan di Tuban kembali terjadi dan memicu respons cepat dari aparat keamanan serta instansi terkait setempat. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini melanda area Petak 79 F Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakah, Desa Sumberagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, pada Minggu (13/9/2026) sore. Berkat kesigapan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Perhutani, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kobaran api berhasil dijinakkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Insiden tersebut sempat mengancam kelestarian ekosistem hutan jati di wilayah teritorial Tuban. Berdasarkan pendataan di lapangan, api melahap area seluas kurang lebih 0,50 hektare yang berisi tegakan pohon jati tahun tanam 1991. Meskipun kerugian materiil berupa kerusakan vegetasi tidak dapat dihindari, langkah taktis dari aparat komando kewilayahan memastikan api tidak meluas ke area yang lebih masif.
Penanganan kebakaran hutan di Tuban ini bermula dari temuan tim patroli rutin perhutani pada pukul 15.30 WIB. Saat menyisir kawasan, petugas mendapati titik api yang mulai membesar di lokasi tanaman jati. Tanpa menunggu lama, petugas langsung bergerak menuju titik api untuk melakukan upaya tanggap darurat.
Sebagai langkah awal, petugas di lapangan melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Mereka memanfaatkan alat semprot air portabel (jet shooter), gepyok atau pemukul ranting, serta sabit untuk melokalisir pergerakan api. Upaya isolasi ini sangat krusial guna mencegah api merambat lebih jauh, mengingat material daun kering di lantai hutan sangat mudah terbakar.
Menyadari besarnya potensi perluasan api menjelang petang, perkuatan bantuan yang lebih masif pun segera dikerahkan. Pada pukul 18.25 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Batalyon Infanteri (Yonif) TP 932/SB tiba di lokasi kejadian. Kedatangan armada pemadam dari unsur prajurit TNI ini memberikan dorongan tenaga yang signifikan dalam proses penjinakan si jago merah.
Setibanya di lokasi, prajurit Yonif TP 932/SB langsung mengambil alih titik-titik krisis dan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke pusat api. Sinergi antara prajurit TNI, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, serta petugas Perhutani di lapangan berjalan dengan sangat solid dan terkoordinasi. Kolaborasi ini terbukti ampuh dalam memutus rantai api yang menggerogoti kawasan Petak 79 F RPH Pakah tersebut.
Perjuangan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil manis pada malam harinya. Sekitar pukul 19.45 WIB, kobaran api secara keseluruhan berhasil dipadamkan. Tim tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan melanjutkan tahap pembasahan (cooling down) hingga pukul 19.55 WIB untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah lapisan tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Kegiatan pun dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan tertib.
Terkait penyebab kejadian, otoritas terkait menduga bahwa insiden ini bersumber dari kelalaian pihak yang tidak bertanggung jawab. Dugaan sementara mengarah pada adanya aktivitas pembakaran tumpukan sampah oleh orang tak dikenal di sekitar kawasan, yang apinya kemudian ditinggalkan begitu saja hingga menjalar bebas ke area hutan lindung.
Dalam keterangannya, Babinsa setempat yang turut berjibaku di lokasi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan Karhutla. "Kami selaku aparat kewilayahan langsung mendatangi TKP kebakaran sesaat setelah menerima laporan. Kami segera berkoordinasi dengan BPBD setempat agar segera dilakukan bantuan pemadam kebakaran, serta terus membantu petugas Perhutani. Monitoring situasi Karhutla ini terus kami lakukan, dan apabila ada perkembangan selalu kami sampaikan pada kesempatan pertama," tegasnya mewakili tim gabungan.
Keberhasilan penanganan kebakaran hutan di Tuban ini menegaskan komitmen nyata prajurit TNI bersama instansi terkait dalam melindungi lingkungan dan menjaga keamanan wilayah dari ancaman bencana. Melalui kejadian ini, diharapkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat semakin meningkat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan, terutama pada musim rawan Karhutla. Semoga kelestarian alam hutan Tuban senantiasa terjaga, dan sinergitas seluruh elemen bangsa semakin kokoh dalam memitigasi setiap potensi bencana di masa mendatang demi mewujudkan lingkungan yang aman dan lestari.