MOJOKERTO – Personel Koramil 0815-08/Dawarblandong bersama warga bergerak cepat menanggulangi peristiwa kebakaran hutan di Dawarblandong yang terdeteksi di area tegakan pohon jati Dusun Temuireng, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat (02/10/2026). Sinergi tanggap darurat ini dilakukan guna menghentikan rembetan api agar tidak mengancam kawasan hutan lindung maupun pemukiman sekitar.
Begitu menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya kepulan asap, personel Babinsa Koramil Dawarblandong langsung meluncur ke titik lokasi pada pukul 09.00 WIB. Sesampainya di tempat kejadian perkara, kobaran api terpantau tengah membakar tumpukan semak belukar serta guguran daun jati kering yang berserakan di lantai hutan.
Menghadapi situasi tersebut, aksi tanggap pertama langsung difokuskan pada isolasi pergerakan kobaran api. Personel TNI bersama puluhan warga setempat bahu-membahu menyekat jalur pembakaran dengan memanfaatkan alat pemadam sederhana, seperti ranting basah, cangkul, dan semprotan manual, guna memperkecil risiko jilatan api merembet lebih jauh ke vegetasi lain.
Upaya pemadaman berlangsung penuh kehati-hatian lantaran embusan angin serta cuaca terik yang cukup panas berpotensi mengobarkan api kembali. Kerja keras gotong royong ini berhasil mengendalikan kobaran utama sebelum merambat ke petak hutan yang lebih padat.
Setelah kobaran pokok padam, kegiatan berlanjut pada tahap pendinginan dan penyisiran menyeluruh (mopping-up). Petugas menyusuri setiap jengkal area yang hangus untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang tertiup angin di bawah tumpukan abu maupun pangkal pohon jati.
Danramil 0815-08/Dawarblandong Kapten Inf Jumaryanto menjelaskan, respons cepat seluruh jajaran merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dan kelestarian sumber daya alam di daerah teritorialnya.
“Begitu mendapat informasi, anggota langsung menuju lokasi bersama warga. Api kemudian ditangani secara bersama-sama hingga berhasil dipadamkan. Setelah itu dilakukan pengecekan kembali untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” jelas Kapten Inf Jumaryanto saat dikonfirmasi di lokasi.
Berdasarkan hasil asesmen dan pendataan awal di lapangan, luas kawasan hutan rakyat yang terdampak kobaran api diperkirakan mencapai 1,3 hektare. Hingga saat ini, penyebab pasti timbulnya titik api masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang setempat.
Faktor musim kemarau dengan kondisi cuaca panas terik menyebabkan guguran serasah daun jati dan semak kering berubah menjadi material yang sangat mudah terbakar. Situasi rentan tersebut menuntut kewaspadaan bersama, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar pinggiran kawasan hutan.
Menjelang siang hari, seluruh titik asap berhasil dipadamkan sepenuhnya dan kondisi bentang hutan dinyatakan steril serta aman terkendali. Koramil 0815-08/Dawarblandong menegaskan komitmennya untuk terus melakukan patroli pemantauan wilayah secara berkesinambungan.
Melalui penanganan insiden kebakaran hutan di Dawarblandong ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan semakin meningkat, termasuk menghentikan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar. Sinergi yang kuat antara aparat komando kewilayahan dan warga diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan tetap lestari serta terbebas dari bahaya karhutla demi keselamatan generasi masa depan.