BLITAR - Kebakaran hutan Blitar melanda kawasan Perhutani di Dusun Dawung, RT 48/12, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa malam (22/9/2026). Kobaran api yang muncul di kawasan perbukitan tersebut berhasil dikendalikan setelah Babinsa bersama anggota Koramil dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman secara manual.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 18.00 WIB oleh Kepala Dusun Dawung, Hajar Andika. Dari kejauhan, ia melihat kobaran api di kawasan hutan yang berada pada area ketinggian. Informasi tersebut kemudian segera diteruskan kepada aparat kewilayahan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa Desa Pagerwojo Koramil 0808/14 Kesamben, Sertu Jumadi, bersama anggota piket Koramil langsung bergerak menuju lokasi. Upaya penanganan juga melibatkan aparat kepolisian dan sekitar delapan warga Dusun Dawung yang turut membantu proses pemadaman.
Setibanya di lokasi, tim gabungan menghadapi kondisi medan perbukitan dan keterbatasan sarana pemadaman. Dengan menggunakan peralatan sederhana berupa ranting dan dahan pohon, personel TNI bersama masyarakat berupaya melokalisir titik api agar tidak menjalar ke kawasan hutan lainnya maupun mendekati permukiman warga.
Kerja sama tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 19.00 WIB, kobaran api mulai berhasil dikendalikan. Tim kemudian melanjutkan penyisiran dan pemadaman pada sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan bara hingga pada pukul 20.00 WIB api dinyatakan padam dan situasi di sekitar lokasi aman.
Berkat respons cepat Babinsa, anggota Koramil, aparat kepolisian, dan masyarakat, kebakaran hutan Blitar tersebut tidak sampai merambat ke permukiman warga maupun kawasan hutan yang lebih luas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kebakaran berdampak terhadap lingkungan. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, sekitar dua hektare lahan hutan jati milik Perhutani diperkirakan hangus terbakar. Kondisi medan yang berada di area perbukitan membuat penanganan dan pengecekan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.
Sertu Jumadi mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera memberikan informasi dan ikut terlibat dalam penanganan kebakaran. “Kami mengapresiasi kepedulian dan kecepatan bertindak warga Dusun Dawung yang segera memberikan informasi serta membantu proses pemadaman,” ujar Sertu Jumadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Hajar Andika dan Yeni yang turut memberikan informasi awal mengenai kemunculan kobaran api. Kecepatan pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat respons aparat kewilayahan sehingga api dapat segera dilokalisir sebelum meluas.
Saat ini, pengecekan lanjutan masih dilakukan pada area hutan jati yang terdampak untuk memastikan kondisi benar-benar aman. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi munculnya kembali titik api di sekitar lokasi kebakaran.
Penanganan kebakaran hutan Blitar menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan aparat kewilayahan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan serta kelestarian lingkungan. Diharapkan sinergi TNI, Polri, masyarakat, dan pihak terkait terus terjaga sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat, tepat, dan bersama-sama.