BERITA SATUAN

Karhutla Mojokerto Melanda Tahura Watu Jengger, TNI Bergerak

OK
Operator Kodam V/Brawijaya
5 menit baca 0 komentar

Bagikan artikel ini:

Karhutla Mojokerto Melanda Tahura Watu Jengger, TNI Bergerak

MOJOKERTO – Karhutla Mojokerto melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Bukit Watu Jengger, Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026) sore. Kebakaran menghanguskan sekitar 15 hektare lahan yang ditumbuhi alang-alang, semak belukar, dan rumput kering.

Peristiwa tersebut diketahui setelah petugas Tahura dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima laporan mengenai munculnya titik api di kawasan perbukitan. Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang diduga turut mempercepat penyebaran api di wilayah tersebut.

Menerima informasi kejadian, Babinsa Tawangrejo, Sertu Chozin, segera berkoordinasi dengan petugas Tahura, BPBD, perangkat desa, dan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran dapat segera dilaksanakan sekaligus mencegah api menjalar lebih luas ke kawasan hutan di sekitarnya.

Selanjutnya, personel TNI bersama unsur terkait bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman secara bersama-sama. Dengan memanfaatkan peralatan pemadaman tradisional, petugas menyisir area terdampak sambil berupaya memutus jalur penyebaran api. Kondisi medan perbukitan serta hembusan angin yang cukup kencang menjadi tantangan tersendiri selama proses pemadaman.

Setelah dilakukan penanganan selama berjam-jam, api berhasil dipadamkan untuk sementara pada Rabu (7/10/2026) dini hari. Meski demikian, personel di lapangan tetap melaksanakan pemantauan dan koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di kawasan Tahura.

Danramil 0815-15/Jatirejo, Kapten Inf Sudirman, S.H., menegaskan bahwa penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus mencegah api kembali meluas.

“Begitu mendapat laporan, Babinsa langsung berkoordinasi dengan petugas Tahura, BPBD, perangkat desa dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemadaman. Kondisi medan dan angin yang cukup kencang menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.

Selain penanganan di lapangan, aparat juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran rumput atau alang-alang sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Kepedulian bersama sangat penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi,” tegasnya.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian. Kerugian materiil berupa terbakarnya vegetasi alang-alang, semak belukar, dan rumput kering di kawasan Tahura dengan luas sekitar 15 hektare. Babinsa bersama petugas Tahura dan BPBD juga terus melakukan koordinasi serta pemantauan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dari potensi munculnya kembali titik api.

Sinergi TNI, petugas Tahura, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan sekaligus pencegahan karhutla Mojokerto. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan semakin kuat sehingga potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini, keselamatan masyarakat tetap terjaga, dan kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Mojokerto dapat terus dipertahankan.

OK

Penulis

Operator Kodam V/Brawijaya

Tim Redaksi CMS Infolahtad — meliput kegiatan, operasi, dan pembinaan teritorial satuan.

Komentar (0)

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.