Babinsa Koramil Karangpilang Kawal Distribusi 8.803 Kg Beras dari Petani Wiyung

Surabaya – Pagi yang cerah di sawah Blok II Kelurahan Wiyung berubah menjadi momen bersejarah bagi para petani. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas panen, truk-truk pengangkut beras bergerak sigap menyusuri jalan infeksi pengairan. Di antara mereka, dua sosok berseragam loreng terlihat aktif mengatur dan mendampingi. Mereka adalah Serma Tulus dan Koptu Farie Dwi Arianto, Babinsa Koramil 0830/19 Karangpilang yang menjadi garda depan dalam pengawalan distribusi beras dari petani ke Bulog, Jumat (18/4/2025).
Penyaluran ini merupakan bagian dari program Serapan Gabah Petani (Sergap), yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan beras nasional. Kali ini, Kelompok Tani Sri Lestari menyumbang 8.803 kilogram gabah kering giling jenis Premium 33, dikemas dalam 180 sak, hasil panen dari lahan seluas 9 hektare milik petani Hartono. Harga jualnya pun menyejukkan hati: Rp 6.500 per kilogram.
“Kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan penyerapan oleh Bulog, kami tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panen,” ujar Hartono dengan raut wajah lega.
Babinsa Wiyung tak sekadar hadir, tapi menjadi penghubung antara kepentingan petani dan kebijakan pemerintah. Mereka memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani terjamin.
“Tugas kami bukan hanya soal keamanan, tapi juga ikut memastikan ketahanan pangan berjalan baik. Ini bagian dari pengabdian TNI untuk rakyat,” jelas Serma Tulus
Langkah kecil ini membawa dampak besar. Selain memperkuat cadangan beras nasional, program ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara petani, TNI, dan pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan.
Dari hamparan sawah Wiyung, semangat kemandirian dan ketahanan pangan tumbuh subur—seiring butir demi butir padi yang dipanen dan disalurkan untuk Indonesia.



