Babinsa Koramil 0830/21 Bantu Distribusi Gabah Petani ke Bulog untuk Stabilitas Harga Pangan

Surabaya,- Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali terlihat di tengah persawahan milik Kelompok Tani (Pok Tani) Jeruk Manis, yang berlokasi di Jl. Wisma Bangkingan, Lidahkulon. Dua anggota Babinsa dari Koramil 0830/21 Lakarsantri, yakni Serda Kasturi (Babinsa Kelurahan Lidahkulon) dan Serma Suwarsu (Babinsa Kelurahan Bangkingan), melaksanakan pendampingan dalam penyaluran gabah hasil panen ke Tim SERGAB BULOG. Kamis (01/05/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari program teritorial Babinsa yang bertujuan memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus memastikan hasil panen petani tersalurkan dengan lancar dan sesuai ketentuan. Dalam pelaksanaan di lapangan, para Babinsa turut membantu proses distribusi gabah dari sawah milik Pak Tiyono, seorang petani anggota Pok Tani Jeruk Manis, ke pihak Bulog. Penyaluran gabah dilakukan dengan harga yang telah ditetapkan Bulog, yakni Rp 6.500 per kilogram.
Menurut Serda Kasturi, pendampingan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan selama distribusi, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada petani agar mereka tidak merasa dirugikan oleh tengkulak atau permainan harga pasar.
“Ini adalah bentuk nyata dukungan TNI terhadap kesejahteraan petani. Kami ingin memastikan bahwa hasil jerih payah mereka dihargai secara adil dan transparan,” ujar Serda Kasturi di sela kegiatan.
Penyerapan gabah oleh Bulog melalui Tim SERGAB (Serap Gabah Petani) memang dirancang untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus menjamin stok beras nasional. Bagi para petani seperti Pak Tiyono, program ini menjadi angin segar di tengah tantangan harga pasar yang kerap fluktuatif.
“Alhamdulillah, dengan adanya Babinsa yang mendampingi, kami lebih tenang. Harga juga jelas, tidak ada potongan macam-macam,” ungkap Pak Tiyono.
Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara petani, TNI, dan Bulog sangat penting untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian. Di saat Indonesia terus mendorong swasembada pangan, pendampingan seperti ini menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.



