Babinsa Kokop Dampingi Penyerahan Alsintan Dorong Produktivitas Pertanian Desa Durjan Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN – Sinergi TNI dan pemangku pertanian mendorong produktivitas desa melalui pendampingan Alsintan. Babinsa Koramil 0829-18/Kokop Serda Lutfi mengawal penyerahan peralatan tani kepada Kelompok Tani Daun Sirih di Desa Durjan, Selasa, sebagai upaya penguatan ketahanan pangan daerah berbasis pertanian berkelanjutan lokal.
Pendampingan mencakup penyerahan Hand Tractor, Cultivator, Alat Perajang, dan Hand Sprayer. Alsintan tersebut dimanfaatkan meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, mempercepat budidaya, menekan biaya produksi, serta mendukung modernisasi pertanian wilayah Kokop secara terpadu bagi petani desa setempat berorientasi hasil berkelanjutan aman produktif.
Kegiatan dihadiri konsultan pertanian kabupaten, koordinator penyuluh kecamatan, PPL Kokop, serta ketua kelompok tani. Kehadiran mereka memastikan pengawalan program pangan, akuntabilitas bantuan, dan sinkronisasi kebijakan teknis lapangan lintas sektor secara terukur berkelanjutan konsisten efektif tepat sasaran petani lokal produktif mandiri.
Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib, dan lancar. Babinsa berperan aktif mengawal distribusi, memastikan tepat guna, serta mendampingi kelompok tani memahami perawatan Alsintan sesuai prosedur operasional standar lapangan demi keberlanjutan produksi pangan desa dan kesiapan musim tanam berikutnya optimal berdaya.
Serda Lutfi menyampaikan, “Pendampingan Babinsa memastikan Alsintan dimanfaatkan optimal dan berkelanjutan.” Pernyataan tersebut menegaskan peran kewilayahan TNI dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan hasil, serta kesejahteraan petani Kokop melalui kolaborasi lintas sektor terencana terukur berkelanjutan konsisten aman profesional efektif adaptif modern.
Melalui sinergi berkelanjutan, program Alsintan di Bangkalan diharapkan meningkatkan produktivitas dan kemandirian petani. Harapannya, pendampingan Babinsa memperkuat ketahanan pangan daerah, stabilitas sosial, dan kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi lokal secara berkesinambungan terukur inklusif berdaya saing nasional jangka panjang aman berkelanjutan.



