Babinsa Kenjeran Dampingi Pendistribusian Hasil Panen Padi ke Bulog untuk Ketahanan Pangan

Surabaya,– Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, anggota Koramil 0830/12 Kenjeran, Babinsa Kedung Cowek Serda Soryaman, turut serta dalam pendampingan pendistribusian hasil panen padi dari Pok Tani Benteng Samudera kepada Sergab Bulog. Kegiatan ini dilaksanakan di area persawahan milik Pok Tani, Jalan Kedung Cowek, Kelurahan Bulak, pada Jum’at (21/03/2025).
Pendistribusian hasil panen padi ini dilakukan dengan harga Rp 6.500 per kilogram, mencerminkan komitmen untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak atas hasil jerih payah mereka. Serda Soryaman, selaku Babinsa setempat, menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
“Kami hadir untuk memastikan proses pendistribusian berjalan lancar dan transparan. Ini adalah bentuk nyata dukungan kami kepada para petani yang telah bekerja keras untuk menghasilkan padi berkualitas,” ujar Serda Soryaman.
Pok Tani Benteng Samudera, yang berlokasi di Kelurahan Bulak, merupakan salah satu kelompok tani yang aktif dalam meningkatkan produksi padi di wilayah Surabaya. Dengan adanya pendampingan dari TNI, diharapkan proses distribusi hasil panen dapat berjalan lebih efisien dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Sergab Bulog, yang menyatakan bahwa kerja sama dengan TNI dan kelompok tani sangat penting untuk memastikan pasokan beras tetap stabil dan harga terjangkau bagi masyarakat. “Kami berterima kasih atas dukungan dari Koramil dan Babinsa dalam proses ini. Ini adalah langkah positif untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Surabaya,” kata perwakilan Sergab Bulog.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi padi mereka, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.



