Babinsa Kedung Cowek Dukung Program Sergab untuk Stabilitas Harga Gabah Petani di Surabaya

Surabaya – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan menyukseskan program Serapan Gabah Petani (Sergab), Babinsa Kedung Cowek, Serda Suryaman dari Koramil 0830/12 Kenjeran, menunjukkan komitmennya lewat pendampingan langsung kepada kelompok tani di wilayah binaannya, Jumat (23/05)
Kegiatan tersebut terlihat saat Serda Suryaman melaksanakan giat teritorial di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Benteng Samudra yang berlokasi di Jalan Kedung Cowek, Surabaya. Dalam kegiatan ini, ia mendampingi proses pendistribusian hasil panen padi dari petani kepada Tim Sergab Badan Urusan Logistik (Bulog).
Menurut Serda Suryaman, pendampingan ini bertujuan untuk memastikan distribusi hasil panen berjalan lancar dan sesuai ketentuan. “Kami mendukung penuh program Sergab demi menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang kami emban,” ujar Serda Suryaman di sela-sela aktivitasnya.
Gabah hasil panen petani dibeli langsung oleh Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram, sesuai dengan ketetapan harga pembelian pemerintah (HPP). Harga tersebut dinilai menguntungkan petani sekaligus menjamin keberlanjutan program cadangan beras pemerintah.
“Kami tidak hanya hadir saat panen, tetapi juga terlibat sejak awal musim tanam, memastikan kebutuhan petani seperti benih, pupuk, dan alat mesin pertanian dapat terpenuhi,” tambah Serda Suryaman.
Program Sergab sendiri merupakan inisiatif pemerintah melalui Bulog yang bertujuan menyerap gabah petani secara maksimal, terutama di saat panen raya. Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk TNI, diharapkan gabah petani dapat terserap dengan baik dan memberikan keuntungan yang layak bagi para petani.
Kehadiran Babinsa dalam setiap tahap proses ini memberikan rasa aman dan percaya diri bagi petani dalam menjual hasil panennya. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, sinergi antara aparat teritorial, petani, dan instansi pemerintah semakin kuat. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus digalakkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menciptakan ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan.



