Satgas Yonif 511/DY Hadiri Tradisi Bakar Batu Wujudkan Kehangatan Natal di Papua

LANNY JAYA – Dalam rangka mempererat persaudaraan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat Papua Pegunungan, personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY Pos Popome menghadiri acara tradisi Bakar Batu yang digelar di halaman Gereja Kampung Popome, Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya, Senin (29/12/2025).
Bakar Batu merupakan tradisi khas masyarakat pegunungan Papua yang menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan solidaritas sosial. Dalam ritual ini, masyarakat memasak daging serta umbi-umbian menggunakan batu panas sebagai bentuk perayaan atas peristiwa penting, termasuk perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kehadiran personel Satgas Yonif 511/DY dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Suasana kebersamaan tampak saat prajurit Pos Popome turut membantu masyarakat menyiapkan bahan dan mengikuti proses Bakar Batu secara langsung di halaman gereja setempat.
Wadanpos Popome, Letda Inf Rosi, menyampaikan bahwa keikutsertaan Satgas dalam kegiatan budaya ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan. “Kami dari Satgas Yonif 511/DY menghadiri Acara Bakar Batu sebagai wujud penghormatan terhadap adat masyarakat serta mempererat persaudaraan dengan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Jacky Tabuni (25), tokoh pemuda Gereja Kampung Popome, menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas Yonif 511/DY atas partisipasinya. “Kami masyarakat berterima kasih kepada Pos Popome yang telah datang dan ikut serta dalam acara Bakar Batu perayaan Natal tahun ini,” ucapnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, penuh rasa kekeluargaan, dan diwarnai senyum kebersamaan antara masyarakat dan prajurit. Tradisi Bakar Batu menjadi momentum memperkuat ikatan sosial antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 511/DY berharap semangat kebersamaan dan persaudaraan terus terjaga, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai pondasi utama menjaga persatuan bangsa di tanah Papua.



