Babinsa Perkuat Pengawalan Irigasi Dorong Stabilitas Pertanian Nasional Berkelanjutan

BANYUWANGI — Upaya menjaga stabilitas pertanian nasional kembali dipertegas melalui langkah aktif Babinsa dalam mendukung perbaikan dan pemeliharaan saluran irigasi. Program ini menjadi bagian penting ketahanan pangan dengan menempatkan ketersediaan air sebagai faktor utama keberhasilan musim tanam di wilayah binaan.

Peran irigasi yang bersih dan berfungsi baik memastikan distribusi air tetap lancar menuju lahan petani. Ketersediaan air tepat waktu mencegah risiko gagal panen, mendukung peningkatan intensitas tanam, dan menjaga produktivitas pertanian. Infrastruktur air yang optimal menjadi tulang punggung keberhasilan panen di tingkat desa.

“Saluran irigasi adalah urat nadi pertanian kita. Jika alirannya tersumbat, maka hasil panen juga akan terancam. Oleh karena itu, kolaborasi antara petani, instansi terkait, dan Babinsa sangat penting untuk memastikan fungsi irigasi tetap prima,” ujar Hanafi, petugas PPL yang bertugas di lapangan.

Para Babinsa di berbagai wilayah terus bergerak bersama kelompok tani melakukan pembersihan sedimen, perbaikan tanggul rusak, serta mencegah penyalahgunaan jalur air. Pengawalan ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga fasilitas irigasi.

Sertu Jujik Riyanto dari Koramil 06 Gambiran Kodim 0825 Banyuwangi menyampaikan bahwa pengawasan aliran air dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan pasokan dari sumber dapat mengalir efektif ke sawah petani. Langkah cepat diambil ketika ditemukan kendala mendadak, seperti penyumbatan atau kerusakan yang menghambat kebutuhan air.

Melalui sinergi TNI, petani, dan instansi terkait, diharapkan indeks pertanaman dapat meningkat dan produksi pangan tetap stabil. Penguatan irigasi menjadi investasi penting bagi desa dalam mendukung swasembada pangan serta memperkuat ketahanan nasional. TNI menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah menjadikan Babinsa sebagai pendorong utama ketahanan pangan di lapangan.