TNI Hadir Dampingi Keluarga Korban Runtuhnya Musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo di Pemakaman Santri Asal Bangkalan

Bangkalan – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Achmad Suwaifi (15), korban ketujuh meninggal dunia akibat runtuhnya Musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo. Pemakaman berlangsung di Desa Panjalinan, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Rabu malam (8/10/25) pukul 21.30 WIB.

Dalam prosesi tersebut, Babinsa Koramil 0829-09/Blega, Serma Supriadi dan Serda Didik Suprayitno, turut hadir bersama Bhabinkamtibmas Polsek Blega dan Kepala Desa Panjalinan. Kehadiran aparat TNI dan Polri ini menjadi bentuk empati serta dukungan moral bagi keluarga korban.

Almarhum Achmad Suwaifi, warga Dusun Kelbah, Desa Panjalinan, dikenal sebagai santri yang rajin, sopan, dan berbakti kepada orang tua. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan santri, serta masyarakat yang mengenalnya.

Prosesi pemakaman berjalan khidmat, diiringi doa dari warga dan tokoh agama setempat. Tangis haru pecah ketika jenazah dimasukkan ke liang lahat, mencerminkan kehilangan besar atas kepergian almarhum yang masih berusia muda.

Kepala Desa Panjalinan, Mukhlisin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut mendampingi keluarga korban. “Kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian aparat yang hadir di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Babinsa Serma Supriadi menyampaikan bahwa kehadiran TNI merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ujarnya penuh empati.