Sekolah Lapang Tematik: Mendorong Perubahan Pola Pikir Petani Menuju Pertanian Berkelanjutan

Nganjuk – BPP Kecamatan Rejoso dan Koramil 0810/15 Rejoso terus bersinergi untuk menunjukkan langkah progresif dalam mendorong transformasi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Sertu Adiman dengan melaksanakan pendampingan Praktek Sekolah Lapang Tematik menuju Pertanian Organik
Pada pertemuan kali ini para peserta melaksanakan kegiatan Pengamatan Agro Ekosistem dilahan, Analisa Agro Ekosistem, Diskusi, dan Praktek Pembuatan Pesnab (Praktek penggunaan bahan-bahan alami seperti daun-daunan, umbi-umbian, atau biji-bijian yang memiliki sifat insektisida atau fungisida).
Di sela-sela kegiatan Sertu Adiman manyampaikan “Pentingnya perubahan pola pikir petani, dari metode bertani konvensional ke arah yang lebih modern, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan.
Maka, Sekolah Lapang ini menjadi ruang belajar dan perubahan, dari kebiasaan lama menuju cara bertani yang baru: lebih efisien, lebih hijau, dan lebih produktif,” tegasnya.
Salah satu inovasi yang tengah digaungkan adalah penerapan sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) dan teknologi padi “Salibu” di berbagai demplot, salah satunya di Desa Talun. Tambah Sertu Adiman.
Sementara itu Kepala BPP Kecamatan Rejoso Sdr. Sutarno S.P mengatakan “Kami sedang uji coba metode tanam yang bisa menghasilkan panen berkali-kali dari satu kali tanam. Ini bukan mimpi, ini adalah bagian dari cara baru bertani yang sedang kita bangun bersama,” ujarnya optimis.
SL Tematik tahun ini juga difokuskan pada penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Ia mengibaratkan tanah sebagai tubuh yang bisa ‘keracunan’ jika terus-menerus diberikan pupuk kimia. Maka, perubahan ke pupuk organik adalah keniscayaan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Ungkap Sdr. Sutarno S.P.
Di tempat terpisah Danramil 0810/15 Rejoso Kapten Arm Winarto mengatakan “Kursus Tani SL Tematik ini diharapkan menjadi ruang transformasi nyata, bukan hanya transfer ilmu dan teknologi, tetapi juga pembentukan kesadaran baru di kalangan petani, bahwa bertani tidak harus mahal, dan tidak harus merusak lingkungan.
Dengan pendekatan edukatif yang langsung menyentuh petani, Koramil 0810/15 Rejoso dan BPP Kecamatan Rejoso akan terus melangkah untuk membangun ekosistem pertanian yang mandiri, sehat, dan tahan banting menghadapi berbagai tantangan zaman. Ucap Danramil.



