Pendidikan Penanggulangan Bencana: Koramil Kalibaru Ajak Siswa SMKN Kalibaru Sadar Potensi Bencana

Banyuwangi – Dalam rangka menciptakan generasi muda yang sadar dan tangguh terhadap potensi bencana, Komando Rayon Militer (Koramil) 0825/05 Kalibaru memberikan materi penanggulangan bencana kepada siswa-siswi baru SMKN Kalibaru. Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah pada hari Selasa, 15 Juli 2025, sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 12.15 WIB ini dihadiri oleh Bati Tuud Koramil 0825/05 Kalibaru, Peltu Mukhsin, bersama Babinsa Sertu Moch. Jainuri, yang bertindak sebagai pemateri utama. Dari pihak sekolah, hadir Guru Kesiswaan, Ibu Fitri, serta seluruh siswa-siswi baru yang menjadi peserta MPLS.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Dalam sambutannya, Guru Kesiswaan SMKN Kalibaru, Ibu Fitri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Koramil Kalibaru yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berbagi ilmu yang sangat penting bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak-bapak dari TNI. Pengetahuan tentang penanggulangan bencana ini adalah bekal krusial yang tidak hanya bermanfaat di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat,” ujar Ibu Fitri.
Memasuki sesi inti, Peltu Mukhsin memaparkan materi mengenai berbagai jenis potensi bencana dan langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan, mulai dari tahap prabencana, saat terjadi bencana, hingga pascabencana. Para siswa tampak antusias menyimak materi, terbukti dari aktifnya mereka dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyampaian materi.
Peltu Mukhsin menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. “Membekali generasi muda dengan pengetahuan penanggulangan bencana adalah investasi jangka panjang untuk membangun komunitas yang produktif, adaptif dan inovatif. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan bisa menjadi agen penyelamat, minimal untuk diri sendiri dan keluarga,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga ditutup dengan do’a bersama, berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan dan kesiapan dalam menghadapi segala kemungkinan bencana di masa depan.



