“BELIEVE – Mimpi, Takdir, Keberanian” Rilis Trailer Kedua: Mengungkap Kisah Emosional di Balik Aksi Megah.

Film BELIEVE – Mimpi, Takdir, Keberanian kembali merilis trailer resmi kedua menjelang penayangannya di bioskop pada bulan Juli mendatang. Berbeda dengan trailer perdana yang lebih banyak menampilkan adegan aksi dan ketegangan perang, trailer kedua ini justru menyuguhkan sisi lain yang lebih personal dan emosional. Penonton diajak untuk menyelami perjalanan batin Agus (Ajil Ditto) dan keluarganya, mengungkap konflik internal dan pengorbanan yang mengharukan. Kisah Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), Evi (Adinda Thomas), dan Agus akan mengaduk-aduk emosi penonton dengan drama keluarga yang menyentuh.

Trailer kedua ini berfokus pada perjalanan Agus dalam memahami pilihan hidup ayahnya, Sersan Kepala Dedi, yang mengabdikan diri sebagai prajurit dan bertugas di medan perang. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak Agus akhirnya membawanya pada keputusan untuk mengikuti jejak sang ayah. Bukan semata-mata untuk membuktikan diri, melainkan untuk menemukan jawaban atas keraguannya dan memahami arti pengorbanan. Film ini juga memperlihatkan sosok Evi, istri yang tegar dan setia mendampingi Agus, serta konflik batin yang dialaminya. BELIEVE mengangkat tema universal tentang keluarga, pengorbanan, dan pencarian jati diri, yang dikemas dalam balutan kisah yang inspiratif.

Selain menyajikan aksi laga yang megah, BELIEVE juga mengajak penonton untuk merenung tentang arti keluarga, pengorbanan, dan mimpi yang lahir dari luka. Film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati dan memberikan inspirasi bagi penonton dari berbagai kalangan. BELIEVE – Mimpi, Takdir, Keberanian dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Juli 2025. Semoga film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberikan dampak positif bagi penontonnya, serta memperkuat nilai-nilai kekeluargaan dan patriotisme.

Sinopsis:

Agus (Ajil Ditto), dibesarkan di bawah tempaan keras ayahnya, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit yang menderita luka fisik dan batin akibat operasi militer di Timor Timur. Didikan keras sang ayah membentuk karakter Agus, namun juga meninggalkan luka emosional. Sepeninggal Dedi, Agus mulai memahami betapa besar pengorbanan dan dedikasi ayahnya untuk negara, sebuah pemahaman yang memicu tekadnya untuk mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang tentara.

Menjadi seorang prajurit seperti ayahnya bukanlah jalan yang mudah. Di tengah beratnya tugas dan berbagai konflik yang dihadapi, Agus juga harus berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan Evi (Adinda Thomas). Ia menyadari bahwa kegagalan keluarganya di masa lalu adalah sesuatu yang harus ia hindari. Agus berusaha keras untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang, berbeda dengan pengalaman masa kecilnya yang diwarnai kekerasan.

Perjalanan Agus sebagai seorang tentara dan seorang suami membuatnya semakin dewasa. Ia perlahan menyadari bahwa jejak sang ayah bukanlah sesuatu yang harus ditiru mentah-mentah, melainkan sebuah pelajaran berharga. Pengalaman pahit dan getir yang dialami ayahnya, serta perjuangannya sendiri, membentuk pemahaman baru bagi Agus. Ia akhirnya mengerti bahwa menjadi seorang prajurit dan kepala keluarga bukanlah tentang mengikuti jejak, tetapi tentang menempa jalannya sendiri berdasarkan nilai-nilai yang ia yakini.

Produsen
Celerina Judisari

Sutradara
Rahabi Mandra, Arwin Tri Wardhana

Penulis
Rahabi Mandra, Jocelyn Cordelia

Production
Bahagia Tanpa Drama