Pendampingan Babinsa dalam Ketahanan Pangan: Komsos Bersama Kelompok Tani di Manukan Wetan

Surabaya – Kamis, 19 Juni 2025, Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta mempererat hubungan kemitraan antara TNI dan masyarakat, Babinsa Kelurahan Manukan Wetan Koramil 0830/05 Tandes, Serda Sihen Jangkung, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama anggota kelompok tani (poktan) Banjarsugihan Jati, Ibu Hadi, di lahan pertanian yang terletak di Jl. Raya Bibis No. 4, Surabaya.
Kegiatan Komsos ini dilaksanakan secara langsung di lahan sawah milik warga yang saat ini memasuki masa kritis menjelang panen. Tanaman padi yang ditanam sekitar dua bulan lalu kini sudah mulai keluar bulir biji dan menjadi sasaran empuk kawanan burung pipit. Serangan burung pipit ini menjadi momok bagi petani karena dapat menurunkan produktivitas hasil panen secara signifikan jika tidak segera diantisipasi.
Menurut keterangan Ibu Hadi, selaku anggota aktif poktan Banjarsugihan Jati, para petani kini harus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan burung pipit yang kerap datang berkelompok pada pagi dan sore hari. Ia bahkan mengatakan, beberapa petani harus bergantian berjaga di sawah untuk mengusir burung dengan alat tradisional seperti tali rafia berpita dan kaleng bekas untuk menimbulkan suara bising.
“Kalau tidak dijaga, bisa habis satu petak sawah. Burung-burung ini datang dalam jumlah banyak dan menyerang tanaman padi yang mulai matang,” jelas Ibu Hadi saat berbincang dengan Babinsa.
Serda Sihen Jangkung menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah-tengah petani merupakan bentuk komitmen TNI AD melalui peran Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia mengatakan bahwa pendampingan terhadap petani tidak hanya dilakukan saat masa tanam, tetapi juga dalam setiap tahapan penting termasuk saat menjelang panen.
“Kami dari TNI, khususnya Koramil Tandes, berkomitmen mendampingi para petani di wilayah binaan agar bisa mencapai panen maksimal. Salah satu ancaman nyata yang dihadapi petani kita saat ini adalah gangguan dari hama burung pipit. Maka dari itu, kami ikut serta membantu memberikan solusi dan motivasi,” ujar Serda Sihen.
Dengan adanya dukungan seperti ini, kelompok tani Banjarsugihan Jati berharap hasil panen tahun ini dapat meningkat dan memberikan keuntungan yang layak bagi para petani. Panen padi sendiri direncanakan akan dilakukan pada awal Juli 2025, dengan estimasi hasil mencapai 5 sampai 6 ton gabah per hektar, tergantung kondisi cuaca dan keberhasilan upaya pengendalian hama.



