Penggunaan Teknologi Modern Tingkatkan Efisiensi Panen Padi di Surabaya

Surabaya,– Komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui kegiatan pendampingan panen padi yang dilaksanakan oleh Koramil 0830/12 Kenjeran. Pada hari Jumat, 7 Maret 2025, bertempat di Jalan Memet, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, Koramil Kenjeran turun langsung membantu petani memanen padi seluas 4 hektar. Kegiatan ini dihadiri oleh Mayor Cba Eko Wahyudi, SE (Danramil 0830/12 Kenjeran), beserta anggota Koramil setempat, bersama Bapak Udin selaku pemilik lahan dan anggota Kelompok Tani Sumber Rezeki.

Mayor Eko Wahyudi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani. “Kami dari Koramil Kenjeran siap mendukung para petani dalam setiap tahapan pertanian, mulai dari penanaman hingga panen. Selain itu, kami juga menghimbau para petani untuk menjual gabah hasil panen mereka ke Bulog agar mendapatkan harga yang stabil dan layak,” ujarnya.

Proses panen kali ini menggunakan alat modern Combi, yang mampu meningkatkan efisiensi dan kecepatan panen. Penggunaan teknologi ini tidak hanya memastikan hasil panen berkualitas tinggi, tetapi juga mengurangi kerugian yang sering terjadi pada proses panen manual. Dengan adanya dukungan teknologi, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Kenjeran dan sekitarnya dapat terus meningkat.

Bapak Udin, selaku pemilik lahan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan Koramil. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Koramil. Tidak hanya dalam hal panen, tetapi juga dalam memberikan motivasi dan semangat kepada kami para petani. Ini membuktikan bahwa TNI benar-benar hadir untuk rakyat,” tuturnya.

Hasil panen padi ini rencananya akan disalurkan melalui Bulog dengan harga Rp 6.500,00 per kilogram. Harga ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Mayor Eko Wahyudi juga menekankan pentingnya menjual gabah ke Bulog untuk menghindari praktik tengkulak yang sering merugikan petani. “Dengan menjual gabah ke Bulog, petani akan mendapatkan harga yang lebih baik dan terjamin,” tambahnya.

Ke depan, Koramil 0830/12 Kenjeran berencana untuk terus mendampingi petani dalam berbagai kegiatan pertanian, termasuk pelatihan penggunaan teknologi modern, peningkatan kualitas bibit, dan pendampingan pemasaran hasil pertanian. Hal ini diharapkan dapat mendorong terciptanya swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Surabaya.