Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin Minta Prajurit Yonarmed 8/UY Hindari Judol

Jember,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, memberikan pengarahan kepada prajurit Yonarmed 8/UY di Markas Yonarmed 8/UY, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kamis (09/01/2025).

Dalam pengarahan tersebut, Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, dan menjaga nama baik TNI.

Salah satu pesan yang paling ditekankan adalah agar seluruh prajurit menghindari perilaku judi online atau judol yang dapat merusak citra TNI di masyarakat.

“Sebagai prajurit TNI, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan dan citra institusi. Oleh karena itu, saya mengingatkan agar kita semua menghindari judol,” tegas Pangdam.

Menurut Pangdam, judol mampu menimbulkan berbagai dampak negatif bagi prajurit, terutama mampu merusak merusak citra pribadi, dan juga berpotensi merusak reputasi TNI secara keseluruhan.

Mayjen TNI Rudy Saladin mengingatkan bahwa para prajurit Yonarmed 8/UY harus memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas pokok mereka, serta selalu menjaga profesionalisme dalam segala hal.

Selain itu, Pangdam juga menegaskan seluruh prajurit Yonarmed untuk bijak menggunakan media social, hingga menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra TNI.

“Tugas kita sebagai prajurit TNI tidak hanya melibatkan keberanian dalam pertempuran, tetapi juga melibatkan disiplin, integritas, dan karakter yang baik di luar medan perang. Kita harus menjadi contoh yang baik, baik di dalam maupun di luar kesatuan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Brawijaya juga mengingatkan prajurit Yonarmed 8/UY untuk selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat, dan mampu membangun citra positif TNI di mata publik.

“Dengan sikap yang baik dan profesional, prajurit TNI akan terus dipercaya sebagai penjaga kedaulatan negara,” jelas Mayjen TNI Rudy.

Tak kalah pentingnya ialah memantau segala bentuk potensi terjadinya bencana alam, hingga optimalisasi ketahanan pangan.

Saat ini, kata Pangdam, Kodam Brawijaya telah bersinergi dengan semua pihak dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam, dan memfokuskan diri untuk meningkatkan capaian ketahanan pangan di Jawa Timur.

Menurutnya, Kabupaten Jember harus bisa menjadi pusat pangan di Jawa Timur melalui optimalisasi program ketahanan pangan. “Ketahanan pangan di Jember harus bisa ditingkatkan melalui berbagai cara, salah satunya sinergi dengan semua unsur,” pinta Pangdam.