Koptu Parnianto: Saat Wayang Jadi Jembatan Babinsa Menyapa Masyarakat

Nganjuk,- Koptu Parnianto, seorang Babinsa di Kodim 0810/Nganjuk, memiliki cara unik dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Ia memanfaatkan seni wayang, warisan budaya adiluhung, sebagai jembatan komunikasi yang efektif dan humanis.

Ketertarikannya pada wayang berawal dari kebiasaan masa kecilnya menonton pertunjukan wayang. Ia pun belajar membuat wayang dari kardus dan mendalaminya hingga kini. Bagi Koptu Parnianto, wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat akan filosofi kehidupan.

“Wayang mengajarkan tentang toleransi, dialog dalam perbedaan, dan nilai-nilai keutamaan hidup. Semua itu relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Koptu Parnianto.

Salah satu contoh penerapannya adalah ketika ia menyampaikan pesan tentang bahaya membakar lahan di musim kemarau. Ia menyelipkan kisah Batara Brahma, dewa api dalam mitologi Jawa, dalam setiap dialognya dengan masyarakat.

Tak hanya itu, Koptu Parnianto juga memanfaatkan tokoh-tokoh pewayangan seperti Petruk, Gareng, dan Bagong untuk memperkenalkan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada anak-anak. Metode ini dinilai efektif karena mudah dipahami dan membekas di ingatan.

Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Inf Andi Sasmito, mengapresiasi dedikasi dan kreativitas Koptu Parnianto. Ia berharap upaya pelestarian budaya dan pendekatan humanis ini dapat diteruskan dan menginspirasi para Babinsa lainnya.

Diharapkan, metode Komunikasi yang unik ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan agar pesan-pesan kebangsaan dan kemasyarakatan dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.