22 Peserta Ikuti Diklat Saka Wira Kartika Untuk Kemandirian dan Cinta Tanah Air

BOJONEGORO, – Dalam rangka pembinaan generasi muda menjadi sumber daya yang tangguh dan handal, sekaligus mengembangkan pendidikan bela negara dan menguatkan rasa cinta tanah air, Koramil 09/Sumberrejo Kodim 0813 Bojonegoro menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Saka Wira Kartika diseputaran Markas Koramil setempat.

Sebanyak 22 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai dari tanggal 25 hingga 26 Januari 2025 ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membina dan membentuk generasi muda khususnya bagi pemuda-pemudi diwilayah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro agar memiliki akhlaq yang mulia, disiplin, terampil serta mempunyai rasa cinta terhadap tanah air.

Danramil 0813-09/Sumberrejo, Kapten Arh Eeng Mamuro, melalui Bati Tuud Peltu Agus Suyanto, mengatakan, untuk mendukung kelancaran kegiatan itu pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel yang sudah terlatih beserta sarana prasana pendukung lainya. Selain itu, juga berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Kedungrejo selaku penanggung jawab area Bendungan Merkuris yang dijadikan sebagai lokasi pendalaman materi Krida Saka Wira Kartika.

“Diharapkan para peserta dapat menyerap ilmu yang sudah disampaikan oleh para instruktur, maupun narasumber-narasumber lain untuk nantinya bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Dan yang paling penting, perhatikan selalu faktor keamanan baik personel maupun materiil dalam melaksanakan setiap kegiatan Diklat ini,” pesan Danramil.

Dilokasi kegiatan, Pamong Saka Wira Kartika, Sertu M. Guntur, menjelaskan, Krida Saka Wira Kartika adalah satuan kecil yang merupakan bagian dari Saka Wira Kartika. Satuan tersebut, berisi kegiatan keterampilan tertentu yang harus dilakukan atau dimiliki oleh anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

“Lima Krida Saka Wira Kartika itu yakni Krida Navigasi Darat, Krida Pioneering, Krida Mountaineering, Krida Survival dan Krida Penanggulangan Bencana Alam (PBA),” jelasnya, Minggu (26/1/2025).

Seperti pendalaman materi Krida Survival, para peserta Diklat dituntut harus bisa bertahan hidup dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Dan materi Krida Montenering, para peserta harus berani untuk melewati penyebrangan basah dan peluncuran tali.

“Dengan berbagai materi yang diberikan, diharapkan bisa mewujudkan generasi muda yang mandiri, peduli, bertanggung jawab dan berpegang teguh pada nilai serta norma yang berlaku di masyarakat,” tambah Sertu M. Guntur.

Apresiasi dan ucapan terima kasih diberikan oleh Sutono, selaku penanggung jawab (Juru) Bendungan Mekuris, karena kegiatan yang digelar oleh jajaran TNI Koramil 0813-09/Sumberrejo tersebut sangat positif dan bermanfaat.

Menurut Dia, dari dulu Bendungan Merkuris ini belum pernah dijadikan tempat latihan atau berkemah oleh anak-anak Pramuka. Selain mendapat sambutan hangat oleh warga setempat, mereka juga antusias melihat saat pelaksanaan latihan apalagi peluncuran yang sangat mengedukasi bagi para pemuda agar mempunyai mental dan jangan pernah ada kata ragu setiap latihan.

“Tentunya kami berharap dengan adanya kegiatan ini, Bendungan Merkuris ini bisa lebih dikenal terutama bagi masyarakat Kecamatan Sumberrejo dan Kabupaten Bojonegoro sebagai wahan berkemah, pariwisata dengan menikmati keindahan alam yang sangat asri,” tutur Sutono.

Salah satu peserta Diklat, Revi Anindita Ramadhani, juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan semangat yang telah ditunjukkan oleh para instruktur dalam memandu seluruh peserta Diklat, pendalaman materi-materi Krida Saka Wira Kartika ini tentunya menambah pengalaman dan kesan bagi mereka.

“Ini baru menantang, tes mental dan uji keberanian. Sangat luar biasa pelatihan kali ini, yang sudah disiapkan sedemikian rupa oleh bapak-bapak TNI. Mereka ramah dan penuh energi, benar-benar membuat Diklat Saka Wira Kartika ini menyenangkan, kami merasa sangat nyaman belajar, dan semangat dari para kakak-kakak Pramuka (Instruktur) menjadi inspirasi bagi kami,” kesan Revi Anindita Ramadhani.

Normalisasi Saluran Irigasi di Desa Bluluk Dukung Produksi Pertanian dan Cegah Banjir

Lamongan, – Saluran Irigasi yang berada di Desa Bluluk Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan, merupakan saluran irigasi sawah, sekaligus saluran pembuangan air hujan dari pekarangan warga yang mana sebagai tempat untuk memperlancar saluran irigasi pertanian.

Kondisi saluran yang sudah mengalami pendangkalan, mengakibatkan rawan terjadinya luapan air.Juga bisa menyebabkan pengairan pertanian terkendala, sehingga sesuai hasil musyawarah dilakukan kerja bakti Warga bersama segenap Babinsa Koramil 0812/07 Bluluk, Minggu (26/01/2025).

Kerja bakti yang di lakukan masyarakat ini melibatkan beberapa Babinsa diantaranya Serka Muchid, Sertu Didik dan Koptu Hudi bersama 37 warga masyarakat, dengan sasaran pengerukkan dasar aliran selebar 3, 2 meter dan sepanjang 250 meter.

Menurut Sukari (39 tahun) warga Desa Bluluk mengatakan bahwa Warga khawatir kalau hujan lebat terjadi banjir, kemudian para Petani juga mengeluh kurangnya pasokan air, akibat pendagkalan ini, sehingga sepakat melakukan normalisasi dengan kerja bakti.

“Untuk itu kita sepakat kerja bakti dan minta bantuan tenaga kepada Koramil melalui Pak Babinsa, dan terima kasih sekarang sudah kita laksanakan, ini sangat membantu sekali bagi masyarakat, sehingga tidak resah meskipun turun hujan” Kata Sukari.

Sementara itu,Danramil 0812/07 Bluluk Lettu Inf Yoto membenarkan adanya laporan Babinsa terkait pelaksanaan Kerja Bakti tersebut.

“Kegiatan Babinsa tersebut dalam memotivasi kegotongroyongan warga dalam peran aktifnya mengatasi permasalahan sarana dan prasarana dilingkungannya” ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan jajaran Babinsanya bersama masyarakat dalam rangka pencegahan bencana alam banjir dan meningkatkan pasokan air irigasi lahan pertanian tersebut.

“Ini merupakan kesadaran mitigasi masyarakat yang harus selalu kita dukung bersama, dengan pembersihan normalisasi saluran tersebut semoga masyarakat terhindar dari banjir dan produksi pertanian dapat meningkat” Pungkas Danramil.

Vaksinasi PMK pada Ternak Sapi Warga Rejosari Didampingi Babinsa.

Madiun, – Babinsa Desa Rejosari, Sertu Hariyanto, melaksanakan pendampingan kegiatan penyuntikan vaksinasi tahap pertama pada hewan ternak sapi milik warga Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Minggu (26/1). Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang rentan menyerang hewan ternak, khususnya sapi. Vaksinasi ini dilakukan sebagai upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi ini berjalan lancar dengan dihadiri oleh sejumlah petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Madiun, perangkat desa, serta para pemilik hewan ternak. Sertu Hariyanto, dalam tugasnya sebagai Babinsa, turut mendampingi dan memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya vaksinasi untuk sapi mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh hewan ternak di Desa Rejosari mendapatkan vaksinasi ini. Langkah ini sangat penting untuk melindungi sapi milik warga dari ancaman virus PMK yang dapat berdampak pada kesehatan ternak dan perekonomian masyarakat,” ujar Sertu Hariyanto.

Kegiatan penyuntikan vaksin ini dilakukan secara langsung dengan mendatangi kandang-kandang ternak milik warga. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah proses vaksinasi dan memastikan semua hewan ternak terdata dengan baik. Antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dari banyaknya pemilik ternak yang mendukung penuh kegiatan ini. Para peternak juga diberikan pengarahan terkait gejala PMK, cara pencegahan, dan kebersihan kandang agar sapi tetap sehat dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengapresiasi kerja sama antara warga dan pihak terkait yang telah berperan aktif dalam menyukseskan program vaksinasi ini. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Saya berharap vaksinasi ini dapat memberikan hasil yang optimal sehingga hewan ternak di wilayah Desa Rejosari bebas dari ancaman virus PMK,” tambah Sertu Hariyanto.

Melalui program vaksinasi ini, diharapkan kasus PMK pada hewan ternak di Desa Rejosari dapat ditekan, sehingga produktivitas peternakan terus meningkat. Babinsa Desa Rejosari akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan program vaksinasi ini berjalan berkesinambungan hingga seluruh hewan ternak di wilayah tersebut mendapatkan perlindungan penuh. Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan peternakan serta melaporkan apabila terdapat tanda-tanda penyakit pada hewan ternak mereka.

Babinsa Kedungjati Dan Warga Tingkatkan Infrastruktur Melalui Karya Bhakti Perbaikan Jalan

Madiun, – Babinsa Desa Kedungjati, Koramil Tipe B 0803/03 Balerejo, Serda Sopiyan, bersama masyarakat Desa Kedungrejo melaksanakan kegiatan karya bhakti berupa perbaikan jalan di RT 09 RW 03, Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (26/1). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur desa, guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalan yang diperbaiki merupakan akses penting bagi warga dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Kegiatan karya bhakti ini melibatkan puluhan warga setempat yang bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan yang sebelumnya rusak akibat intensitas hujan tinggi dan seringnya digunakan oleh kendaraan berat. Serda Sopiyan menyampaikan bahwa perbaikan jalan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga dalam beraktivitas. “Sebagai Babinsa, saya memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan desa,” ujar Serda Sopiyan.

Dalam pelaksanaan perbaikan jalan, warga bersama Babinsa bergotong royong meratakan tanah, memperbaiki lubang-lubang di jalan, dan menambahkan material batu yang diangkut secara swadaya oleh masyarakat. Semangat gotong royong yang terlihat selama kegiatan ini mencerminkan kekompakan dan solidaritas antara Babinsa dan masyarakat Desa Kedungrejo. Tidak hanya membantu secara fisik, Serda Sopiyan juga memberikan motivasi kepada warga untuk selalu menjaga hasil perbaikan agar jalan tetap terawat dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Warga masyarakat setempat, mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam membantu masyarakat. “Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa Serda Sopiyan yang selalu hadir mendampingi masyarakat, termasuk dalam kegiatan perbaikan jalan ini. Kehadiran Babinsa memberikan semangat lebih kepada warga sehingga pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan hasilnya memuaskan,” ujar Sarjono.

Melalui kegiatan karya bhakti ini, diharapkan akses jalan di RT 09 RW 03 Desa Kedungrejo menjadi lebih baik, sehingga aktivitas warga dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Babinsa Desa Kedungjati menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, dan semangat gotong royong seperti ini dapat terus terjaga di masa mendatang,” tutup Serda Sopiyan.

Gotong Royong Bersama Babinsa Ciptakan Lingkungan Bersih Menuju Makam Pepunden Desa

Blitar – Babinsa Kelurahan Klampok Koramil 0808/20 Sananwetan Kodim 0808 Blitar Sertu Andik Setiyawan, bersama warga setempat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan jalan menuju Makam Pepunden Desa di Lingkungan Klampok RT. 02 RW. 03 Kel. Klampok Kec. Sananwetan Kota Blitar. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan rapi, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Babinsa dan masyarakat, Minggu (26/1/2025).

Sertu Andik Setiyawan selaku Babinsa Kelurahan Klampok mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum yang sering digunakan oleh masyarakat. “Makam Pepunden Desa adalah tempat bersejarah yang kerap dikunjungi, terutama saat kegiatan adat dan ziarah. Dengan membersihkan jalan menuju makam, kita menjaga nilai-nilai kebersamaan dan menghormati leluhur,” ujarnya.

Puluhan warga dari berbagai RT turut serta dalam kegiatan ini. Mereka membersihkan sampah, memangkas rumput liar, memotong pohon yang sudah tua dan memperbaiki drainase di sepanjang jalan. Gotong royong berlangsung dengan semangat kebersamaan, diiringi dengan canda tawa yang menambah suasana akrab.

Bapak Slamet salah satu warga yang ikut berpartisipasi, mengungkapkan rasa senangnya atas inisiatif Babinsa. “Kehadiran Babinsa memotivasi kami untuk peduli pada lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan,” katanya.

Kegiatan ini diakhiri dengan bercengkrama dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan setelah kerja keras yang dilakukan. Babinsa berharap semangat gotong royong ini terus terjaga, sehingga Kelurahan Klampok menjadi contoh warga yang peduli terhadap lingkungan.

Danramil 0808/20 Sananwetan Kapten Inf. Dwi Harsono ditemui terpisah menyampaikan Dengan adanya kegiatan di wilayah Kelurahan Klampok ini, berharap terciptanya wujud yang nyata sinergi kebersaman TNI dan Masyarakat dalam menjaga kebersihan dan tradisi lokal.

Semoga makam Pepunden Desa Lingkungan klampok dapat terus terawat sehingga memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung.” pungkas Danramil.

Pagelaran Wayang Kulit Memeriahkan Hari Jadi Sidoarjo ke-166 di Pendopo Delta Wibawa

Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-166, digelar Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung megah di Pendopo Delta Wibawa, Jalan Cokronegoro No. 1 Sidoarjo. Acara budaya ini menghadirkan Ki Dalang Edy Siswanto dengan lakon “Semar Pengayom Satrio Utomo.”

Acara yang dipimpin langsung oleh Dr. Fenny Apridawati, M.Kes, selaku penanggung jawab kegiatan. Sekitar 200 orang hadir, termasuk sejumlah tokoh penting, seperti Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, M.Kn. beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo yang diwakili oleh Much Rafi Wibisono, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si., serta Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos.

Seremonial pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan Jess Orkestra bersama bintang tamu Lintang Kairo. Tari Selamat Datang “Tan Bedhaya Gayatn” semakin memukau hadirin sebelum doa bersama yang dipimpin Kepala Kemenag Sidoarjo, H. Moh Arwani, S.Ag., M.Hi.

H. Subandi membuka acara secara resmi dengan memukul gong, disusul penyerahan gunungan wayang kepada Ki Dalang Edy Siswanto sebagai simbol dimulainya pagelaran. Drama tradisional “Tan Gatutkoco Winisudo” dan tarian kreasi Dancer Sidoarjo menambah kemeriahan sebelum lakon utama dimainkan.

Dalam lakon “Semar Pengayom Satrio Utomo,” Ki Dalang membawakan cerita dengan penuh nilai moral, diselingi humor segar dari Mak Cangik Cs dan hiburan musik Lintang Kairo.

Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara ini. “Kegiatan ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta menanamkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat,” ujar beliau.

Pagelaran wayang kulit ini menjadi simbol pelestarian budaya dan wujud kearifan lokal Sidoarjo yang terus dijaga hingga generasi mendatang.

Jalan Sehat dan Peresmian Khulafaur Rosyidin Islamic School di Desa Sidorejo

Sidoarjo, 26 Januari 2024 – Dalam upaya mempererat silaturahmi dan mendukung kegiatan pendidikan di wilayah binaannya, Babinsa Koramil 0816/09 Krian, Serda Suhendri, menghadiri acara Jalan Sehat dan Peresmian Khulafaur Rosyidin Islamic School di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Bupati Terpilih, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Danramil (diwakili oleh Babinsa Desa Sidorejo), Kapolsek Krian (diwakili), Kepala Sekolah Khulafaur Rosyidin, perangkat Desa Sidorejo, wali murid, serta siswa-siswi Khulafaur Rosyidin Islamic School.

Acara dimulai dengan pelepasan peserta jalan sehat oleh panitia, yang melibatkan siswa-siswi bersama wali murid menyusuri rute yang telah ditentukan. Suasana penuh semangat mewarnai jalannya kegiatan, di mana peserta tiba di garis finis dengan penuh antusias. Dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pendidikan berkualitas di daerah. Sambutan tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Terpilih yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan Islami di wilayah Krian.

Pada momen puncak, Wakil Bupati Terpilih meresmikan Khulafaur Rosyidin Islamic School, ditandai dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian dan harapan untuk generasi penerus bangsa. Acara diakhiri dengan pengundian kupon jalan sehat yang disambut riuh oleh para peserta dan ditutup dengan suasana penuh kehangatan serta kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Desa Sidorejo, Serda Suhendri, menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena selain mempererat silaturahmi antar warga, juga mendorong kesadaran pentingnya pendidikan dan kebugaran. Kehadiran kami mewakili Danramil 0816/09 Krian adalah bentuk komitmen TNI dalam mendukung program masyarakat di wilayah binaan,” ujar Serda Suhendri.

Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan Khulafaur Rosyidin Islamic School mampu menjadi lembaga pendidikan yang mencetak generasi Islami yang cerdas dan berakhlak mulia.

Desa Sidomulyo Gelar Kerja Bakti Serempak Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Sidoarjo,– Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran sungai, kegiatan kerja bakti serempak dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai, kegiatan ini difokuskan pada pembersihan aliran sungai dari enceng gondok, yang sering menjadi penyebab tersumbatnya aliran air dan potensi banjir. Minggu (26/01/2025)

Kerja bakti dimulai dengan pembagian tugas secara terorganisir. Sasaran utama adalah aliran sungai yang menjadi perbatasan antara Desa Sidomulyo dan Desa Sidomojo. Camat Krian memimpin arahan teknis, sementara Babinsa Desa Sidomulyo, Sertu Nurrokhim, berperan aktif dalam mengoordinasi warga dan perangkat desa untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana gotong royong yang kental. Enceng gondok yang menghambat aliran air berhasil diangkat secara bergotong-royong. Camat Krian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kegiatan ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara kita. Saya harap budaya gotong royong seperti ini terus dipertahankan,” ujar Ahmad Fauzy.

Kapolsek Krian, Kompol I Gede Putu Atma Giri, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga berdampak positif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari potensi kriminalitas akibat lingkungan yang kumuh.

Selain itu, Kepala Desa Sidomulyo, Mokhamad Ibnu Malik, menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak, termasuk warga desa yang antusias bergabung dalam kegiatan ini. “Semoga aliran sungai yang kini bersih dapat bermanfaat bagi masyarakat dan meminimalisasi risiko banjir di musim hujan,” ujarnya.

Babinsa Desa Sidomulyo, Sertu Nurrokhim, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. “Kami bersama Fokopimka dan warga berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan membersihkan aliran sungai dari enceng gondok, diharapkan aliran air menjadi lancar sehingga dapat mencegah banjir dan mendukung kehidupan masyarakat sekitar,” ujar Sertu Nurrokhim.

Pemeriksaan Kesehatan dan Pemberian Obat untuk Warga Terdampak Banjir di Penatarsewu

Sidoarjo,- Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin Serka Yoyo bersama tim Nakes dari Puskesmas Tanggualangin melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan kepada warga yang terdampak banjir di wilayah Desa Penatarsewu. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dan memberikan perawatan kepada warga yang membutuhkan, mengingat banjir yang melanda telah menyebabkan kondisi lingkungan yang tidak bersih

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan pasca-banjir. Selanjutnya, para petugas kesehatan memeriksa kesehatan warga secara langsung, memberikan obat-obatan yang diperlukan, serta menyarankan pengobatan lebih lanjut bagi yang memerlukannya

Bidan Desa Penatarswu Ibu Nurul Hidayti, Amd, Kep, juga menghimbau bahwa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit yang sering muncul setelah bencana banjir, seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit. Juga menekankan agar warga segera memeriksakan diri jika merasa ada gejala penyakit

Babinsa yang turut mendampingi kegiatan tersebut, Serka Yoyo, mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.”Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya tenaga kesehatan Puskesmas Tanggulangin untuk memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir tetap terjaga

Warga yang menerima bantuan merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini. Salah seorang warga, Ibu Wahyuni, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, kami dan warga Penatarswu sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan dan pemberian obat-obatan ini. Semoga kondisi kami cepat pulih

Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkala untuk memastikan kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pasca-banjir.

Kegiatan ITQON di Desa Sumberejo Penuh Keberkahan dan Kebersamaan Jamaah

Sidoarjo – Pada Minggu, 26 Januari 2025, pukul 07.30 WIB, Babinsa Desa Sumberejo, Serka Wariyadi, menghadiri undangan kegiatan ITQON (Ikatan Torikhoh Qodiriyah Waksabandiyah) yang diselenggarakan di Moshola At-Taukhid RT 05 RW 01 Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan Sholat Sunah, Istighosah, Tahlil, dan Khususiayah Kubro. Setelah itu, Camat Wonoayu memberikan sambutan, yang diikuti tausiyah oleh K.H. Hamid, dan diakhiri dengan doa penutup.

Dalam sambutannya, Camat Wonoayu, Imam Mukri Afandi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk syiar agama dan wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Hamid memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat iman, dan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Babinsa Desa Sumberejo, Serka Wariyadi, juga memberikan pesan yang humanis kepada para jamaah. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat mempererat hubungan antarwarga serta menciptakan suasana yang rukun dan damai di tengah masyarakat. Sebagai Babinsa, saya selalu siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk kebaikan bersama,” ujar Serka Wariyadi.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 500 jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Kegiatan ITQON di Desa Sumberejo ini diharapkan dapat terus menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi dan syiar agama di masyarakat.