Babinsa Bluluk dan Warga Bersinergi Bangun Tembok Penahan Tanah Cegah Longsor Desa

Lamongan, – Segenap Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 0812/07 Bluluk, Kodim 0812/Lamongan, bersama-sama dengan warga Dusun Suren, Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk, melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Pembangunan TPT ini bertujuan untuk mencegah potensi longsor yang mengancam jalan desa serta untuk memperlancar akses transportasi hasil pertanian warga. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga infrastruktur vital yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Kegiatan gotong royong ini menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam menjaga serta membangun infrastruktur desa. Lokasi pembangunan TPT, yang merupakan bagian vital dari jalur penghubung dan akses pertanian, dinilai rawan longsor, terutama saat musim penghujan tiba.

Danramil 0812/07 Bluluk, Lettu Inf Yoto, menyampaikan bahwa karya bakti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Karya bakti pembuatan TPT di Dusun Suren ini adalah prioritas bersama. Kami menyadari pentingnya jalan desa ini, bukan hanya sebagai jalur utama, tetapi juga sebagai urat nadi perekonomian warga, khususnya petani,” ujarnya.

Lettu Inf Yoto juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. “TNI akan selalu hadir dan berupaya mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya,” tambahnya.

Warga Dusun Suren menyambut baik inisiatif dan dukungan penuh dari Koramil 0812/07 Bluluk. Kehadiran para Babinsa tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga semangat dan motivasi kerja bagi seluruh warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Babinsa Blega dan PPL Bersinergi Dukung Petani Tingkatkan Produktivitas Tanam Padi di Bangkalan

Bangkalan — Dalam rangka mendukung ketahanan pangan di wilayah binaannya, Babinsa Koramil 0829-09/Blega Serka Eko Purwanto bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian serta anggota Kelompok Tani (Poktan) melaksanakan kegiatan penyemaian bibit benih padi di Dusun Bengtemoran, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Selasa (14/10/25).

Kegiatan ini merupakan langkah awal persiapan musim tanam padi yang dilakukan secara gotong royong antara Babinsa, penyuluh pertanian, dan para petani setempat. Melalui pendampingan ini, diharapkan para petani lebih semangat dan terarah dalam pengelolaan lahan serta penerapan teknik budidaya padi yang baik.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Babinsa Koramil 0829-09/Blega, PPL Pertanian Blega, serta Ketua Poktan Usaha Tani beserta anggota kelompok tani Bengtemoran. Mereka bersama-sama melakukan proses penyemaian dengan memperhatikan kualitas benih dan kondisi lahan agar hasil panen nantinya maksimal.

Serka Eko Purwanto menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. “Kami selalu siap membantu petani, mulai dari tahap penyemaian hingga panen, demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan penyemaian ini menunjukkan sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian di tingkat desa. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kemandirian pangan serta meningkatkan hasil panen secara signifikan bagi petani di wilayah binaan.

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan kolaborasi antara Babinsa, PPL, dan petani dapat terus terjaga demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berdaya saing serta memperkuat kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Babinsa Socah dan PPL Bersinergi Dukung Petani Tingkatkan Produktivitas Jagung di Bangkalan

Bangkalan – Sebagai wujud kepedulian terhadap sektor pertanian di wilayah binaan, Babinsa Desa Bilaporah Koramil 0829-02/Socah, Sertu Prayogo, turut membantu pelaksanaan kegiatan membajak lahan jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Idaman Laok di Dusun Buncelep Selatan, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Selasa (14/10/25).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sebagai bentuk pendampingan kepada para petani agar proses pengolahan lahan berjalan lancar dan sesuai jadwal tanam. Sinergi ini menunjukkan kolaborasi nyata antara TNI dan instansi pertanian di tingkat desa.

Sertu Prayogo menjelaskan bahwa kehadirannya bersama PPL di lapangan merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Kami selalu siap membantu petani, baik dalam penyiapan lahan maupun pendampingan masa tanam. Harapannya hasil panen jagung tahun ini bisa meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Poktan Idaman Laok menyampaikan terima kasih atas dukungan Babinsa dan PPL yang selalu aktif mendampingi kegiatan pertanian di desa. “Dengan adanya bantuan tenaga dari TNI dan bimbingan PPL, kami jadi lebih semangat mengolah lahan,” ungkapnya.

Kegiatan membajak lahan jagung ini tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga semangat gotong royong serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah binaan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana kerja sama antara petani, Babinsa, dan PPL tampak kompak dan penuh keakraban. Kegiatan berjalan lancar dan aman hingga selesai, menjadi bukti nyata kolaborasi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional di daerah.

Sinergi TNI, Polri, dan BPBD Perkuat Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Trenggalek

Trenggalek – Upaya membangun masyarakat tangguh terhadap ancaman bencana terus diperkuat melalui sinergi TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Trenggalek. Kodim 0806/Trenggalek bersama Polres Trenggalek dan BPBD menggelar Sosialisasi dan Fasilitasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana di kawasan Pujasera Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana alam di tingkat desa. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Drs. Stefanus Triadi Atmono, M.Si., yang menegaskan bahwa Desa Tangguh Bencana merupakan kunci utama dalam mempercepat penanganan darurat bencana.

“Ini bukan sebatas program, melainkan kesiapan komunitas untuk memahami risiko, bertindak cepat, dan melindungi diri serta lingkungannya,” ujar Stefanus. Ia juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah dampak besar saat bencana terjadi di wilayah rawan.

Dukungan penuh datang dari jajaran Kodim 0806/Trenggalek. Melalui Pasi Pers Kodim 0806 disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kader tanggap bencana di setiap desa binaan TNI. “Dengan edukasi yang baik, masyarakat bisa mengenali ancaman dan melakukan penyelamatan sejak dini,” jelasnya.

Sinergi Babinsa yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menjadi ujung tombak dalam penguatan kesiapsiagaan desa. Mereka tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, serta penyusunan jalur aman bencana.

Forum ini menghasilkan kesepakatan strategis antara TNI, Polri, dan BPBD dalam memperkuat koordinasi lintas instansi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbentuk desa dengan sistem pertahanan bencana yang mandiri, responsif, dan adaptif menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

TMMD ke-126 Kodim 0815/Mojokerto Gelar Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Mojokerto – Selain pembangunan fisik, pelaksanaan TMMD ke-126 Kodim 0815/Mojokerto juga diisi kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (14/10/2025), dengan antusiasme tinggi peserta.

Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas perangkat desa, Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama mengikuti kegiatan tersebut. Acara menghadirkan narasumber dari Dinas PMD, Kodim 0815/Mojokerto, Polsek Mojosari, dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto.

Materi yang disampaikan mencakup peran serta masyarakat dalam pembangunan desa, wawasan kebangsaan, peran Bhabinkamtibmas dan Satlinmas dalam menjaga keamanan serta ketertiban, dan pemberdayaan masyarakat melalui semangat gotong royong.

Danramil 0815/09 Mojosari, Kapten Inf Benny Irawan, A.Md., yang turut hadir sebagai pemateri, menyampaikan pentingnya kegiatan nonfisik TMMD sebagai sarana pembinaan masyarakat agar lebih aktif menjaga keamanan dan mendukung pembangunan desa.

“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya gotong royong, wawasan kebangsaan, dan peran aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan,” ujar Kapten Inf Benny menegaskan.

Program nonfisik TMMD ke-126 ini diharapkan memperkuat karakter masyarakat yang cinta tanah air, berdisiplin, serta memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap kemajuan desa melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Latihan Lapangan Kodim 0807/Tulungagung Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Hadapi Situasi Darurat Bencana

Tulungagung – Hari kedua Latihan Lapangan Kodim 0807/Tulungagung berlangsung di Lapangan Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini memberikan berbagai materi teknis penting sebagai bekal personel dalam menghadapi situasi darurat dan penanggulangan bencana di lapangan.

Seluruh peserta latihan menerima pembekalan aplikatif seperti cara cepat bongkar pasang tenda serbaguna, pengenalan tenda lapangan, penanganan kebakaran oleh Damkar Tulungagung, water rescue dari tim PBDP Tulungagung, serta pertolongan korban oleh Tim Kesehatan Kodim 0807/Tulungagung.

Selain itu, peserta dilatih teknik membuat tandu darurat dari baju, menghentikan pendarahan besar akibat luka luar, dan evakuasi korban dengan cepat serta aman. Setiap sesi pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis prajurit dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi para peserta untuk menghadapi simulasi penanggulangan bencana terintegrasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Latihan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Pasiops Kodim 0807/Tulungagung, Kapten Inf Sugeng, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan langkah strategis meningkatkan kemampuan personel. “Kami tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik langsung agar prajurit mampu bertindak cepat dan tepat dalam setiap situasi darurat,” tegasnya.

Latihan lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit TNI AD dalam mendukung penanggulangan bencana di wilayah, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi setiap potensi ancaman bencana.

Kedekatan Satgas TMMD ke-126 Kodim 0815/Mojokerto dan Warga Lewat Santap Pagi Bersama

Mojokerto – Di awal pagi yang cerah, anggota Satgas TMMD ke-126 Kodim 0815/Mojokerto memulai aktivitas padat mereka dengan sarapan penuh keakraban bersama warga. Serka Maslahan dan anggota lain menikmati hidangan hangat yang disajikan Ibu Basuki, tuan rumah tempat mereka bermalam, Selasa (14/10/2025).

Personel Satgas TMMD ke-126 tampak duduk bersama di rumah Ibu Basuki, menikmati santapan sederhana berupa nasi putih, sayur sop, sambal kecap, tahu, dan tempe yang dimasak langsung oleh sang tuan rumah dengan suasana penuh kebersamaan dan canda ringan.

Rumah tersebut berdekatan dengan lokasi sasaran fisik TMMD ke-126 di Dusun Sumberrejo, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari. Suasana keakraban ini diperkirakan akan terus terjalin selama satu bulan penuh hingga program TMMD selesai dilaksanakan.

“Ini adalah wujud cinta TNI kepada masyarakat. Saya sangat senang bisa makan bersama warga, rasanya seperti pulang kampung dan makan bersama keluarga sendiri,” ujar Serka Maslahan sambil tersenyum mengenang kehangatan pagi itu.

Bagi Ibu Basuki, momen ini menjadi pengalaman berharga. Ia merasa terhormat bisa menjamu para prajurit yang bekerja tanpa lelah membangun desa. “Mereka bukan sekadar tamu, tapi sudah seperti keluarga sendiri,” tuturnya penuh rasa syukur.

Kebersamaan yang terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam pelaksanaan program berikutnya, agar sinergi dan kedekatan TNI dengan rakyat terus tumbuh dalam semangat kebersamaan dan pengabdian.

Satgas Yonif 511/DY Dukung Ketahanan Pangan Warga Distrik Karubaga Papua Pegunungan

Kabupaten Tolikara – Satgas Pamtas Yonif 511/DY menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat dengan membantu ketahanan pangan di Distrik Karubaga, Papua Pegunungan, Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi TNI dalam memperkuat kemandirian pangan di wilayah perbatasan.

Dalam keterangannya, Kapten Inf Didik Sugianto selaku Dapos Karubaga menjelaskan bahwa kondisi alam di wilayah Karubaga sangat potensial untuk pengembangan tanaman sayuran. Ia berharap masyarakat dapat lebih fokus dalam bercocok tanam agar memperoleh hasil maksimal untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain memenuhi kebutuhan pangan mandiri, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat sekitar. Personel Satgas mendorong warga agar memanfaatkan lahan produktif untuk menanam sayuran dan tanaman bernilai jual tinggi sebagai sumber ekonomi keluarga.

Komandan Tim 2 Pos Karubaga, Serda Sofyan Hadi, menegaskan kehadiran TNI khususnya Satgas Pamtas Yonif 511/DY harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami siap membantu masyarakat menghadapi kendala dan kesulitan yang mereka hadapi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Yohanes (55), warga Kampung Karubaga, menyampaikan terima kasih kepada personel Satgas atas bantuan bibit sayuran dan motivasi dalam bercocok tanam. Menurutnya, dukungan TNI telah membantu meningkatkan perekonomian warga di tengah tantangan wilayah pegunungan.

Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas Yonif 511/DY berharap sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Brigjen TNI Hari Rahardjanto Kukuhkan 937 Prajurit Baru Infanteri TNI AD di Situbondo

Situbondo, Sebanyak 937 prajurit resmi dikukuhkan menjadi Prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat melalui kegiatan Tradisi Pembaretan Dikjurbaif Abit Dikmabaif TNI AD TA 2025 dan Dikjurtaif Abit Dikmataif TNI AD Gelombang II TA 2025 di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya. Senin (13/10/2025)

Kegiatan tradisi tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Hari Rahardjanto, S.Sos., selaku Komandan Rindam V/Brawijaya. Upacara ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya prajurit-prajurit tangguh dan berjiwa juang tinggi di bawah panji Korps Infanteri TNI AD.

Dalam amanat Danpussenif TNI AD yang dibacakan oleh Irup, ditegaskan bahwa tradisi pembaretan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang prajurit Infanteri. Tradisi ini juga mengesahkan penggunaan Baret dan Brevet “Yuddhawastu Pramukha.”

Pasukan Infanteri yang dikenal sebagai “Queen of the Battle” memiliki keberanian, ketangguhan, dan peran strategis dalam setiap pertempuran. Program Yuddhawastu Pramukha dirancang membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Prajurit Infanteri dituntut untuk mampu bergerak di segala medan, memiliki kemampuan menembak terbaik, serta menjunjung tinggi disiplin dan kerendahan hati. Sikap profesional dan tidak arogan merupakan bentuk penghormatan kepada rakyat yang menjadi sumber kekuatan TNI AD.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta yang terdiri dari 85 Bintara dan 852 Tamtama resmi menyandang predikat Prajurit Infanteri TNI AD yang siap melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara dengan semangat pantang menyerah.

Kabaglat Rindam V/Brw Pimpin Upacara Pembaretan Prajurit Infanteri TNI AD Tahun 2025

Magetan – Upacara pembaretan Dikjurbaif Abid Dikmaba TNI AD TA. 2025 dan Dikjurtaif Abid Dikmata TNI AD Gelombang II TA. 2025 digelar di Lapangan Candradhimuka Secata Rindam V/Brawijaya, Senin (13/10/2025), dengan penuh khidmat dan semangat juang tinggi.

Kabaglat Rindam V/Brawijaya Kolonel Inf Sigit Dwi Cahyono bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat dari Danpussenif. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa tradisi pembaretan adalah simbol kehormatan dan awal tanggung jawab bagi setiap prajurit infanteri.

“Tradisi pembaretan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang prajurit infanteri. Kami mengucapkan selamat atas pencapaian ini sekaligus mengesahkan penggunaan baret dan brevet Yuddhawastu Pramukha,” tegas Kolonel Sigit dalam amanatnya.

Beliau menekankan bahwa baret dan brevet bukan hanya lambang kebanggaan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar sebagai prajurit infanteri yang siap melaksanakan tugas dengan mental tangguh, fisik kuat, serta disiplin dan profesionalisme tinggi.

Hadir dalam upacara tersebut Dansecata Rindam V/Brawijaya Letkol Inf Arie Setianto, S.Hub.Int., beserta jajaran. Para peserta upacara menunjukkan semangat tinggi dan rasa bangga setelah resmi menyandang baret serta brevet infanteri.

Tradisi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta korps, memperkuat jiwa korsa, serta memupuk semangat pengabdian dalam menjaga kehormatan dan keutuhan bangsa di bawah panji-panji TNI AD.