Kemanusiaan TNI: Program Sedekah Prajurit Bantu Istri Anggota TNI dan Warga Disabilitas

Mojokerto, – Program sosial Sedekah Prajurit yang diinisiasi Kodim 0815/Mojokerto kembali menunjukkan eksistensinya sebagai bentuk nyata kepedulian dan empati prajurit TNI terhadap sesama.

Kali ini, kegiatan yang sarat akan nilai kemanusiaan itu menyasar dua penerima manfaat, istri dari seorang anggota aktif Kodim 0815 yang tengah dalam masa pemulihan pascaoperasi, serta seorang warga sipil penyandang disabilitas sejak balita.

Bertempat di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (04/06/2025), bantuan kemanusiaan diserahkan secara langsung oleh Danramil 0815/07 Jetis, Kapten Cba Kurniawan Junaedi, didampingi anggota Koramil dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 08 Jetis serta Perangkat Desa Jetis.

Sasaran pertama, Evi Wulandari, istri dari Kopka Ridhotullah Margianto, anggota Koramil 0815/07 Jetis, yang saat ini tengah dalam masa pemulihan usai menjalani operasi kedua di bagian kepala akibat gegar otak. Meski dalam kondisi pemulihan, Evi menyambut hangat kehadiran rombongan yang datang dengan penuh empati.

Tak hanya menyasar keluarga internal TNI, kegiatan ini juga menyentuh warga sipil, yakni Agus Saputra, pria berusia 40 tahun asal Dusun Pelabuhan, Desa Jetis, yang menderita kelumpuhan sejak usia 7 bulan. Bantuan diserahkan langsung kepada ayah Agus, Paimin, sebagai bentuk perhatian prajurit kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Cba Kurniawan Junaedi menyampaikan, kegiatan Sedekah Prajurit tidak hanya menjadi program rutin, namun juga merupakan wujud ketulusan dan solidaritas sosial dari seluruh prajurit di bawah naungan Kodim 0815/Mojokerto.

“Program ini adalah bentuk kepedulian kami, bukan hanya kepada keluarga besar TNI, tetapi juga kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Mojokerto. Harapan kami, bantuan kecil ini dapat memberikan semangat dan ketenangan bagi para penerima”, ungkapnya dengan penuh haru.

Kegiatan berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Keikutsertaan anggota Persit KCK Ranting 08 Jetis dalam kegiatan ini turut memperkuat pesan bahwa kepedulian sosial merupakan tugas bersama, tidak terbatas pada prajurit semata.

Mewujudkan Jalan Aman: Babinsa Koramil Suboh Ajak Bersih-Bersih Jalan Desa

SITUBONDO, Rabu 04/06/2025– Dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, Babinsa Koramil 0823/12 Suboh Serka Yudinarko, bersama perangkat Desa Mojodungkol dan warga setempat melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan rumput liar di sepanjang jalan desa.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan keselamatan dalam berlalu lintas. Jalan yang bersih dan terawat bukan hanya enak dipandang, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dengan lebih aman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran warga bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jalan desa harus nyaman dan aman dilalui oleh siapa pun,” jelas Serka Yudinarko.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Mereka berharap, kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang tertutup semak atau rumput liar.

Sinergi Tiga Pilar: Babinsa, Babinkamtibmas, dan Puskesmas Bersatu Cegah Demam Berdarah

Bondowoso.- Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) tak bisa dianggap sepele. Menyikapi potensi penyebaran penyakit yang bisa mematikan ini, Babinsa Koramil 0822/07 Maesan, Serka Suparno, bergerak cepat bersama tim gabungan melaksanakan aksi fogging massal di Dusun Geddingan RT 11, 12 RW 04 Desa Gunung Sari, Kecamatan Maesan, Rabu (4/6/2025).

Kegiatan ini melibatkan unsur Tiga Pilar Desa, yakni Babinsa, Babinkamtibmas, dan Pemerintah Desa, serta petugas kesehatan dari Puskesmas Maesan. Mereka bahu-membahu menyemprotkan asap pembasmi nyamuk Aedes Aegypti ke rumah-rumah warga, selokan, dan area rawan genangan air yang menjadi sarang nyamuk.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Babinsa. Aksi cepat seperti ini penting agar warga merasa aman, terutama saat musim hujan,” ungkap Akhmad Saifur Rizal, S.E, Kepala Desa Gunung Sari.

Serka Suparno, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial desa, menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Ia juga mengimbau warga untuk menerapkan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Fogging hanyalah salah satu upaya. Yang paling penting adalah kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Serka Suparno usai kegiatan.

Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk nyata tanggung jawab Babinsa terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mempererat sinergi lintas sektor di Desa Gunung Sari. Kegiatan berlangsung lancar, aman, dan disambut antusias oleh warga.

Amankan Pelaksanaan Qurban: Babinsa Koramil Grujugan Koordinasi dengan Panitia di Pondok Pesantren

Bondowoso, 4 Juni 2025 — Momen Idul Adha sudah di depan mata. Untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan dan pembagian hewan qurban berjalan tertib dan aman, Babinsa Koramil 0822/08 Grujugan Desa Dadapan, Koptu Alam, melakukan koordinasi strategis dengan panitia qurban di Pondok Pesantren Al Islah, Dusun Krajan Timur, RT 07 RW 01, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sistem pengamanan (PAM) saat pelaksanaan qurban yang dijadwalkan pada Sabtu, 7 Juni 2025. Dalam koordinasi ini, Koptu Alam bertemu langsung dengan Ustad Yamin, selaku penanggung jawab keamanan panitia qurban.

“Kehadiran Babinsa seperti Koptu Alam membuat kami merasa tenang. Kami yakin proses penyembelihan dan pembagian daging nanti akan berjalan lancar dan tertib,” ujar Ustad Yamin penuh keyakinan.

Langkah preventif ini sangat penting mengingat potensi kerumunan dan tingginya aktivitas saat hari pelaksanaan. Koptu Alam memastikan bahwa semua aspek, dari kedatangan hewan qurban, proses pemotongan, hingga distribusi daging, akan dikawal ketat dan diawasi demi menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan warga sekitar.

Dengan semangat “TNI Bersama Rakyat”, Babinsa bukan hanya hadir dalam situasi darurat, tapi juga dalam momen-momen keagamaan yang sakral. Keterlibatan langsung Koptu Alam menjadi contoh teladan bahwa prajurit TNI adalah mitra masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan keamanan wilayah.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung aman dan lancar. Dukungan penuh dari Koramil Grujugan menjadi penopang utama suksesnya kegiatan masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan ibadah qurban yang khusyuk dan tertib.

Pendampingan Pompanisasi oleh Babinsa Sebagai Upaya Dukung Ketahanan Pangan di Madiun

Madiun, – Serda Wahono, Babinsa Desa Kedungbanteng Koramil 0803/10 Pilangkenceng, melaksanakan kegiatan pendampingan pompanisasi dalam rangka mengairi sawah milik Kelompok Tani (Poktan) Kedung Rejeki. Kegiatan ini dilaksanakan di area persawahan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (4/6).

Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses pengoperasian pompa air berjalan lancar sehingga air dapat tersalurkan dengan optimal ke lahan pertanian. Dengan terpenuhinya kebutuhan air irigasi, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Kedungbanteng meningkat, mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani setempat.

Serda Wahono menyampaikan, Sebagai Babinsa, pihaknya berkewajiban mendampingi dan membantu masyarakat khususnya para petani agar kegiatan pertanian dapat berjalan efektif. Pompanisasi ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan air di musim kemarau.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para anggota Poktan Kedung Rejeki yang berharap pendampingan Babinsa dapat terus berlanjut, sehingga hasil panen mereka semakin maksimal.

Dengan semangat gotong royong antara Babinsa dan petani, Desa Kedungbanteng optimis akan terus maju dalam sektor pertanian.

Babinsa Besole Berperan Aktif dalam Pendampingan Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional

Tulungagung – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan nasional, Babinsa Desa Besole, Serka Robik Asnan, anggota Koramil Tipe B 0807/12 Besuki, melaksanakan kegiatan pendampingan pencabutan bibit padi bersama para petani anggota Kelompok Tani Utomo di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (04/06/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi serta dukungan moral kepada para petani, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat desa binaan. Serka Robik Asnan tampak aktif terlibat langsung dalam proses pencabutan bibit padi yang akan segera ditanam di lahan pertanian milik warga.

Dalam keterangannya, Serka Robik menyampaikan harapannya agar semangat gotong royong dan kerja keras petani terus meningkat dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa membangkitkan semangat para petani untuk terus giat bercocok tanam. Ketahanan pangan dimulai dari desa-desa seperti Besole ini. Jika petani sejahtera, maka bangsa pun akan kuat. TNI akan selalu hadir mendampingi masyarakat demi terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” ujar Serka Robik.

Pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa ini juga merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Dengan sinergi antara TNI dan petani, diharapkan produksi pertanian semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pangan baik di tingkat lokal maupun nasional.

Tradisi Militer: Upacara Pedang Pora Lettu Inf Aziz Aditya Sakti Dipimpin Dandim 0825/Banyuwangi

BANYUWANGI, 4 Juni 2025 — Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., memimpin langsung prosesi Upacara Pedang Pora dalam rangka pernikahan Lettu Inf Aziz Aditya Sakti, S.Tr. (Han), yang saat ini menjabat sebagai Dankipan B Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat dan penuh makna di Auditorium GBK STIKES Banyuwangi, Jalan Letkol Istiqlal No. 109, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, pada Rabu (4/6/2025).

Upacara Pedang Pora merupakan tradisi khas militer yang sarat nilai simbolis. Dalam prosesi ini, barisan prajurit membentuk lorong kehormatan dengan pedang terangkat tinggi sebagai lambang penghormatan, kesiapan, dan dukungan institusi TNI AD terhadap anggotanya yang memulai kehidupan baru sebagai keluarga.

Turut berperan dalam jalannya acara, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yakni Serka (K) Dyah Retno Pratiwi dan Sertu (K) Dewi Rosi Pratiwi, yang bertugas sebagai pembawa acara dan turut menambah khidmat suasana perhelatan tersebut.

Dalam sambutannya, Letkol Joko Sukoyo menyampaikan rasa bangga serta apresiasi atas dedikasi Lettu Inf Aziz selama bertugas, serta doa terbaik untuk kehidupan rumah tangganya.

“Upacara Pedang Pora ini bukan hanya tradisi militer, tetapi juga bentuk penghargaan atas pengabdian prajurit. Kami mendoakan agar pernikahan ini membawa kebahagiaan dan menjadi awal yang baik dalam membentuk keluarga yang kuat, harmonis, dan berintegritas, sebagaimana nilai-nilai seorang prajurit sejati,” ungkapnya.

Suasana upacara dipenuhi rasa haru dan kebanggaan, disambut tepuk tangan meriah dari keluarga, rekan prajurit, dan para tamu undangan yang hadir. Momen ini menjadi simbol betapa kuatnya nilai kekeluargaan, kehormatan, dan kedisiplinan yang dijunjung tinggi oleh TNI AD, baik dalam kehidupan bertugas maupun pribadi.

Sertu (K) Dewi Rosi Pratiwi menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam prosesi tersebut dan berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya militer yang penuh nilai dan makna.

Dandim 0825/Banyuwangi dan Kejaksaan Negeri Bahas Kerja Sama Edukasi Hukum dan Kegiatan Sosial

BANYUWANGI, 4 Juni 2025 — Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., memimpin langsung prosesi Upacara Pedang Pora dalam rangka pernikahan Lettu Inf Aziz Aditya Sakti, S.Tr. (Han), yang saat ini menjabat sebagai Dankipan B Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat dan penuh makna di Auditorium GBK STIKES Banyuwangi, Jalan Letkol Istiqlal No. 109, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, pada Rabu (4/6/2025).

Upacara Pedang Pora merupakan tradisi khas militer yang sarat nilai simbolis. Dalam prosesi ini, barisan prajurit membentuk lorong kehormatan dengan pedang terangkat tinggi sebagai lambang penghormatan, kesiapan, dan dukungan institusi TNI AD terhadap anggotanya yang memulai kehidupan baru sebagai keluarga.

Turut berperan dalam jalannya acara, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yakni Serka (K) Dyah Retno Pratiwi dan Sertu (K) Dewi Rosi Pratiwi, yang bertugas sebagai pembawa acara dan turut menambah khidmat suasana perhelatan tersebut.

Dalam sambutannya, Letkol Joko Sukoyo menyampaikan rasa bangga serta apresiasi atas dedikasi Lettu Inf Aziz selama bertugas, serta doa terbaik untuk kehidupan rumah tangganya.

“Upacara Pedang Pora ini bukan hanya tradisi militer, tetapi juga bentuk penghargaan atas pengabdian prajurit. Kami mendoakan agar pernikahan ini membawa kebahagiaan dan menjadi awal yang baik dalam membentuk keluarga yang kuat, harmonis, dan berintegritas, sebagaimana nilai-nilai seorang prajurit sejati,” ungkapnya.

Suasana upacara dipenuhi rasa haru dan kebanggaan, disambut tepuk tangan meriah dari keluarga, rekan prajurit, dan para tamu undangan yang hadir. Momen ini menjadi simbol betapa kuatnya nilai kekeluargaan, kehormatan, dan kedisiplinan yang dijunjung tinggi oleh TNI AD, baik dalam kehidupan bertugas maupun pribadi.

Sertu (K) Dewi Rosi Pratiwi menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam prosesi tersebut dan berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya militer yang penuh nilai dan makna.

Koordinasi Lintas Sektor: Dandim 0825/Banyuwangi Bahas Strategi Pertanian dalam Video Conference dengan Kementan

BANYUWANGI – Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan nasional yang PRODUKTIF dan berkelanjutan, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., bersama jajaran Forkopimda Banyuwangi mengikuti video conference (vicon) dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rapat Jenderal Besar Soeharto Makodim 0825/Banyuwangi, Jalan RA Kartini Nomor 02, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (03/06/2025).

Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han. (Dandim 0825/Banyuwangi), Dwiyanto (Asisten II Sekda Banyuwangi), Iptu Prasetyo (Polresta Banyuwangi), Letda Laut Apang Suprahman (Lanal Banyuwangi), Ilham Juanda (Plt. Kadistan Banyuwangi), Dwiyana Puspitasari (Pimca Bulog Banyuwangi) dan Andryawan Perdana (Perwakilan Kejaksaan Banyuwangi)

Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau tahun 2025. Ia menekankan agar seluruh jajaran pemerintahan daerah dan unsur TNI-Polri mengambil langkah strategis melalui pendataan lahan existing, lahan tadah hujan, serta lahan rawa yang masih dapat dimaksimalkan.

Upaya ini bertujuan agar produksi pangan tetap stabil dan PRODUKTIF meski dihadapkan pada tantangan iklim. Selain itu, perbaikan saluran irigasi juga menjadi prioritas agar ketersediaan air tidak terbuang sia-sia dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegas Dandim.

Dengan adanya sinergi antar instansi dan perencanaan yang matang, diharapkan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 dapat tercapai secara maksimal dan menghasilkan produktivitas pertanian yang tinggi.

Ciptakan Desa Mandiri Pangan: Kegiatan Tematik di Desa Klaseman Libatkan Berbagai Unsur

Probolinggo,- Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan, Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan tematik yang melibatkan penanaman pohon asam dan penaburan bibit ikan lele di area desa, Rabu (4/6).

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari pemerintahan, akademisi, maupun masyarakat. Hadir dalam acara ini Camat Gending, Danramil 0820/19 Gending Mayor Inf Asmawi, Kepala Desa Klaseman, dosen dan mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM), PPL Kecamatan Gending, perangkat desa, serta warga setempat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antar unsur pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan desa yang mandiri pangan. Penanaman pohon asam berfungsi sebagai upaya penghijauan dan konservasi, sementara tabur bibit ikan lele mendukung pemanfaatan sumber daya air untuk pemenuhan gizi masyarakat.

Mayor Inf Asmawi menyampaikan apresiasi atas semangat warga dalam mendukung program ketahanan pangan, “Langkah ini kecil tapi berdampak besar bagi masa depan desa. Kami siap mendukung program-program serupa di wilayah binaan kami,”tuturnya.