Kebakaran Gudang Pakan Sapi di Sidoarjo: Babinsa Terjun Langsung Bantu Warga Evakuasi dan Pemadaman

Sidoarjo, 6 Juni 2025 — Sebuah kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan pakan sapi milik warga di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat sore. Dalam situasi genting tersebut, Babinsa Koramil 0816/09 Krian, Serda Suhendri, menunjukkan aksi heroik dengan terjun langsung membantu warga memadamkan api.

Sekitar pukul 17.15 WIB, api pertama kali terlihat oleh Bapak Iwan, Ketua RT 23, yang segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran Unit Krian dan mengerahkan warga untuk memberikan bantuan awal dengan peralatan seadanya. Api dengan cepat membesar karena material gudang yang mudah terbakar, seperti sekam dan bahan pakan ternak lainnya.

Sekitar pukul 17.25 WIB, Babinsa Serda Suhendri tiba di lokasi dan segera membantu proses evakuasi serta penanganan darurat bersama warga. Kehadiran aparat TNI ini menambah semangat masyarakat dalam menangani bencana secara bergotong royong.

Mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB. Sebanyak empat unit mobil pemadam dari Krian dan satu unit rescue dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Upaya pemadaman berlangsung intensif hingga akhirnya pada pukul 19.45 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kondisi aman.

Akibat peristiwa ini, gudang penyimpanan pakan sapi mengalami kerusakan parah. Seluruh sekam yang digunakan sebagai bahan baku pakan habis terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup signifikan dan berdampak langsung pada operasional peternakan milik Gusnur Rohman.

Dalam keterangannya, Serda Suhendri menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga memberikan bantuan dalam situasi darurat seperti ini. “Sebagai Babinsa, sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir di tengah masyarakat, apalagi saat kondisi darurat. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, dan berterima kasih kepada warga serta petugas damkar yang bahu-membahu menangani kebakaran ini,” ujar Serda Suhendri.

Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau dan di area penyimpanan bahan-bahan mudah terbakar.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan solidaritas sosial. Respons cepat dari warga, dukungan Babinsa, dan kerja keras petugas pemadam kebakaran menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat.

Kehadiran Babinsa Optimalkan Pembibitan Padi di Sidoarjo, Hadapi Banjir dengan Semangat Bersama Petani

Sidoarjo, Babinsa Serda Yedi Kusuma mendampingi petani Poktan “Sendang Arum” dalam pembibitan padi. Meskipun banjir menghambat sebagian lahan, mereka tetap semangat mempersiapkan penanaman tiga varietas padi unggulan: Inpari 30, Sintani, dan Serang, di lahan seluas 30 hektar. Bibit padi berusia 5-20 hari, tergantung jadwal penyemaian.

Banjir akibat luapan Sungai Buntung menguji semangat petani. Sebagian lahan terendam dan tak bisa dibajak. Namun, alat pertanian masih berfungsi di area yang tidak terdampak. Serda Yedi Kusuma tak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan mencari solusi agar penanaman tidak tertunda.

Serda Yedi Kusuma berkoordinasi dengan pihak desa, Dinas Pertanian, dan BPBD Sidoarjo untuk mengatasi banjir. Gotong royong dan kerja sama TNI-rakyat menjadi kunci menghadapi tantangan. Harapannya, penanaman berjalan lancar dan hasil panen mendukung ketahanan pangan daerah.

Di Kelurahan Urangagung, Serka Sukaryono mendampingi petani Bapak Solikin mengolah lahan seluas 7 hektar. Bersama Poktan Sri Sedono, mereka mempersiapkan masa tanam. Serka Sukaryono menekankan komitmen TNI sebagai mitra strategis petani, bukan hanya pengaman wilayah, tetapi juga pendukung kemandirian pangan.

Kehadiran Babinsa memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada petani. Ketua Poktan Sri Sedono, Bapak Suroso, mengapresiasi pendampingan Serka Sukaryono. Sinergi TNI-masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian dan mempererat hubungan emosional. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pemasangan Tanggul di Desa Banjarjo: Koramil 11/Padangan Bantu Warga Pasang Tanggul untuk Mitigasi Longsor.

BOJONEGORO, – Masih adanya hujan dengan intensitas tinggi di musim kemarau, membuat debit air Sungai Bengawan Solo kerap turun naik. Hal ini membuat tanah di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo yang melewati Desa Banjarjo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro menjadi rawan longsor akibat abrasi arus sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Dari pantauan media telah terjadi tanah longsor di Desa Banjarjo Kecamatan Padangan. Hal tersebut menjadikan kekhawatiran bagi warga desa setempat. Sehingga, Koramil 11/Padangan Kodim 0813 Bojonegoro mengerahkan Babinsa jajarannya untuk membantu warga Desa Banjarjo memasang tanggul penahan guna meminimalisir terjadinya tanah longsor, Minggu (8/6/2025).

Bati Tuud Koramil 0813-11/Padangan Peltu Imam, mengatakan, terjadinya tanah longsor di dekat pemukiman warga Desa Banjarjo karena gerusan arus Sungai Bengawan Solo beberapa waktu lalu yang memang sempat naik debit airnya akibat hujan deras yang masih terjadi pada musim kemarau.

“Kehadiran TNI dalam membantu warga Desa Banjarjo adalah bentuk kepedulian, dan rasa sayang kepada rakyat sebagai ibu kandung TNI. Oleh karenanya, apapun kesulitan rakyat maka TNI akan senantiasa hadir membantu mengatasinya,” ujarnya.

Pemasangan tanggul penahan tanah longsor yang dilakukan oleh Koramil 0813-11/Padangan juga diikuti segenap warga desa. Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala Desa Banjarjo beserta Perangkat Desa, dan sejumlah anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) desa setempat.

Kepala Dusun Mbaru, Agus Heriyanto, sekaligus mewakili Kepala Desa Banjarjo, mengucapkan berterima kasih dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh para Babinsa Koramil 0813-11/Padangan dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana alam di seluruh wilayah Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro khususnya di Desa Banjarjo.

“Kehadiran TNI ditengah masyarakat untuk membantu warga yang mengalami kesulitan, dan musibah adalah bentuk tanggung jawab moral TNI sebagai pelindung rakyat, dan hari ini adalah sebagai buktinya, terima kasih untuk bapak-bapak Babinsa Bersama Rakyat TNI Kuat,” pungkasnya

Transparansi Dana Desa: TNI Terlibat dalam Pengawasan Pembangunan Jalan di Bondowoso

Bondowoso – Pemeriksaan dan pengukuran jalan desa yang telah dibangun menggunakan dana desa dilaksanakan di Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Minggu (8/6). Kegiatan ini melibatkan Babinsa Koramil 0822/13 Prajekan, Serda Eka Yudha, bersama perangkat desa setempat.

Pengukuran dilakukan untuk memastikan kesesuaian pembangunan fisik dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur.

Serda Eka Yudha menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam proses pengawasan pembangunan desa merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Kami hadir untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Perangkat desa turut mengapresiasi kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut. Mereka menyebutkan bahwa pendampingan dari TNI sangat membantu dalam menciptakan suasana tertib dan transparan di tengah masyarakat. Jalan desa yang diperiksa diketahui telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan oleh warga.

Pemeriksaan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara aparat desa, Babinsa, dan masyarakat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Pihak desa juga menyatakan komitmennya untuk terus melibatkan semua unsur dalam pengelolaan dana desa secara terbuka dan bertanggung jawab.

Pembersihan Saluran Irigasi: Langkah Nyata TNI dalam Meningkatkan Hasil Pertanian di Bondowoso

Bondowoso — Demi mendukung ketahanan pangan nasional, Babinsa Penang dari Posramil Botolinggo, Serda Deny Wahyudi, melaksanakan kegiatan pendampingan pembersihan saluran irigasi di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Minggu (8/6). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran aliran air menuju lahan persawahan warga.

Pembersihan saluran irigasi tersebut dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat sekitar. Irigasi yang sebelumnya tertutup lumpur dan sampah, kini kembali berfungsi dengan baik untuk mengairi lahan pertanian, khususnya tanaman padi yang menjadi andalan warga setempat.

Serda Deny Wahyudi menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu, sekaligus memastikan sarana pertanian seperti irigasi tetap berfungsi maksimal,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan di wilayah binaan Posramil Botolinggo ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang tak segan turun langsung ke lapangan bersama petani. Selain tenaga, Babinsa juga memberikan motivasi agar warga lebih peduli terhadap keberlanjutan fasilitas irigasi.

Langkah ini menjadi bukti nyata keterlibatan TNI AD, khususnya para Babinsa, dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Pendampingan seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh dan terus dilakukan secara rutin demi kesejahteraan petani dan peningkatan hasil pertanian di Bondowoso.

Kegiatan Kurban di Pondok Pesantren Al Ishlah: Babinsa Koptu Alam Tunjukkan Empati dan Kepedulian

BONDOWOSO — Suasana penuh haru dan kebersamaan tergambar jelas dalam pelaksanaan pemotongan dan penyaluran hewan kurban di Pondok Pesantren Al Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso. Tak kurang dari 1.161 ekor hewan kurban disembelih dan dibagikan kepada sekitar 7.000 penerima. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah aksi sigap dan penuh empati dari Babinsa Dadapan, Koptu Alam, yang tak hanya mengamankan jalannya kegiatan, tetapi juga terjun langsung membantu warga, termasuk nenek-nenek yang pingsan akibat kelelahan. Sabtu (7/6/2025).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Idul Adha 1446 H ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Ishlah, KH. Thoha Yusuf Zakariya, Lc. Doa dan semangat keikhlasan mengiringi proses pemotongan kurban, yang terdiri dari 109 ekor sapi—termasuk sumbangan dari Presiden RI Prabowo Subianto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo—serta 1.052 ekor kambing.

Koptu Alam, Babinsa yang menjadi tulang punggung pengamanan di lokasi, tampil sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan penuh semangat, ia membantu membagikan daging kurban kepada masyarakat yang memadati area pondok pesantren. Bahkan, dalam satu momen menyentuh, Koptu Alam terlihat menggendong seorang nenek yang pingsan karena kelelahan antre sejak pagi hari. Aksinya disambut haru oleh warga sekitar.

“Saya hanya menjalankan tugas dan panggilan hati. Lihat senyum warga menerima daging kurban, itu sudah kebahagiaan terbesar bagi saya,” ujar Koptu Alam dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban ini mendapat pengamanan ketat. Sebanyak 7 personel dari Koramil, 11 personel Polsek Grujugan, 14 personel dari Polres Bondowoso, dan 6 anggota Satpol PP turut mengawal jalannya acara. Koordinasi berjalan lancar, menjadikan distribusi daging kurban kepada ribuan warga berlangsung tertib dan aman.

Masyarakat sekitar pun memberikan apresiasi tinggi terhadap peran TNI-Polri, khususnya kepada Babinsa yang menurut mereka selalu hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan. “Babinsa Pak Alam itu luar biasa. Selalu siap bantu, bahkan tak ragu turun langsung ke lapangan. Warga sangat terbantu,” ujar Ibu Siti, salah satu warga penerima daging kurban.

Kegiatan kurban di Ponpes Al Ishlah tahun ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sekaligus menguatkan sinergi TNI-Polri bersama masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan di momen sakral Hari Raya Idul Adha.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan di Dusun Silirsari oleh Dandim 0825/Banyuwangi.

Banyuwangi – Langkah nyata TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan kembali terlihat melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125. Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han. memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Minggu (08/06/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.05 WIB ini dihadiri sekitar 50 orang dari berbagai unsur, termasuk aparat TNI, kepolisian, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Prosesi peletakan batu pertama diawali dengan doa bersama sebagai bentuk syukur dan harapan agar pembangunan berjalan lancar.

Letkol Arh Joko Sukoyo dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan luar biasa dari warga.

“Hari ini kita menandai dimulainya pembangunan jembatan yang sangat penting bagi konektivitas warga. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat besar dan mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa,”* ujarnya.

Lebih dari sekadar infrastruktur, pembangunan jembatan ini mencerminkan semangat produktif dan adaptif antara TNI dan masyarakat. Produktif karena jembatan akan membuka akses ekonomi dan mobilitas warga, serta adaptif karena mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan melalui kolaborasi lintas sektor.

Warga menyambut dengan penuh semangat dan harapan. Salah satu warga, Ibu Srinatun, menuturkan:

“Kami sangat senang dan bangga. Jembatan ini sudah lama kami dambakan, karena sangat vital bagi aktivitas pertanian dan sekolah anak-anak. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah peduli,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Program TMMD ke-125 kali ini menjadi bukti sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di pedesaan. Peletakan batu pertama ini menjadi simbol awal dari jembatan harapan bagi warga Silirsari.

Hari Raya Idul Adha 1446 H: TNI dan Masyarakat Bersinergi dalam Penyembelihan Hewan Kurban.

BANYUWANGI – Dalam semangat berbagi dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat, Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi menggelar penyembelihan hewan kurban dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Kegiatan penuh makna ini berlangsung khidmat di halaman lapangan tenis Kartika Bumi Blambangan Makodim 0825, Sabtu pagi (7/6/2025).

Tahun ini, sebanyak 6 ekor hewan kurban disembelih, terdiri dari 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing, yang merupakan wujud kepedulian dan keteladanan dari Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han.

Puluhan personel TNI bersama masyarakat sekitar turut andil dalam proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengemasan dan pendistribusian daging kurban. Daging tersebut dibagikan kepada warga sekitar Makodim, kaum dhuafa, para mustahik, yayasan, serta organisasi sosial binaan Kodim 0825.

Ketua Panitia Kurban, Letda Kav Suparman, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah, tahun ini jumlah hewan kurban meningkat dibanding tahun lalu. Semoga ini menjadi amal ibadah yang diridai Allah SWT, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat sangat terasa dalam kegiatan ini.

“Ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga bentuk nyata sinergi TNI dan rakyat dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo menegaskan bahwa kurban menjadi agenda rutin yang mengandung pesan moral dan spiritual bagi seluruh anggota.

“Idul Adha adalah momen untuk menanamkan keikhlasan, memperkuat empati, serta mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui kurban, kami hadir untuk berbagi dan meneguhkan nilai gotong royong,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi refleksi dari komitmen Kodim 0825/Banyuwangi dalam mengamalkan nilai-nilai ke-TNI-an yang selalu berpihak kepada rakyat, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan Pembersihan Lingkungan: Babinsa Sumbergandu Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan

Madiun, – Babinsa Desa Sumbergandu, Koramil 0803-10/Pilangkenceng, Serda Sudjiono melaksanakan kegiatan kerjabakti pembersihan lingkungan bersama masyarakat RT 21/RW 03, Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (8/6).

Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan sebagai upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Serda Sudjiono bersama warga secara bergotong royong membersihkan area pemukiman dari sampah dan rumput pembohong yang mengganggu.

“Melalui kerjabakti ini, kita meningkatkan kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” ujar Serda Sudjiono. Selain membersihkan lingkungan, Babinsa juga memberikan motivasi kepada warga agar rutin menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik.

Masyarakat RT 21/03 menyambut baik kehadiran Babinsa yang aktif mendukung kegiatan sosial dan lingkungan di desa mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Koramil 0803-10/Pilangkenceng berkomitmen terus mendampingi dan mendukung masyarakat desa dalam berbagai kegiatan yang meningkatkan kebersihan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.

Babinsa Sukapura Bersama Warga dan PLN Perbaikan Jaringan Listrik Rusak Akibat Pohon Tumbang.

Probolinggo, Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan oleh anggota Koramil 0820/08 Sukapura bersama warga setempat dan petugas PLN saat melakukan perbaikan instalasi kabel listrik yang rusak akibat pohon tumbang di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo,(8/6).

Dipimpin oleh Sertu Agung Wahyu, kegiatan dimulai pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Pendampingan ini bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan proses pemeliharaan jaringan listrik, yang sempat terganggu dan berpotensi membahayakan warga sekitar.

Meski dilakukan di bawah terik matahari, semangat kerja sama antara TNI, PLN, dan warga tidak surut. Proses berjalan tertib, aman, dan lancar, mencerminkan sinergi yang solid antara aparat dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.

Upaya ini menjadi contoh konkret keterlibatan TNI dalam membantu mengatasi permasalahan di wilayah binaan, sekaligus memperkuat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat.