Dandim 0825 Banyuwangi Kunjungi Dapur Gizi untuk Monitoring Program Pemenuhan Gizi

Banyuwangi,– Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., melakukan kunjungan dan peninjauan terhadap Dapur Gizi di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring program pemenuhan gizi nasional yang dikelola melalui dapur sehat di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banyuwangi.

Kunjungan ini berlangsung di Lapangan Futsal Yudistira Dusun Panjen, RT 04 RW 01, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Dandim 0825/Banyuwangi didampingi oleh Pasi Ter Kodim 0825/Banyuwangi Kapten Inf Sumitro, Danramil 0825/19 Sempu Kapten Inf Misdari, serta beberapa pejabat dan personel terkait. Hadir pula Ketua Tim LPPI, Bapak Deni beserta timnya, serta dua orang perwakilan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Dalam kunjungannya, Dandim 0825/Banyuwangi beserta rombongan meninjau langsung fasilitas dapur gizi dan memastikan kesiapan operasionalnya. Selain itu, Dandim juga melakukan pemeriksaan kendaraan satuan pelayanan pemenuhan gizi yang digunakan dalam distribusi makanan bergizi kepada anak-anak sekolah.

Dapur Gizi ini merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan. Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi sesuai Standar Badan Gizi Nasional (SBGN). Di Kabupaten Banyuwangi, program ini dikelola melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Bulog Banyuwangi, dan Yayasan Babul Huda.

Kegiatan peninjauan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dandim 0825/Banyuwangi menegaskan komitmen Kodim dalam mendukung program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang mendapatkan akses makanan sehat, sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Dandim 0825/Banyuwangi mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menyukseskan program ini di Banyuwangi.

Hotel Kokoon Banyuwangi Gelar Donor Darah Rayakan Anniversary Ke-5 dengan Masyarakat

Banyuwangi,– Dalam rangka memperingati anniversary yang ke-5, Hotel Kokoon Banyuwangi menggelar kegiatan donor darah. Acara ini berlangsung di Hotel Kokoon yang berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini dihadiri oleh General Manager Hotel Kokoon, Ibu Weny, beserta seluruh karyawan hotel, Camat Kabat, Teddy Radiansyah, beserta staf, serta Danramil Kabat, Kapten Kav Makali, yang turut hadir bersama empat anggota. Selain itu, hadir pula perwakilan anggota Kodim 0825 Kota, perwakilan dari masing-masing desa, serta peserta donor darah lainnya yang dengan antusias mengikuti kegiatan sosial ini.

Dalam sambutannya, General Manager Hotel Kokoon, Ibu Weny, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian sosial hotel terhadap masyarakat serta upaya dalam mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Banyuwangi. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi agenda rutin ke depannya,” ujar Ibu Weny.

Sementara itu, Camat Kabat, Teddy Radiansyah, mengapresiasi inisiatif Hotel Kokoon dalam menyelenggarakan acara sosial ini. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian Hotel Kokoon terhadap kegiatan kemanusiaan. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Antusiasme peserta dalam kegiatan ini terlihat dari banyaknya pendaftar yang ingin menyumbangkan darahnya. Tidak hanya karyawan hotel, tetapi juga masyarakat sekitar turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk berbagi dan berkontribusi bagi sesama.

Kegiatan donor darah dalam rangka anniversary ke-5 Hotel Kokoon Banyuwangi ini pun berlangsung dengan sukses dan lancar. Pihak penyelenggara berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pelatihan Keterampilan di BPVP Banyuwangi Tingkatkan Daya Saing Lulusan SMK

Banyuwangi,- Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi menjadi saksi terlaksananya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SMK se-Kabupaten Banyuwangi dengan BPVP Banyuwangi. Acara yang berlangsung pada Kamis (20/2) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing lulusan SMK dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi tamu undangan pada pukul 13.30 WIB, dilanjutkan dengan seremonial pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kemenaker, serta sambutan dari berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Kepala BPVP Banyuwangi, Arsad, S.Ag, M.Pd.I, menyampaikan bahwa BPVP telah mencetak lebih dari 28.628 peserta sejak tahun 2018. Kerja sama dengan SMK se-Kabupaten Banyuwangi ini diharapkan mampu memberikan arahan yang lebih jelas bagi para siswa dalam menyiapkan keterampilan dan kesiapan kerja mereka.

Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Arh. Joko Sukoyo, S. Sos, M.Han, menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas BPVP untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Banyuwangi. “Adanya pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan skill, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa nasionalisme bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Danlanal Banyuwangi, Letkol L (P) Hafidz, M.Tr.Opsla, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing menuju Indonesia Emas.

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H, turut memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan pentingnya membangun kompetensi hard skill dan soft skill, serta kecerdasan emosional dan spiritual dalam menghadapi persaingan di dunia kerja.

Acara berakhir pada pukul 15.15 WIB dengan suasana yang lancar dan kondusif. Dengan adanya MoU ini, diharapkan lulusan SMK di Banyuwangi semakin siap menghadapi dunia kerja dengan keterampilan yang mumpuni dan daya saing yang tinggi.

Kodim 0825 Banyuwangi Bersama Bulog Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Wilayah Banyuwangi

Banyuwangi,- Komando Distrik Militer 0825 Banyuwangi bersama Bulog Banyuwangi menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah. Berbagai kegiatan telah dan akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat. Minggu (23/02/2025)

Komandan Kodim yang kali ini diwakili oleh Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kav Suprapto yang didampingi oleh Pasiter Kodim 0825 serta tim dari Bulog Banyuwangi menyatakan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas utama TNI AD.

“Kami menyadari bahwa ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi stabilitas dan keamanan wilayah di sela-sela melaksanakan kunjungan di Penggilingan padi di wilayah Kecamatan Gambiran. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian, menjaga rantai pasok, dan memastikan harga pangan yang terjangkau,” ujarnya

Semoga adanya kolaborasi antara Kodim 0825 Banyuwangi dan Bulog serta para pengusaha Penggilingan padi di wilayah harga gabah dari petani tetap terjaga sehingga Kab. Banyuwangi bisa swasembada pangan sehingga masyarakat bisa hidup sejahtera.

Kegiatan Penyemprotan Hama Gulma Dukung Ketahanan Pangan di Kecamatan Camplong Sampang

Sampang,– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Sertu Moniri, Babinsa dari Koramil 0828/02 Camplong, melaksanakan kegiatan pendampingan kepada masyarakat Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu petani dalam upaya pengendalian hama gulma pada tanaman padi yang tengah dilaksanakan melalui penyemprotan secara terpadu.

Kegiatan penyemprotan hama gulma ini dilakukan untuk menjaga kesehatan tanaman padi agar tidak terganggu oleh gangguan gulma yang dapat mengurangi hasil panen. Dalam kesempatan tersebut, Sertu Moniri memberikan pendampingan dan edukasi kepada para petani mengenai teknik penyemprotan yang efektif dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergitas TNI dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Camplong. Selain itu, pendampingan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan pertanian yang tepat guna dan ramah lingkungan.

Sertu Moniri mengungkapkan bahwa, “Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata dari kepedulian TNI terhadap keberhasilan pertanian di desa, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga ketahanan pangan di wilayah ini.”

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani dapat mengelola lahan pertanian mereka dengan lebih baik, serta memperoleh hasil panen yang optimal dan berkualitas.

Fogging di Desa Sawahan Dapat Respon Positif dari Warga untuk Cegah DBD

Madiun, – Babinsa Desa Sawahan, Koramil 0803/17 Sawahan, Serka Budi Haryanto, secara aktif melakukan monitoring kegiatan fogging yang dilaksanakan oleh petugas gabungan dari Dinas Sosial Kabupaten Madiun dan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Sawahan, Sabtu (22/2). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Desa Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan fogging berjalan efektif dan menjangkau seluruh area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

Serka Budi Haryanto menekankan pentingnya kerjasama antara Babinsa, Dinas Sosial, dan Puskesmas dalam upaya pencegahan DBD. Ia menyatakan bahwa kegiatan fogging merupakan salah satu langkah penting, namun upaya pencegahan yang lebih komprehensif juga diperlukan, seperti pembersihan lingkungan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam keberhasilan program pencegahan DBD ini.

Selama monitoring, Serka Budi Haryanto juga berinteraksi langsung dengan petugas fogging dan warga masyarakat. Ia memastikan bahwa proses penyemprotan dilakukan secara merata dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu, ia juga memberikan arahan dan imbauan kepada warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan jika terdapat genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Kegiatan fogging ini mendapatkan respon positif dari warga Desa Sawahan. Mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. Kerja sama yang baik antara Babinsa, Dinas Sosial, Puskesmas, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan penyakit menular di wilayah tersebut.

Ke depannya, Babinsa Desa Sawahan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat untuk melakukan berbagai upaya pencegahan DBD, termasuk penyuluhan kesehatan, pembersihan lingkungan, dan kegiatan fogging secara berkala. Komitmen bersama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyakit DBD di Desa Sawahan.

Prajurit Yonkav 3 Sukses di Asian Rifle Pistol Cup, Bawa Medali untuk Indonesia

Bangkok, Thailand,- Prajurit terbaik Yonkav 3, Sersan Satu Deka Diko Anugrah, kembali mengukir prestasi dalam kejuaraan menembak Asian Rifle Pistol Cup di Bangkok, Thailand. Keberhasilannya kali ini semakin menegaskan dominasinya dalam cabang olahraga menembak tingkat internasional.

Bertanding di kategori 25M Rapid Pistol Men Team, Sertu Deka Diko Anugrah tampil luar biasa. Ia berhasil menyumbangkan dua medali untuk Indonesia, yaitu medali perak pada nomor 25M Standard Pistol Men Team dan medali perunggu pada nomor 25M Rapid Fire Pistol Men Team.

Kejuaraan bergengsi ini diikuti oleh para atlet menembak terbaik dari berbagai negara di Asia. Persaingan ketat membuat setiap peserta harus menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan ketenangan dan keterampilan tinggi, Sertu Deka mampu bersaing di level tertinggi.

Komandan Yonkav 3/AC, Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian luar biasa ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan disiplin, serta mental baja yang dimiliki para prajurit.

Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi seluruh anggota Yonkav 3 untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan. Keberhasilan Sertu Deka menunjukkan bahwa dengan dedikasi tinggi, prajurit Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

Selain itu, pencapaian ini turut mengharumkan nama TNI AD dan Indonesia di mata dunia. Keikutsertaan dalam kompetisi semacam ini semakin membuktikan kualitas para atlet menembak dari Indonesia di tingkat global.

Ajang Asian Rifle Pistol Cup menjadi bukti bahwa pembinaan dan pelatihan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang membanggakan. Prestasi Sertu Deka adalah cerminan dari dedikasi dan semangat juang prajurit TNI AD.

Diharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya prajurit Yonkav 3, untuk terus berusaha dan mengembangkan diri. Dengan semangat pantang menyerah, prestasi yang lebih besar bisa diraih di masa mendatang.

Edukasi Pertanian bagi Pelajar SDN Jombatan Dorong Cinta Lingkungan Sejak Dini

Jombang – Koramil 0814/12 Kesamben berhasil menyukseskan kegiatan Sekolah Lapang Pertanian yang diadakan untuk pelajar SDN Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Babinsa Kesamben, Sertu Anas, yang juga berperan sebagai fasilitator dalam memberikan pengetahuan dasar mengenai teknik pertanian yang baik dan ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap dunia pertanian sejak dini,” pungkasnya.

Kodim 0814/Jombang Gelar Sosialisasi Penyerapan Gabah dan Beras untuk Petani

Jombang,- Kodim 0814/Jombang bersama dengan Bulog menggelar sosialisasi terkait penyerapan gabah dan beras di wilayah Kabupaten Jombang.

Acara yang berlangsung di Aula Makodim 0814 Jombang itu bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para petani dan stakeholders terkait pentingnya keberlanjutan program penyerapan gabah dan beras dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari Bulog, petani, serta berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi wadah bagi para petani untuk memperoleh informasi langsung mengenai prosedur penyerapan gabah dan harga yang diterima.

Sosialisasi tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa para petani mendapatkan harga yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Penyerapan gabah dan beras oleh Bulog sangat penting untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras. Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada petani tentang mekanisme yang ada, ” kata Kasdim 0814/Jombang, Mayor Cke Nurhadi. Jumat (21/02/2025).

Melalui kegiatan itu, diharapkan komunikasi antara petani, Bulog, dan pihak terkait lainnya semakin baik, sehingga proses penyerapan gabah dan beras berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani di Kabupaten Jombang.

“Kegiatan ini juga menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di Jombang, ” tandasnya.

Gerakan Pengendalian Tikus Dilakukan Petani Lamongan untuk Lindungi Tanaman Padi

Lamongan,- Seringnya gagal panen akibat serangan tikus sawah membuat para Petani terutama Gapoktan Harapan Dua Desa Watang Panjang Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan melaksanakan gerakan pengendalian tikus (GERDAL) yang bekerjasama dengan tenaga pertanian Badan Penyuluh Pertanian (BPP), PPL dan Koramil 0812/20 Karangbinangun di area persawahan Desa Watang panjang, Karangbinangun.

Kegiatan Gerdal hama tikus yang menggangu tanaman dilaksanakan sebagai upaya mengurangi resiko kegagalan panen padi oleh para Petani.

Dalam hal ini Anggota Koramil 0812/20 Karangbinangun Sertu Ardianto mengatakan gerakan pengendalian hama tikus sebagai upaya untuk mengatasi hama tikus yang selalu menyerang tanaman padi, dengan harapan akan bisa panen secara maksimal demi terwujudnya suatu ketahanan pangan dan kesejahteraan para Petani.

“Saat ini musim tanam sudah dimulai, sebelum pengolahan sawah lebih dulu disosialisasikan berbagai macam cara mengatasi hama pengganggu tanaman kususnya padi. Dengan harapan bisa meminimalisir biaya produksi serta panen bisa dilaksanakan secara maksimal” katanya.

Sementara itu, Imam, S.P. selaku Kepala UPT Pertanian Karangbinangun mengatakan bahwa hama tikus merupakan hama yang paling berbahaya dan dapat mengancam tanaman padi.

“Kita akan berkeliling area persawahan untuk mencari lubang yang di indikasi sebagai rumah tikus dan kita taruh campuran racun di sekitar lubang rumah tikus tersebut. Harapannya, populasi tikus akan berkurang dan hasil panen Petani akan melimpah” pungkasnya.