Masyarakat Bersatu Bersihkan Longsor, Babinsa Mojowarno Terjun Langsung

Jombang,– Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan wonosalam Desa Sambirejo menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang yang menutup akses jalan utama Babinsa Koramil 17/ Kodim 0814/Jombang, Serda dani, bersama masyarakat setempat, bergerak cepat melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor.

untuk sementara ini korban yang sdh di evakuasi 1 orang an makruf 13 tahun dan langsung di rujuk di RSK Mojowarno Jombang dan 2 masih dalam pencarian.tegas Serda Dani

Serda dani menjelaskan, intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Akibatnya, jalan utama yang menjadi jalur penghubung antar dusun tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Dengan alat seadanya, kami bersama Pemerintah Desa Sambirejo dan masyarakat bergotong-royong membersihkan material longsor dan pohon tumbang yang menghalangi jalan. Kami berharap akses jalan segera normal kembali sehingga aktivitas warga tidak terganggu,” ungkap Serda Dani di lokasi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem. “Intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini meningkatkan risiko longsor. Kami mengajak warga untuk terus berhati-hati dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Kepala Desa Wonokerso, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Babinsa dan seluruh masyarakat yang ikut berpartisipasi. “Gotong royong ini adalah wujud nyata dari solidaritas yang harus terus dipertahankan. Dalam situasi darurat seperti ini, kekompakan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan bersama,” ujarnya.

Rapat Koordinasi Sego Boran, Dandim Siapkan Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan

Lamongan,- Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han., menjadi Pimpinan sekaligus Narasumber dalam Rapat Koordinasi Sego Boran (Sinergi Kolaborasi Untuk NKRI) bersama Pengda Lamongan Ikatan Notaris Indonesia dan Fakultas Hukum Unisla serta Muspika Tikung bersama BPP dan segenap Kelompok Tani se Kecamatan Tikung. Kegiatan ini diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan.

Swasembada pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi Negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup.Baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau. Bagi Indonesia, pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama.

Hal tersebut diungkapkan Dandim 0812/Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han., pada saat membuka acara Rapat Koordinasi Sego Boran dengan seluruh Elemen Bangsa gun menciptakan Negara Indonesia yang swasembada di bidang pangan.

“Kita bersatu padu berkolaborasi untuk NKRI dalam bidang swasembada pangan dan mendukung program Pemerintah” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa pangan adalah hidup matinya suatu Bangsa. Manakala suatu Bangsa mampu memenuhi bahan makanan sendiri, maka Bangsa itu akan merdeka. Apabila kekurangan bahan makan, maka Rakyat akan sengsara dan tinggal menunggu waktu kehancuran suatu Bangsa.

“Petani adalah tiang suatu Negara, semakin kuat Petani maka semakin kuat suatu Negara. Karena Petani adalah Aktor penentu tegak dan kokohnya suatu Bangsa” tambahnya.

Senada,Dr. Ister Angelia S.H.,M.Kn., selaku Ketua Pengurus Daerah Lamongan Ikatan Notaris Indonesia mengatakan bahwa kebutuhan akan pangan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah populasi manusia. Untuk itu dirinya mengajak seluruh undangan yang hadir untuk bersama sama mewujudkan kemakmuran Bangsa khususnya di bidang pangan.

“Bahwa pangan merupakan kebutuhan mutlak setiap manusia. Dan sebagai warga Indonesia, kita semua mempunyai kewajiban yang sama untuk mendukung dan mensukseskan program program Pemerintah terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan Nasional” ujarnya.

Babinsa Koramil Kesamben Bersama Petani Ciptakan Lingkungan Pertanian yang Optimal

Jombang,- Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil Kesamben, Kabupaten Jombang, terjun langsung melakukan pembersihan gulma bersama petani di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Melalui upaya itu, Serda Wawan tidak hanya melakukan pemberantasan gulma saja. Namun, Serda Wawan juga mengajak semua pihak untuk bersinergi melakukan optimalisasi ketahanan pangan.

“Saya mengimbau para petani di wilayah ini untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang ada. Dengan adanya upaya ini, diharapkan para petani dapat lebih produktif dan mandiri dalam mengelola pertanian mereka,” ujarnya.

Anggota Koramil dan Warga Bersama Perbaiki Jalan Desa Sumbernongko di Jombang

Jombang,- Dalam semangat gotong royong, anggota Koramil 0814-09/Kudu bersama warga desa Sumbernongko Kec. Ngusikan menggelar kerja bakti memperbaiki bahu jalan yang Ambrol karena tergerus aliran sungai. Jalan tersebut merupakan akses utama yang sering digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Kerja bakti ini melibatkan anggota Koramil serta warga setempat yang bahu-membahu membuat tanggul guna memperbaiiki jalan tsb. Material yang digunakan, seperti Tanah dan karung disediakan secara swadaya oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah desa.

Komandan Koramil 0814-09/ Kudu Lettu Arm Mujianto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi bersama. Perbaikan jalan ini penting karena jalan yang rusak dapat menghambat aktivitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Salah satu warga, Bpk Suroso, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian anggota Koramil.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan dari bapak-bapak TNI. Dengan kerja sama ini, jalan desa kami menjadi lebih baik dan nyaman untuk dilalui,” tuturnya.

Jalan yang diperbaiki ini merupakan penghubung antar-desa di wilayah tersebut. Kerja bakti ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur desa dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kegiatan semacam ini juga menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun desa yang lebih baik. “Kami harap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” tambah Kepala Desa Bpk.Sumartono .

Generasi Muda Dapat Pembinaan Kedisiplinan oleh Babinsa di MA Syafi’iyah

Jombang,- Guna menumbuhkan jiwa patriotisme terhadap generasi muda penerus bangsa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0814/02 Diwek Pelda Akhmad Wahib memberikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa-siswi MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Babinsa Cukir pelda Akhmad Wahib mengungkapkan, pemberian materi Wasbang kepada pelajar di sekolah harus dilaksanakan dalam rangka menanamkan nilai-nilai yang ada pada Pancasila dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut penting dilaksanakan, agar para siswa-siswi ini dapat menjadi generasi-generasi penerus bangsa yang tangguh, disiplin dan handal yang dapat membanggakan orang tua, masyarakat, bangsa dan negara.

“Materi yang diberikan dalam wawasan kebangsaan ini meliputi dasar Pancasila, kedisiplinan, kebersamaan, serta belajar Sopan santun sehingga mudah dipahami dan dicerna oleh para siswa dan siswi,” tegas pak Babinsa

Tetap semangat dalam berkarya guna kemajuan dan tumbuhnya tunas bangsa menuju gerenasi emas Indonesia jaya.

Pemantauan Banjir: Babinsa Bersama Pemerintah Desa Tanggulangin Cek Dampak Luapan Sungai

Sidoarjo,- Anggota Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin Serka Yoyo bersama Pemerintah Desa Penatarsewu melaksanakan kegiatan pemantauan dan monitoring wilayah yang telah terjadi banjir akibat luapan air sungai kali alo pasca terjadi hujan deras semalam dengan intensitas tinggi sehingga di permukiman rumah warga terjadi genangan air

Adapun kronologi kejadian Pukul 16.30 Wib, telah terjadi hujan dengan intensitas tinggi di seluruh wilayah Kec.Tanggulangin Kab.Sidoarjo termasuk Desa.Penatarsewu. Akibat intensitas hujan tinggi dan hujan cukup lama terjadi, Maka sungai kali alo yang melintas di Desa.Penatarsewu Kec.Tanggulangin Kab.Sidoarjo tidak mampu menampung air sehingga meluap ke permukiman warga di 2 Dusun Desa.Penatarsewu

Dusun yang terdampak yakni Dusun Sangewu dengan ketinggian air 10 s/d 15 cm dan Dusun Pelataran dengan ketinggian air 15 s/20 cm

Pukul 19.30 Wib hujan mulai mereda namun sungai kali alo yang melintas di Desa.Penatarsewu Kec.Tanggulangin Kab.Sidoarjo semakin meluap dan menggenang di 2 Dusun ( Dusun Sangewu dan Dusun Pelataran). Sampai dengan saat ini kondisi air masih menggenang di 2 dusun tersebut Rumah yang terdampak genangan air sejumlah 227 Rumah Kerugian Personil (Nihil) dan kerugian Materiil beberapa warga ada yang tidak sempat mengamankan barang dirumah sehingga ikut terendam/ terggenang

Upaya yang dilakukan oleh Babinsa beserta pemerintah desa “Mendatangi lokasi kejadian/TKP bersama sama dan Melaksanakan pendataan serta Melaporkan ke Komando atas” Bencana banjir yang terjadi di wilayah Desa Penatarsewu merupakan banjir akibat air sungai kali alo yang meluap apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi

Forkopimda Sidoarjo Luncurkan Gerakan Penanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sidoarjo,– Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional 2025, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan penanaman jagung serentak seluas 1 juta hektar yang dilaksanakan di Dusun Ciro Kulon RT 16/RW 04, Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Acara ini dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk petani, aparat pemerintah, dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kombes Pol. Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si. (Kapolresta Sidoarjo), Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos. (Dandim 0816/Sidoarjo), Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT. (Kadis Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo), Ristanto (Waka Bulog Cabang Surabaya), Barito Jati (Kasubdit Pidum Kejari Sidoarjo), serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kegiatan ini dimulai dengan video virtual peluncuran yang dipimpin oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dan Kapolri, Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang dilaksanakan di Desa Karangmukti, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Peluncuran tersebut menjadi simbol dimulainya gerakan nasional penanaman jagung serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif antara TNI, Polri, dan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan nasional. “Melalui sinergi antara instansi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, kita akan mampu mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos. turut menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi sangat penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh nyata kolaborasi yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani lokal,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Forkopimda Sidoarjo secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada 8 perwakilan kelompok tani dari Desa Bakungtemenggungan. Selain itu, seluruh peserta bersama Forkopimda dan Forkopimcam Balongbendo melaksanakan penanaman jagung di lahan yang telah disiapkan, yang menjadi simbol sinergi dalam mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Bakungtemenggungan, serta penebaran 500 ekor ikan gurami sebagai langkah diversifikasi pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan keberagaman konsumsi pangan serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, Forkopimda Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Kegiatan penanaman jagung serentak ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan ekonomi masyarakat Sidoarjo, serta turut berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan Indonesia pada tahun 2025.

Edukasi Pencegahan PMK oleh Dinas Pertanian kepada Peternak di Desa Becirongengor

Sidoarjo,– Babinsa Desa Becirongengor, Serda Saiful Rizal, bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo melaksanakan kegiatan pengecekan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi milik Bapak Ali Akbar, seorang peternak di Dusun Ciro RT 2 RW 1, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu.

Kegiatan yang dimulai ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan yang diwakili oleh Bapak Tony beserta tiga staf pendamping, Kepala Desa Becirongengor, yang turut mendukung kegiatan ini, Babinsa Desa Becirongengor, Serda Saiful Rizal, Bapak Ali Akbar, peternak yang menjadi tuan rumah pengecekan.

Pengecekan Kondisi Ternak Tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan memeriksa sapi-sapi milik Bapak Ali Akbar untuk memastikan kondisi kesehatan hewan, terutama terkait gejala PMK.
Pemilahan Sapi Berdasarkan Status Vaksinasi Sapi-sapi yang telah divaksin dan yang belum mendapatkan vaksinasi dipisahkan guna mencegah potensi penyebaran penyakit.

Arahan dan Edukasi Bapak Tony selaku perwakilan dari Dinas Pertanian dan Peternakan memberikan arahan langsung kepada Bapak Ali Akbar terkait langkah-langkah pencegahan PMK, pentingnya vaksinasi, dan tata cara perawatan ternak yang baik dan benar.

Babinsa Serda Saiful Rizal menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengendalikan penyebaran PMK yang masih menjadi ancaman bagi peternakan di wilayah Sidoarjo. “Kami terus bersinergi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada para peternak agar mampu menghadapi tantangan ini dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Ali Akbar mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan adanya pengecekan dan arahan ini. Semoga ternak kami selalu sehat dan hasil peternakan dapat meningkat,” katanya.

Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan ternak di Desa Becirongengor. Kerja sama yang solid antara Dinas Pertanian, Babinsa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan peternakan yang lebih maju dan bebas dari ancaman penyakit.

Dandim 0816/Sidoarjo Dampingi Pj Gubernur Jatim Kunjungi Warga Terdampak Banjir

Sidoarjo, Dalam rangka memastikan penanganan dan pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir, Pj Gubernur Jawa Timur, Bapak Adhy Karyono, A. KS., M.AP., bersama Forkopimda Sidoarjo melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 22 Januari 2025, pukul 11.00 WIB hingga selesai, dengan titik fokus di Perum Tirta Delta yang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., M.Kn., Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., dan sejumlah pejabat penting dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari jajaran pemerintahan, TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Kegiatan dimulai dengan peninjauan langsung oleh Pj Gubernur Jatim bersama Forkopimda ke lokasi terdampak banjir di Desa Kendalpecabean. Pj Gubernur beserta rombongan mengunjungi Posko BPBD di RT 1 RW 5 Perum Gren Residen, tempat bantuan logistik disalurkan. Dalam kesempatan ini, bantuan berupa sembako diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak banjir untuk meringankan beban mereka.

Kunjungan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Bapak Adhy Karyono, A. KS., M.AP. (Pj. Gubernur Jawa Timur), H. Subandi, SH., M.Kn. (Plt. Bupati Sidoarjo), Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos. (Dandim 0816/Sidoarjo), Perwakilan Kajari Sidoarjo, Bapak Novan Basuki Aria to, S.H., M.H., Bapak Ir. Hadi Pramoedjo, S.T., M.T. (Kepala Dinas PU Provinsi Jatim), Bapak Gatot Soebroto, SE., M.PSDM. (Kepala BPBD Provinsi Jatim), Pejabat lainnya dari kabupaten Sidoarjo, termasuk Camat Candi dan Danramil 0816/04 Candi.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Forkopimda, BPBD, dan masyarakat setempat dalam penanganan banjir. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta mengimbau agar pemerintah daerah terus mengutamakan keselamatan warga.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo juga menekankan bahwa TNI siap mendukung penuh penanganan bencana, baik dalam distribusi bantuan maupun pemulihan wilayah terdampak.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momentum untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Babinsa Ajak Peternak Ayam Perhatikan Kebersihan dan Nutrisi untuk Optimalisasi Hasil

Ngawi – Untuk meningkatkan perekonomian warga masyarakat diwilayahnya, Babinsa Karangjati melakukan pendampingan usaha ternak ayam daging serta membantu memasarkannya, kebutuhan daging ayam selama ini terus bertambah. Selain dijual dalam kondisi hidup, potongan daging mentahan juga digunakan sebagai bahan baku olahan makanan ringan, ini salah satu peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian warga sekitarnya.

Sehubungan dengan itu, Babinsa Serda Joko Trapsilo aktif melakukan pendampingan usaha peternakan ayam yang ada di wilayahnya.

Kali ini Babinsa mengunjungi langsung ke tempat usaha peternakan ayam milik Pak Nurdin yang berada di Desa Jatipuro, Kec Karangjati, Kamis (23/01/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa memberikan himbauan agar selalu memperhatikan faktor kebersihan kandang ayam, serta kebersihan lingkungan kandang, karena kebersihan kandang cukup efektif dalam memberikan tempat yang nyaman untuk ayam ternak supaya tumbuh berkembang dengan maksimal. Secara otomatis berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas ayam ternak.

“Selain kebersihan kandang, pemberian pakan dengan kadar protein dan nutrisi yang cukup juga akan mampu mendongkrak laju perkembangan ayam ternak,” terangnya.

Ia juga mengajak untuk menjaga kestabilan usaha para peternak lainnya, untuk saling mendukung dan bekerjasama yang lebih baik. Demi memenuhi permintaan daging ayam ternak di pasaran.