Aspers Kasdam V/Brw Dorong Generasi Muda Bangun Karakter Kuat Lewat Wawasan Kebangsaan

Surabaya – Kolonel Inf Rio Neswan, S.E., M.M., M.I.K., Aspers Kasdam V/Brw, menjadi narasumber seminar bertema “Wawasan Kebangsaan Membangun Karakter Generasi Muda” di SMKN 4 Surabaya, Seminar ini dihadiri seluruh siswa kelas X.

Dalam penyampaiannya, Kolonel Inf Rio Neswan, S.E., M.M., M.I.K. menekankan pentingnya wawasan kebangsaan untuk membentuk karakter kuat di era globalisasi. “Generasi muda adalah tonggak masa depan bangsa. Karakter yang kuat menentukan arah Indonesia,” ujarnya.

Seminar ini bertujuan membangun kesadaran nasionalisme dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada pelajar. Peserta aktif berdiskusi, menyampaikan ide, serta berkomitmen untuk mengimplementasikan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan suasana seminar yang interaktif, para siswa tampak antusias mengikuti paparan narasumber. Materi yang disampaikan tak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk siap menghadapi tantangan globalisasi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SMKN 4 Surabaya berharap seminar seperti ini terus dilakukan agar semakin banyak siswa memahami pentingnya wawasan kebangsaan.

Diharapkan, melalui seminar ini, generasi muda semakin menyadari peran mereka dalam menjaga keutuhan bangsa dan menjadi pribadi yang berkarakter kuat demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dukungan penuh Kodam V/Brawijaya, Pangdam Mayjen TNI Rudy Saladin Hadiri Rakor Sosialisasi Pengadaan Beras

Sidoarjo,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, menghadiri rapat koordinasi sosialisasi pengadaan beras atau gabah yang digelar gudang Bulog Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Rakor itu dihadiri oleh sejumlah pihak terkait lainnya dalam rangka mendukung ketersediaan pangan nasional.

Ditemui usai mengikuti rakor itu Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi beras, terutama di daerah-daerah yang rawan kekurangan pangan.

“Pengadaan beras bukan hanya soal logistik, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Pangdam.

Rakor itu juga membahas strategi pengadaan beras dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, inflasi, serta distribusi yang efisien.

Tak hanya itu, Mayjen TNI Rudy Saladin juga mengapresiasi kerjasama antar instansi dalam mendukung program Pemerintah, seperti penyaluran bantuan beras kepada masyarakat miskin dan penguatan cadangan pangan strategis.

“Kami dari TNI akan terus mendukung penuh, baik melalui pengamanan distribusi maupun pelaksanaan program strategis lainnya,” tambahnya.

Dengan diadakannya rakor itu, Pangdam berharap para pihak terkait dapat melakukan langkah-langkah konkret dalam pengadaan Beras terutama di Jawa Timur.

“Sehingga nantinya dapat segera diimplementasikan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” tandasnya.

Selain itu, dalam upaya mendukung, sekaligus mensukseskan swasembada ketahanan pangan, Pangdam juga menginstruksikan kepada seluruh Dansat di wilayah teritorial Kodam Brawijaya, agar mengerahkan para Babinsa.

“Babinsa harus terjun langsung bersama petani, dan melakukan pendampingan kepada petani. Itu semua, demi meningkatkan ketahanan pangan di Jatim,” pinta Mayjen TNI Rudy.

Sukses Jalankan LTT di Jatim, Mayjen TNI Rudy Saladin Fokus ke Jaringan Irigasi Tersier

Surabaya,- Komitmen Kodam V/Brawijaya dalam mendukung program Pemerintah, ternyata tak main-main. Salah satunya, dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam hal percepatan Luas Tambah Tanam atau program LTT padi di Jatim.

Dalam rakor yang berlangsung di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Jumat (24/01/2025) pagi, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, mengungkapkan jika capaian LTT di Jatim saat ini, telah mencapai 217.711 hektar.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sampai dengan minggu ke-3 Januari 2025, capaian luas tambah tanam di Jawa Timur telah mencapai 217.711 hektar,” kata Pangdam.

“Perlu saya sampaikan bahwa target luas tambah tanam padi di Jawa Timur pada tahun 2025 telah ditetapkan sebesar 2.748.760 hektar. Pencapaian ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan kerjasama yang baik dari semua pihak saya yakin target tersebut dapat tercapai,” imbuh Mayjen TNI Rudy Saladin.

Selain luas tambah tanam, pada kesempatan rakor yang dihadiri oleh Pj Kementan RI di Jatim, hingga stakeholder terkait itu, Mayjen TNI Rudy Saladin juga membahas persoalan jaringan irigasi tersier.

Tak tanggung-tanggung, demi tercapainya swasembada pangan di Jatim, Pangdam menghimbau seluruh pihak terkait untuk segera merealisasikan keberadaan jaringan irigasi tersier. “Segera laksanakan sinkronisasi, percepatan realisasi perbaikan dan pembangunan saluran irigasi tersier,” tegas Pangdam.

Jaringan irigasi tersier, merupakan jaringan irigasi yang berfungsi untuk melayani air irigasi di petak tersier. Jaringan itu terdiri dari saluran tersier, saluran kuarter, dan bangunan pelengkapnya. Jaringan irigasi tersebut, nantinya membawa air ke petak-petak yang dilayani. Saluran itu merupakan bagian dari saluran irigasi.

Sekedar diketahui, program ketahanan pangan menjadi perhatian serius bagi Kodam V/Brawijaya, Bahkan, dalam upaya mensukseskan program itu, Babinsa di seluruh jajaran Kodam V/Brawijaya telah diterjunkan di setiap lahan pertanian yang ada di masing-masing wilayah Babinsa.

Bukan hanya sekedar pendampingan kepada para petani saja. Namun, para Babinsa juga memantau setiap sarana dan prasarana pertanian, salah satunya ialah saluran irigasi yang mengaliri area pertanian milik para petani yang ada di wilayah teritorial Babinsa.

Selain dihadiri Pj Kementan RI di Jatim, rakor tersebut juga turut dihadiri oleh Kadis PU Sumber Daya Air Provinsi Jatim, Direktur Irigasi Kementan RI, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Kepala BBWS Bengawan Solo, Kepala BBWS Sungai Brantas, GM PLN Unit Jatim, para Dandim di jajaran Kodam V/Brawijaya, Kepala Dinas Pertanian se-Jatim, hingga Kadis PU SDA se-Jatim.

Babinsa Somalang Bantu Warga Pasang Pompa Sibel untuk Irigasi Sawah Padi

PAMEKASAN – Babinsa Desa Somalang, Serda Imam Buhari, menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan petani di wilayah binaannya dengan turun langsung membantu warga memasang pompa Sibel, Selasa. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan air bagi tanaman padi tetap terpenuhi, terutama di tengah musim tanam yang membutuhkan irigasi optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Imam Buhari bersama warga bekerja sama memasang pompa air di salah satu sumur yang ada di desa tersebut. Pompa Sibel ini diharapkan mampu mengalirkan air ke area persawahan, sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi dapat tercukupi.

“Kami ingin memastikan para petani tidak mengalami kesulitan air, khususnya untuk mengairi sawah mereka. Semoga sumur pompa ini bisa berfungsi dengan baik dan membantu meningkatkan hasil panen petani,” ujar Serda Imam Buhari.

Warga desa mengapresiasi bantuan dan dukungan Babinsa yang selalu hadir memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Salah satu petani setempat, Sutrisno, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada Pak Babinsa yang selalu sigap membantu kami. Dengan adanya pompa ini, kami jadi lebih mudah mengairi sawah dan tidak khawatir tanaman padi kekurangan air,” katanya.

Babinsa berharap, kolaborasi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin erat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian desa.

Langkah seperti ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif Babinsa di setiap wilayah.

Babinsa Koramil 13 Bendo Dampingi Vaksinasi Hewan Ternak untuk Antisipasi PMK

Magetan- Dalam rangka mengantisipasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku),Babinsa Koramil Tipe B 0804/13 Bendo Jajaran Kodim 0804 Magetan Serda Joko Susilo Gercep ( gerak cepat) dampingi petugas Disnakkan Kab Magetan melakukan Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Bulugledeg Kec. Bendo Kab. Magetan.

“Vaksin diterima oleh Dinaskkan untuk didistribusikan ke petugas kesehatan hewan dan langsung disuntikkan pada hewan sehat untuk menjaga dan membatasi penyebaran PMK,” ujar drh. Hajid salah satu petugas Vaksinasi sambil melakukan vaksinasi pada beberapa hewan ternak.

Ia menambahkan, distribusi vaksin PMK mencapai 100 dosis atau untuk 100 ekor sapi untuk desa Bulugledeg kec Bendo Kab Magetan.

Dalam pendampingan Vaksinasi Serda Joko Susilo menyampaikan pada warga yg memiliki hewan ternak “Vaksinasi adalah , sangat penting untuk menjaga kesehatan ternak dan mencegah penularan penyakit, termasuk PMK. Pengendalian penyakit hewan sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan hewani dan memperkuat subsektor peternakan “imbuhnya

Kades Bulugledeg Bp.Suyadi Anto W. S.E, mengatakan Sinergi antara pemerintah, produsen obat hewan, dan stakeholder terkait lainnya, menjadi kunci dalam mengatasi wabah PMK. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan penyebaran PMK dapat dikendalikan, sehingga subsektor peternakan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.” Ujarnya.

Penanaman Serentak Jagung di Gresik Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Gresik,- Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0817/Gresik Mayor Inf Siari turut menghadiri kegiatan penanaman bibit jagung secara serentak yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara virtual bertempat di Desa Propoh, Kec. Panceng, Kab. Gresik

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Penanaman jagung dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan di Subang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Hadir pada kegiatan penanaman, Mayor Inf Siari Kasdim 0817/Gresik dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata sinergitas antara TNI dan Polri bersama elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Kegiatan ini juga untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah dan mengantisipasi potensi krisis pangan global. Kami berharap hasil dari penanaman ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”ujarnya.

Penanaman di wilayah Kabupaten Gresik dilakukan dengan melibatkan sejumlah petani dan kelompok tani. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi terkait teknik bercocok tanam yang baik agar hasil panen lebih maksimal.

Acara tersebut berlangsung lancar dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yang terlibat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.

Anak-anak Papua Ceria Bermain Bersama Anggota Satgas Yonif 512/QY di Batom

Pegunungan Bintang, Papua – Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah anak-anak Papua yang bermain riang bersama Anggota Satgas Yonif 512/QY. Moment ini berlangsung di Distrik Batom. Kegiatan ini menjadi simbol kedekatan dan sinergi antara TNI dan masyarakat setempat, khususnya anak-anak yang merasakan dampak positif dari keberadaan Satgas Yonif 512/QY di wilayah tersebut. Kamis, (23/1/2025).

Mama Ulis, salah satu orang tua, menyampaikan rasa senang dan terima kasihnya.

“Saya senang sekali melihat anak-anak saya bermain dan tumbuh bersama abang-abang tentara. Abang-abang tentara tidak hanya memberikan rasa aman untuk kami, tetapi juga kebahagiaan bagi anak-anak kami. Anak-anak sangat menyukai waktu bermain dengan tentara, anak-anak merasa seperti memiliki teman baru, bukan hanya seorang prajurit,” ujar Mama Ulis dengan penuh haru.

Keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak Distik Batom adalah simbol dari kedekatan yang terjalin erat antara Satgas Yonif 512/QY dan masyarakat Papua. Semoga hubungan ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Papua.

Babinsa Pakal Laksanakan Pendampingan Survei Optimalisasi Lahan Sawah untuk Ketahanan Pangan

Surabaya, – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Babinsa Kelurahan Pakal Koramil 0830/06 Benowo, Sertu Solikun, melaksanakan pendampingan survei optimalisasi lahan sawah di wilayah Kelurahan Pakal dan Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Kegiatan ini dimulai pada Rabu pagi, pukul 09.30 WIB, dan dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan sektor pertanian, Rabu (22/1).

Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi serta hambatan dalam pengoptimalan lahan sawah di wilayah tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Lurah Sumberrejo, Bapak Rois, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan swasembada pangan. “Optimalisasi lahan sawah di Kecamatan Pakal dan Sumber Rejo menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengamankan kebutuhan pangan masyarakat di tengah tantangan global,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pertanian Kota Surabaya, Ibu Dian, menyampaikan bahwa survei ini juga akan menjadi dasar untuk merancang program pelatihan dan pendampingan bagi para petani di wilayah tersebut. “Kami berharap melalui survei ini, kita dapat menemukan solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memberikan edukasi kepada petani terkait teknologi pertanian modern,” jelasnya.

Babinsa Kelurahan Pakal, Sertu Solikun, menambahkan bahwa TNI senantiasa siap memberikan dukungan kepada masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk di sektor pertanian. “Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, kami berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan lahan sawah secara maksimal. Bersama seluruh pihak yang terlibat, kami akan terus mendampingi para petani untuk mencapai hasil terbaik,” tegasnya.

Survei optimalisasi lahan ini merupakan salah satu dari sekian banyak program strategis yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan ketahanan pangan nasional. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, diharapkan program ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memenuhi kebutuhan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan langsung ke lahan sawah yang menjadi fokus survei. Para peserta berdiskusi mengenai langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala di lapangan, seperti masalah irigasi, pemupukan, hingga penggunaan teknologi pertanian modern. Semua pihak optimis bahwa hasil survei ini akan menjadi pijakan awal menuju peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Pakal dan sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, berbagai pihak hadir untuk berkoordinasi dan memberikan masukan terkait pelaksanaan program tersebut, di antaranya: Lurah Sumberrejo Bapak Rois, BSIP Kota Malang Ibu Arini, Dinas Pertanian Kota Surabaya Ibu Dian, Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya Bapak Nurcholis, Bati Wanwil Staf Teritorial Kodim 0830/Surabaya Utara Peltu Agus dan Babinsa Kelurahan Pakal Koramil 0830/06 Benowo Sertu Solikun, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pakal Bapak Anshori dan Perwakilan PPS Surabaya.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Luncurkan Penanaman Jagung Perdana untuk Ketahanan Pangan

Sintang,- Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW menghadiri undangan DSN Group Forkopimcam bersama kelompok tani setempat meluncurkan kegiatan program penanaman perdana jagung lokal sebagai ketahanan pangan di Desa Senaning, Kecamatan Ketungau hulu, Kabupaten Sintang, Rabu (22/1/2025).

Kegiatan ini melibatkan beberapa instansi, baik dari seluruh Kepala desa dari Ketungau hulu dan Ketungau tengah, Camat, Danramil, Kapolsek, Satgas Pamtas RI-Malaysia, para petani warga perbatasan dan pihak DSN Group dibawah pimpinan langsung Bapak Erik Setiawan sebagai Region hed Kalbar.

Lahan seluas 100 hektar telah disiapkan untuk budi daya jagung hibrida yang memiliki produktivitas tinggi. Selain itu, pemerintah memberikan bantuan berupa benih unggul, pupuk, dan pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.

Kepala DSN Group Forkopimcam, Bapak Erik Setiawan menyatakan, “Jagung dipilih karena memiliki masa tanam yang relatif singkat, tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, dan memiliki potensi pasar yang besar. Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi kemandirian pangan di wilayah perbatasan.” ujarnya.

Program ini bertujuan untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dan Program ini juga melibatkan partisipasi aktif dari TNI, Polri dan relawan desa untuk mendukung distribusi sarana produksi serta memastikan keamanan di area pertanian.

Salah satu petani, Bapak Rudi mengungkapkan antusiasmenya, “Dengan adanya program ini, kami tidak hanya mendapatkan hasil panen, tetapi juga ilmu baru tentang cara bercocok tanam yang lebih efektif.”

Pemerintah menargetkan panen perdana pada bulan Mei mendatang dengan hasil yang diharapkan mencapai hasil yang maksimal. Hasil panen akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal dan sebagian akan dipasarkan ke wilayah lain.

“Melalui program ini, diharapkan masyarakat di perbatasan dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal, sehingga memudahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”. Tutup Bapak Erik Setiawan.

Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang, Babinsa Bersama Warga Lakukan Evakuasi

Pasuruan,- Pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di Dusun Mloko Utara, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (22/1/25). Pohon berukuran besar tersebut tumbang dan menutupi sebagian badan Jalan Raya Pasuruan-Probolinggo, menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut.

Serda Zaenal Arifin Babinsa 0819/11 Beji bersama Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Pasuruan, Bhabinkamtibmas serta warga setempat segera turun ke lokasi untuk membersihkan material pohon yang menghalangi jalan. Dengan menggunakan alat pemotong, mereka bergotong royong memotong batang dan cabang pohon agar arus lalu lintas dapat segera kembali normal. “Kami bersama petugas terkait dan masyarakat bergerak cepat untuk mengevakuasi pohon tumbang ini agar tidak semakin menghambat arus lalu lintas,” ujar Babinsa.

Hingga proses evakuasi berlangsung, petugas melakukan pengaturan lalu lintas secara bergantian guna mengurangi kepadatan kendaraan yang sempat mengular di kedua arah. Babinsa juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di wilayah yang rawan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras. “Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika ada potensi bahaya di jalan,” tambahnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Setelah beberapa jam pembersihan, arus lalu lintas kembali normal dan kendaraan dapat melintas dengan lancar. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perawatan pohon di sepanjang jalan untuk mengantisipasi insiden serupa di masa mendatang.