Program Pencegahan Stunting: Babinsa Koramil Semampir Berikan Susu kepada Balita

Surabaya, – Dalam upaya mendukung program pencegahan stunting, Babinsa Koramil 0830/02 Semampir mendampingi kegiatan pemberian susu kepada balita berisiko prastunting di RW 4 Karang Tembok, Kelurahan Pegirian. Kegiatan ini menyasar balita bernama Arjuna (3,5 tahun) sebagai salah satu langkah intervensi gizi guna mendukung tumbuh kembang anak.

Program ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Kasie Kesra Kelurahan Pegirian, Ibu Sila; Staf Ahli Gizi Puskesmas Pegirian, Ibu Emma; serta staf kelurahan setempat.

Edukasi dan Dukungan Kolaboratif
Kegiatan dimulai dengan edukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang, terutama bagi keluarga dengan anak berisiko stunting. Ibu Emma menjelaskan manfaat susu sebagai sumber nutrisi tambahan serta memberikan panduan pola makan yang baik kepada para orang tua.

Ibu Sila menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan aktif. “Sinergi ini penting untuk memastikan keberhasilan program pencegahan stunting. Semoga ini menjadi awal dari kesadaran masyarakat terhadap gizi anak,” katanya.

Sementara itu, Koptu M. Ismanto dari Babinsa Pegirian menegaskan komitmennya mendukung program kesehatan masyarakat. “Pencegahan stunting adalah langkah penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Harapan ke Depan
Program ini bertujuan mencegah dampak buruk gizi kurang pada perkembangan fisik dan kognitif anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi di masa pertumbuhan.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Diharapkan, program serupa dapat diterapkan di wilayah lain untuk menekan angka stunting di Surabaya, khususnya di Kecamatan Semampir.

Program Bebas Pasung: Babinsa Pakong Bantu Evakuasi Pasien ODGJ ke Rumah Sakit

PAMEKASAN – Babinsa Desa Bicorong, Koramil 0826-09 Pakong, Koptu Salehodin, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Budi, petugas Puskesmas Pakong, dan perangkat Desa Bicorong melaksanakan evakuasi pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasung di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam mendukung target bebas pasung tahun 2024. Pasien ODGJ yang dievakuasi adalah S (69), seorang warga Desa Bicorong yang telah menjalani pemasungan dalam waktu cukup lama.

Koptu Salehodin menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan wujud sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan ODGJ dilakukan dengan humanis. “Kami mendukung penuh program bebas pasung ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan. Kami bersama instansi terkait memastikan proses evakuasi berjalan lancar,” ujarnya.

Pasien selanjutnya akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Lawang, Kabupaten Malang, untuk mendapatkan perawatan intensif. Evakuasi ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pakong, yang memastikan pasien dalam kondisi aman selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Sementara itu, perangkat Desa Bicorong menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini. “Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak dalam mendukung program ini. Harapannya, pasien dapat pulih dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar salah satu perangkat desa.

Program bebas pasung Kabupaten Pamekasan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menangani permasalahan ODGJ secara profesional dan bermartabat, serta memberikan akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat.

Tanah Longsor Timpa Rumah Warga, Kodim 0802Ponorogo Ajak Masyarakat Kerja Bakti

Ponorogo,- Tejadi tanah longsor menimpa belakang rumah salah satu warga Dukuh Ngradi RT 02 / RW 02 Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo yang termonitor oleh Piket Koramil Tipe B 0802/17 Pulung.

Mendapat informasi tersebut Piket Koramil yang tak lain adalah Serda Agus langsung terjun ke lokasi untuk mengetahui secara langsung kejadian tersebut dan selanjutnya melaporkan ke Komando Atas serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menangani kejadian tersebut.

Sesuai laporan yang diterima Media Center 0802 bahwa tanah longsor terjadi diperkirakan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pulung sehingga tanah labil dan terjadi longsor menimpa rumah bagian belakang milik Bapak Sukardi.

Batuud Koramil Tipe B 0802/17 Pulung Peltu Jariyanto yang memimpin kerja bakti di rumah Bapak Sukardi kepada Media Center 0802 menjelaskan bahwa untuk hari ini kerja bakti fokus mengangkat tanah yang longsor.

“ Dinding rumah dapur jebol hingga material longsoran masuk ke dalam rumah, jadi hari ini kami bersama warga sekitar kerja bakti fokus mengangkat longsoran tanah yang masuk ke dapur yang jumlahnya lumayan banyak, “ ujar Peltu Jariyanto yang mengatakan bahwa kerja bakti akan berlanjut besok dengan mengerahkan anggota Koramil semaksimal mungkin.

Sambil kerja bakti mengangkat longsoran tanah, baik Batuud maupun tiga orang anggota Koramil Tipe B 0802/17 Pulung yang turut kerja bakti tidak segan segan menghimbau warga agar senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya hal hal yang tidak diinginkan termasuk tanah longsor tersebut.

Dandim 0806/Trenggalek Tinjau Lokasi Banjir dan Serukan Kesiapsiagaan Masyarakat

Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Genangan air yang meluas tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga menghambat akses jalan di beberapa titik strategis.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto, S.Sos., M.A., segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi terkini. Kehadirannya menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung penanganan bencana secara cepat dan terkoordinasi.

“Hujan deras yang terus mengguyur telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Kami langsung bergerak untuk memantau kondisi warga dan memastikan langkah kesiapsiagaan bersama pemerintah daerah serta aparat terkait,” ungkap Letkol Yudo penuh perhatian.

Di tengah upaya penanganan, Letkol Yudo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan keluarga. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak agar penanganan bencana berjalan efektif dan cepat.

“Kita harus selalu siap siaga menghadapi cuaca ekstrem. Koordinasi yang cepat dan tepat adalah kunci untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat pemulihan,” tegasnya dengan optimisme.

Kodim 0806/Trenggalek bersama instansi terkait telah memobilisasi personel dan logistik untuk membantu warga yang membutuhkan. Langkah-langkah tanggap darurat, termasuk evakuasi dan distribusi bantuan, disiapkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak.

Bencana banjir ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, dampak bencana dapat ditekan, dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Aksi Penghijauan di Embung Gogoniti Dukung Ketahanan Air dan Lingkungan

Blitar – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kemirigede Koramil 0808/14 Kesamben Kodim 0808/Blitar Serma Imam Muthakalim bersama dinas Kehutanan Provinsi Jatim serta warga setempat melaksanakan aksi penghijauan di sekitar Embung Gogoniti Desa Gemirigeda Kecamatan Kesamben Kab. Blitar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan mendukung ketahanan air di kawasan tersebut.

Babinsa Desa Kemirigede Serma Imam Muthakalim, bersama dinas Kehutanan provinsi Jatim dan warga tampak antusias menanam puluhan bibit pohon produktif dan penghijauan di sekitar embung. Bibit yang ditanam meliputi pohon mahoni, sengon dan pohon buah-buahan seperti mangga serta durian.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati Hari Menanam Pohon, tetapi juga sebagai upaya bersama untuk menjaga lingkungan dan memastikan ketersediaan air bagi warga,” ujar Serma Imam dalam sambutannya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus merawat pohon-pohon yang ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Kepala Desa Kemirigede, Bapak Sunarto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dan semangat gotong royong warga. “Ini adalah bukti nyata bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ungkapnya.

Kapten Inf Taufikurahman Firdaus Danramil 0808/14 Kesamben ditempat lain mengatakan bahwa selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya penghijauan untuk mencegah erosi dan menjaga ekosistem. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi berbagai elemen, termasuk para pemuda dan kelompok tani setempat.

Embung Gogoniti dipilih sebagai lokasi penghijauan karena berperan penting dalam pengairan lahan pertanian warga. Kondisi sekitar embung yang sebelumnya kurang terjaga kini mendapatkan perhatian lebih melalui program penghijauan ini, ujar Danramil.

Diharapkan, aksi penghijauan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar Kabupaten Blitar untuk terus menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.

375 Sertifikat Tanah PTSL Diserahkan di Desa Pojok, Danramil Hadir Memberi Dukungan

Magetan,- Desa Pojok melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan penyerahan Sertifikat Tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Balai Desa Pojok kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.

Dalam penyerahan sertifikat program PTSL ini di hadiri oleh petugas dari Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan Bpk Isran SH , Cmat Kawedanan Ibu Ari Budi Astuti S.S.T.P, Msi, Danramil Kawedanan Lettu Inf Riza Muhsin Setyo Utomo, Kapolsek Kawedanan Akp Suparminto SH, Kepala Desa Pojok Bpk Dadi Sumedi serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pojok.

Sertifikasi program PTSL ini bertujuan untuk percepatan pemberian dalam kepastian hukum, dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat secara pasti, cepat, lancar, aman, adil dan merata, serta terbuka dan akuntabel kata Kepala BPN.

Tidak adanya sertifikat tanah bisa sangat berpotensi menjadi masalah. Sudah banyak kasus sengketa tanah dan sengketa lahan terjadi atas tidak adanya sertifikat tanah.Dengan telah dimilikinya sertifikat, maka status kepemilikan hak atas tanah menjadi jelas, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan adanya sengketa atas kepemilikan hak tanahnya, pesan kepada warganya.

Sementara itu, wakil dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magetan, Bpk Isran SH menyampaikan, pada hari ini telah dibagikan sebanyak 375 buah sertifikat tanah yang telah diajukan oleh Pemerintah Desa Pojok.

Sementara itu ditempat yg sama Danramil Kawedanan Lettu Inf Riza Muhsin Setyo Utomo mengatakan Melalui program PTSL ini berpesan kepada masyarakat di Di Desa Pojok untuk dapat menjaga baik sertifikat tanah yang telah diberikan dan dapat memberdayakan tanah yang telah dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan, selanjutnya bagi yg belum dpt supaya bersabar dan mendaptar pada program PTSL yg akan datang, Pungkasnya.

Monitoring Program Pencegahan Stunting di Driyorejo Fokus pada Kesehatan Anak

Gresik – PT Jasa Marga Surabaya-Mojokerto (JSM) bersama Pemerintah Kecamatan Driyorejo melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Monitoring Program Pencegahan Stunting Berkelanjutan di Pendopo Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Acara ini dihadiri oleh sekitar 120 peserta, termasuk tokoh pemerintah dan masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Driyorejo Bapak M. Amri, S.SIT., M.AP., Koramil Driyorejo yang diwakili oleh Serka Farid Andriadi, Polsek Driyorejo oleh Aiptu Budi Wahyu, Direktur Keuangan PT JSM Bapak Fajar Andi Sp., Koordinator KB Kabupaten Gresik Ibu Lina Hermiyanti, SKM., serta Babinsa Desa Tenaru Serda Agus Riyono.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Camat Driyorejo, Bapak M. Amri, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Pencegahan stunting adalah langkah penting dalam mendukung masa depan generasi muda. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Driyorejo,” ucapnya.

Dilanjutkan oleh Direktur Keuangan PT JSM, Bapak Fajar Andi Sp., yang menegaskan komitmen perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui program ini, agar tumbuh kembang anak-anak menjadi lebih optimal,” katanya.

Sambutan juga diberikan oleh perwakilan KS dan Advokasi Kabupaten Gresik, yang menyampaikan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menekan angka stunting.

Pemaparan materi tentang pencegahan stunting menjadi bagian utama dalam acara ini. Materi disampaikan secara interaktif, mengedukasi peserta tentang pentingnya gizi, pola asuh, dan kebersihan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima program TJSL dari PT JSM kepada pemerintah daerah. Selanjutnya, dilakukan pemberian simbolis paket gizi kepada 10 perwakilan orang tua asuh, yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

Babinsa Desa Tenaru, Serda Agus Riyono, yang turut hadir, memberikan apresiasinya terhadap program ini. “Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, di wilayah binaan kami. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menciptakan perubahan,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan aman. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Driyorejo dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Dandim 0811/Tuban Kerahkan TNI Bantu Bersihkan Lumpur Terdampak Banjir di Rengel

TUBAN, – Komandan Kodim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto, S.Sos., M.I.P., tinjau lokasi yang terdampak banjir dan curah hujan yang cukup tinggi dan intens, serta banyak menghanyutkan kayu-kayu dan lumpur melanda ke pemukiman warga, sehingga terjadi penyumbatan yang mengakibatkan air sungai meluap dan melimpah mengakibatkan banjir diwilayah Desa Rengel Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Dandim menerangkan bahwa kami sudah kerahkan personil TNI dari Koramil untuk terjun langsung bahu-membahu membantu masyarakat untuk membersihkan lumpur yang tadi malam Curah Hujan yang cukup tinggi dan intens, serta Banyak Menghanyutkan Kayu-Kayu Dan Lumpur sehingga mengakibatkan banjir sampai ke pemukiman warga serta daerah pasar.

“Alhamdulillah banjir bandang kali ini tidak menimbulkan korban jiwa”, Terang Dandim 0811/Tuban.

Sementara Itu, Danramil 05/Rengel Lettu Inf Tarmudiyanto Menindaklanjuti Petunjuk Dari Dandim 0811/Tuban bahwa Setiap Musim Hujan Tiba Kepada Satuan Jajaran Lebih Meningkatkan Kesiapsiagaan Dan Memonitor Wilayah Masing- Masing, Serta Memberikan Bantuan Kepada Warga Yang Terkena Musibah

“Mengucapkan Syukur Alhamdulillah, Kejadian Tersebut Tidak Menimbulkan Korban Jiwa Maupun Kerusakan Materiil Yang Berarti”, Ucap Danramil.

Kondisi Bendungan Samba Aman: Babinsa Tapen Lakukan Pemantauan Ketinggian Air

Bondowoso,– Babinsa Tapen, Serka Lolok Sugianto, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah dengan melakukan pengecekan Tinggi Muka Air (TMA) di Bendungan Samba, Dusun Bunutan, Desa Tapen, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan kondisi bendungan tetap aman di tengah cuaca mendung.

Pengecekan dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Bersama Bhabinkamtibmas Desa Tapen, Aiptu Mahmudin, dan Kanit Sabhara, Aiptu Anton, serta pengelola bendungan, Supandi, Serka Lolok memeriksa elevasi TMA yang tercatat berada pada angka 120,00 dengan pintu tilting terbuka 60° dan enam pintu radial dalam keadaan tertutup. Dari hasil pemantauan, kondisi dinyatakan normal dan aman.

“Kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa bendungan dalam kondisi terkendali, terutama menghadapi potensi curah hujan tinggi yang dapat memengaruhi debit air. Kami juga berkoordinasi dengan pengelola bendungan untuk langkah-langkah antisipasi jika terjadi kenaikan TMA,” ungkap Serka Lolok.

Sinergitas antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak pengelola bendungan menjadi poin utama dalam kegiatan ini. Kehadiran Babinsa di lapangan tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga upaya preventif dalam mengurangi risiko yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar wilayah aliran air.

Dengan kondisi yang dinyatakan aman, Serka Lolok memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi secara berkala. “Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan rasa aman, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini,” tegasnya. Kegiatan berlangsung tertib dan aman hingga selesai.

Generasi Muda Cinta Tanah Air: Kegiatan Serda Achmad Nadhim di Sampang

Sampang – Dalam rangka meningkatkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, Serda Achmad Nadhim, Babinsa Koramil 0828/05 Sreseh, melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan di SDN Labuhan 5, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan guru sekolah setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Achmad Nadhim menyampaikan pentingnya pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Beliau juga mengajak siswa untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari hal-hal yang dapat memecah belah NKRI.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap siswa-siswi SDN Labuhan 5 dapat lebih mengerti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air sejak usia dini,” ujar Serda Achmad Nadhim dalam penyampaiannya.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi tanya jawab, di mana siswa-siswi antusias untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah perjuangan bangsa dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam menjaga kebhinekaan.

Kepala Sekolah SDN Labuhan 5, Bapak H. Syamsul, menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang telah memberikan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi. “Kami sangat menghargai kegiatan ini, karena memberikan pemahaman yang sangat penting bagi anak-anak untuk menjadi generasi yang cinta tanah air,” ujar Bapak Syamsul.

Kegiatan Wawasan Kebangsaan ini merupakan salah satu upaya untuk menanamkan semangat kebangsaan sejak dini, guna membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, cinta tanah air, dan siap menghadapi tantangan masa depan.