Kekurangan Tenaga Medis, Satgas 512 Kirim Personel ke Distrik Mannem

Keerom, Papua- Minimnya tenaga medis di Papua, seakan menjadi pusat perhatian bagi Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY. Letkol Inf Taufik Hidayat sengaja mengirimkan beberapa personel kesehatan dalam program Posbindu yang dipusatkan di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua. Minggu, 28 Maret 2021. “Ini dalam rangka mewujudkan peran serta TNI dalam membantu tenaga kesehatan menjalankan program Pemerintah, demi tercapainya masyarakat yang sehat,” kata Dansatgas.

Membudayakan pola hidup bersih dan sehat, kata Letkol Taufik, menjadi prioritas utama yang harus dilakukan pasukannya selama berada di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Bahkan, ia juga menginstruksikan personelnya untuk bisa bersinergi dengan pihak Kesehatan lainnya di Kabupaten Keerom. “Setiap hari harus melakukan pengecekan kesehatan ke masyarakat,” tegasnya. Terpisah, salah satu tenaga kesehatan di Puskesmas Wonorejo, Wariani (35) menjelaskan jika dirinya sangat terbantu dengan kehadiran Satgas yang dikirim oleh Letkol Taufik itu. Pasalnya, ia mengungkapkan jika selama ini ia kesulitan untuk melakukan pengecekan kesehatan masyarakat, terlebih lagi lokasi yang jauh dari pemukiman masyarakat pun menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. “Keberadaan Satgas ini sangat membantu kinerja saya. Mudah-mudahan kesehatan masyarakat disini bisa terwujud dengan baik,” ucapnya.

Satukuan Visi dan Misi Demi Kemajuan, Pasukan Yonif Mekanis 512 Kunjungi Setiap Kepala Suku di Papu

Satukuan Visi dan Misi Demi Kemajuan, Pasukan Yonif Mekanis 512 Kunjungi Setiap Kepala Suku di Papua Keerom, Papua- Pendekatan di setiap Kepala Kampung atau Kepala Suku di Tanah Papua terus dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY demi terwujudnya visi dan misi. Sebab, keberadaan Satgas di perbatasan Indonesia-Papua Nugini itu dinilai sangat penting dalam mewujudkan kemajuan di Tanah Papua. Seperti yang dilakukan oleh pasukan di bawah binaan Letkol Inf Taufik Hidayat di beberapa Kampung yang berada di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Sabtu, 27 Maret 2021. “Kami selalu melakukan pendekatan dengan masyarakat. Supaya, tujuan kami untuk membantu masyarakat di perbatasan dan persaudaraan dapat terwujud,” ujar Dansatgas. Bukan hanya itu saja, Letkol Taufik menilai jika pendekatan yang dilakukan oleh personelnya itu, juga ditujuan untuk mengetahui setiap keluhan yang dialami oleh warga. “Kita bisa tau apa yang dirasakan dan dialami warga. Sehingga, kendala maupun keluhan-keluhan yang ada bisa segera teratasi,” pungkasnya. (Pendam V/Brawijaya)

Di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, TNI Bukan Cuma Diwajibkan Pandai Berperang

Keerom, Papua- Ternyata, sebagai seorang prajurit TNI-AD yang ditugaskan di daerah perbatasan, khususnya Indonesia-Papua Nugini tak semudah yang dibayangkan oleh semua orang.
Selain dituntut untuk pandai berperang, seorang anggota TNI juga diwajibkan untuk bisa memiliki beragam keahlian, salah satunya mengaji.
Demikian dikatakan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY, Letkol Inf Taufik Hidayat usai memerintahkan personelnya untuk melatih kemampuan mengaji anak-anak di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Jumat, 26 Maret 2021 siang. “Satgas juga harus bisa menjadi sosok seorang guru,” ujarnya.
Upaya itu, kata Letkol Taufik, sengaja ia lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anak-anak yang berada di daerah perbatasan itu. “Suatu bentuk tugas dan tanggung jawab dari kami. Kami harus bisa melakukan itu,” jelasnya.

Wujudkan Ketertiban Bersama Masyarakat di Tanah Papua

Keerom, Papua- Upaya sinergitas dan Kemanunggalan terus dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Dalam mewujudkan kondusifitas, prajurit di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat itu menggelar komunikasi sosial yang dipusatkan di Kampung Pund, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Kamis, 25 Maret 2021.
“Sebab, menjaga keutuhan Negara, bukan hanya kewajiban TNI. Tetapi juga seluruh warga negara,” kata Dansatgas.
Membangun keakraban, kata Letkol Taufik, merupakan tugas dan kewajiban seorang prajurit di setiap wilayah tugas. Adanya komunikasi maupun interaksi TNI dengan masyarakat, merupakan salah satu cara mencegah terjadinya suatu permasalahan. “Sehingga, kita bisa mengetahui setiap permasalahan yang timbul,” bebernya.

Anggota Yonif Mekanis 512 Makamkan Jenazah Warga Kampung Sach

Keerom, Papua- Kedekatan antara Satgas Yonif Mekanis 512/QY dengan masyarakat Keerom, Papua kian semakin kuat.
Kedekatan itu, dibuktikan dengan adanya berbagai kegiatan yang melibatkan antara masyarakat dan TNI di daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini tersebut.
Bahkan, rasa toleransi dan empati antara sesama pun mulai bermunculan. Itu terlihat, ketika salah satu warga Kampung Sach, Distrik Waris meninggal dunia pada Rabu, 24 Maret 2021. “Sebagai Satgas, bukan cuma menjaga kedaulatan saja. Tapi juga kepedulian,” kata Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat.
Bukan hanya itu saja, dirinya juga mengapresiasi adanya keikutsertaan personelnya dalam pemakaman jenazah salah satu warga di daerah itu.
“Menurut informasi yang kita terima, almarhum itu menderita penyakit asam lambung. Prosesi pemakaman juga dilakukan oleh warga dan Satgas,” bebernya.

Yonif Mekanis 512/QY Sulap Lahan Kosong jadi Lahan Pertanian

Keroom, Papua- Berbagai inovasi mulai bermunculan di dalam benak Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY. Inovasi itu, berupa adanya lahan kosong yang saat ini di sulap oleh Satgas menjadi lahan pertanian atau perkebunan yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua. Dansatgas Yonif 512, Letkol Inf Taufik Hidayat menjelaskan, lahan itu nantinya akan ditanami berbagai bibit sayur maupun buah-buahan. “Masyarakat bisa mengkonsumsinya sendiri ketika panen nanti. Atau bisa juga dijual ke pasar.

Itu bisa membantu perekenomian warga,” kata Letkol Taufik. Selasa, 23 Maret 2021. Selama proses pertanian dan perkebunan berlangsung, kata Dansatgas, pihaknya bakal mengirim beberapa personelnya untuk melakukan pendampingan pada masyarakat. “Mereka kita berikan pemahaman cara bercocok tanam yang baik dan benar,” ujarnya. Sontak saja, adanya inovasi itupun mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat. Tak tanggung-tanggung, ketika proses pembersihan lahan berlangsung, beberapa warga pun tampak terlihat ikut serta membantu anggota Satgas Pamtas.

Minggu Damai bersama Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY

Keerom, Papua- Upaya mewujudkan daerah yang aman dan damai terus dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY. Berbagai kegiatan kebersamaan digelar oleh pasukan di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Saat ini, kebersamaan itu dicurahkan melalui adanya ibadah di hari Minggu yang digelar di Gereja Emanuel Stasi Sack, Kampung Sach, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Minggu. 21 Maret 2021 pagi. “Supaya, masyarakat lebih mengenal lebih dekat TNI. Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah impian, dan visi misi kami disini,” kata Dansatgas. Selain kebersamaan, adanya Minggu Damai itu juga ditujukan untuk mengajarkan arti toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. “Dengan adanya upaya itu, kedamaian dan kondusifitas otomatis terbentuk,” bebernya. Terpisah, Herman Ibe (64) mengaku jika dirinya sangat mengapresiasi adanya ibadah Minggu Damai yang digelar oleh Satgas Pamtas itu. Pasalnya, kebersamaan dan keharmonisan di Kampung Sach, sangat penting untuk dijaga dan dipertahankan. “Kami sudah lama menginginkan adanya kebersamaan, kedamaian dan toleransi antar umat beragama. Satgas disini, sangat membantu dalam menjaga kerukunan itu,” ujar Pendeta Ibe. (Pendam V/Brawijaya)

Kesehatan Masyarakat di Perbatasan, Jadi Perhatian Khusus Satgas Yonif Mekanis 512

Keerom, Papua- Kesehatan masyarakat di perbatasan Indonesia-Papua Nugini seakan menjadi perhatian khusus bagi pasukan di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat.

Meski harus menyusuri setiap jalan setapak, ternyata tak membuat gentar nyali Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY untuk mengecek kesehatan warga di Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Minggu, 21 Maret 2021. Pengecekan sekaligus pengobatan itu bermula ketika Danpos Kalipapar, Letda Inf Wahyu Luhur menerima laporan adanya warga yang kesakitan di Kampung setempat. “Segera kami bergegas bersama beberapa personel ke lokasi adanya warga yang sakit itu,” kata Letda Wahyu. Setibanya di lokasi itu, salah satu anggota Letda Wahyu pun langsung memeriksa kondisi Lusia Maunda, salah satu warga yang saat itu mengeluh kesakitan. “Seketika kami periksa, dan langsung diobati oleh tim kami,” bebernya. Tak ketinggalan, di lokasi itu pula para Satgas juga menyempatkan diri untuk mensosialisasikan adanya protokol kesehatan. Sosialiasi itu, sebagai upaya dalam rangka memutus rantai penyebaran pandemi di daerah perbatasan, khusunya Indonesia-PNG. (Pendam V/Brawijaya)

Kehadiran Satgas Yonif 512/QY Ringankan Beban Guru

Keerom, Papua- Meski baru menginjakkan kaki di Tanah Papua, ternyata keberadaan Satgas Pamtas Yonif 512/QY, mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak. Salah satunya, para guru yang berada Paud Harapan Bangsa yang berada di Jalan Kutilang Arso XIII, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua.

Novi, salah satu guru Paud mengatakan, kehadiran Satgas di tempat ia mengajar itu seakan mampu merubah suasana, khsususnya proses belajar mengajar.

“Semua murid disini senang dengan adanya bapak-bapak Satgas ini,” kata Novi. Jumat, 19 Maret 2021. Selama berada di sekolahan itu, beberapa personel di bawah kendali Lettu Inf Suwandi tersebut terlihat memberikan berbagai materi belajar mengajar yang diberikan pada murid-murid tersebut. “Kita disini juga sebagai tenaga pendidik. Itu sudah menjadi tugas kami,” kata Lettu Suwandi. Sontak saja, berbagai pertanyaan pun diluapkan oleh para murid-murid Paud itu berkenaan dengan adanya materi pelajaran yang diberikan oleh Satgas. “Kita terapkan pola belajar sambil bermain. Itu sangat mudah dipahami oleh anak-anak,” pungkasnya.

Menkopolhukam Mahfud MD Apresiasi Forkopimda Jatim Tangani Covid

Surabaya,- Menkopolhukam Mahfud MD mengapresiasi kinerja Forkopimda Jawa Timur dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.
Sebelumnya, kata Mahfud MD, banyak masyarakat yang enggan berkunjung ke Provinsi Jawa Timur. “Orang sampai bilang, takut lah ke Jawa Timur,” kata dia dalam kunjungan kerjanya di Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Rabu, 17 Maret 2021 siang.
Tapi sekarang, Mahfud menilai jika Provinsi Jawa Timur sudah berubah drastis. Bahkan, Jawa Timur saat ini berada di bawah daerah lain zona pandemi.
“Ini suatu keberhasilan. Pemerintah sekarang fokus berperang melawan Covid. Pemerintah itu punya 2 program. Perang melawan Covid dan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.


Ia menilai Jawa Timur merupakan salah satu contoh daerah yang mampu menjaga kekompakan dalam bersinergi melawan pandemi. “Itu dibangun secara bersamaan. Jawa Timur adalah contoh karena kerjasama antara pimpinan Pemerintahan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya,” kata Mahfud.
Saat ini, Mahfud menjelaskan jika program vaksinasi sedang berlangsung di seluruh Provinsi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah juga telah menyediakan fasilitas dan dukungan biaya yang fantastis. “Itu harus dilakukan dengan cermat,” ujar Menkopolhukam.
Selain disambut oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto. Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Mahfud MD tersebut juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, Irjen pol Nico Afianta beserta beberapa pejabat lainnya.