Kapenrem 081/DSJ : TMMD Momentum Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa

TMMD ke 112 Blitar sudah dimulai beberapa hari yang lalu. Berbagai pelaksanaan dan pencapaian sasaran fisik dan non fisik terus dioptimalkan dalam kegiatan TMMD yang dilaksanakan di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan.

Sasaran fisik yang dikerjakan meliputi makadam jalan, pembangunan jembatan bentang dan gorong-gorong, rehab teras masjid dan mushola, rehab Poskamling dan RTLH, serta pembuatan jambanisasi.

Sedangkan sasaran non fisik yang bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan guna dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat diberikan melalui berbagai penyuluhan atau sosialisasi.

khususnya TNI dan warga,” kata Kapenrem 081/DSJ, Mayor Arm Nurwahyu Sujatmiko melalui pesan singkatnya, Minggu (19/9/2021).

Karena menurutnya, dalam pelaksanaan TMMD membutuhkan sinergi dari seluruh komponen bangsa guna membantu dan bahu membahu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Momentum seperti itulah yang dapat semakin mempererat serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

“Jadi, bukan hanya pembangunan sarana saja, tetapi TMMD juga membangun jiwa masyarakat guna menumbuhkembangkan semangat berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (Rasiman)

Perusahaan Farmasi PT Dexa Group Rangkul Kodam V Brawijaya

Sejumlah 32.400 tablet obat Neurodex digelontorkan oleh PT Dexa Group, Jakarta, dalam upaya penanggulangan pandemi di Jawa Timur. Paket bantuan itu, disalurkan ke pihak Kodam V Brawijaya

Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (20/9/2021) siang. Tak ayal, pihak Kodam pun merespon adanya bantuan yang diberikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang farmasi itu.

“Kami berharap, tali silaturahmi dan sinergitas ini akan berjalan terus,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Sementara itu menanggapi hal itu, Kris Hendratno mengungkapkan jika sinergitas yang dilakukan oleh PT Dexa Group, tak hanya dilakukan kali ini saja.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Dexa Group itu mengatakan, sinergitas dalam upaya penanggulangan pandemi, telah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi DKI Jakarta.

“Kita adalah perusahaan pertama yang mendonasikan Hydroxychloroquine ke BPNB sebanyak 15 juta tablet. Tujuannya satu, supaya negara ini aman dari Covid,” bebernya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga mengapresiasi peran Kodam V/Brawijaya yang berhasil membawa Provinsi Jawa Timur berada di level 1 PPKM.

“Selamat kepada pak Pangdam dan pak Kasdam. Jawa Timur Provinsi nomor satu yang mengeluarkan level 1 di seluruh Indonesia. Ini luar biasa. Saya hanya berpesan, supaya protkes dijaga,” pintanya.

Sekedar diketahui, PT Dexa Group merupakan salah satu perusahaan nasional Indonesia yang bergerak dalam bidang Healthcare dan Pharmaceutical.

PT Dexa Group awalnya dirintis Rudy Soetikno, seorang apoteker saat berdinas sebagai anggota TNI-AD di Kesdam II/Sriwijaya, pada tahun 1969 di Palembang, Sumatera Selatan. Maka tak heran jika dalam penyaluran bantuan ini, mereka menggandeng Kodam V Brawijaya(*)

Pangdam V/Brw Tutup Latsarmil di Dodikjur Didampingi Danrem 083/Bdj

Kota Malang, Memox.co.id – Pangdam V/Brw Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos, M.M didampingi Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti beserta para asisten Kodam V/Brawijaya menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad Matra Darat TA. 2021 dengan jumlah peserta 500 prajurit, Sabtu (18/09/2021).

Bertempat di Dodikjur Rindam V/Brawijaya Jl. Mayjen M. Wiyono No. 01 Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang. Dalam amanatnya Pangdam V/Brawijaya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kesiapan dan kerelaan saudara-saudara yang ikut serta menjadi bagian dari Komponen Cadangan.

“Kerelaan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama akan pentingnya kesadaran bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat, bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemhan, TNI dan Polri semata, namun bela negara merupakan tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, sistem pertahanan negara Indonesia adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta, yang berarti melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainya, serta dipersiapkan secara dini oleh Pemerintah.

Dengan kegiatan Latsarmil ini, diharapkan anggota Komponen Cadangan dapat melaksanakan tugas di satuan jajaran TNI, sehingga mampu memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama dalam menghadapi ancaman.

Lanjutnya, perlu diketahui penggunaan Komponen Cadangan dalam suatu operasi militer dilaksanakan melalui keputusan politik Pemerintah yaitu Presiden dengan persetujuan DPR yang komando dan kendalinya berada di Panglima TNI, sehingga tidak ada anggota Komponen Cadangan yang melakukan kegiatan mandiri, tutup Mayjen TNI Suharyanto.

Selesai menghadiri upacara penutupan, rombongan Pangdam V/Brawijaya beserta Danrem 083/Bdj menuju ke Universitas Brawijaya guna mendampingi Gubernur Jatim berserta Forkopimda Jatim untuk meninjau pelaksanaan Vaksinasi Dosis-I. (fik)

Razia Vaksinasi Covid-19. Hari ini Di Gelar Di Pelabuhan Kalianget Bagi Pengguna Kapal

Sumenep, – Personel Koramil 0827/02 Kalianget bekerja sama dengan instansi terkait lainnya terus melaksanakan Razia Vaksinasi Covid-19. terpantau hari ini di gelar di Pelabuhan Kalianget bagi pengguna kapal yang mau menyebrang. hal tersebut dilakukan agar tercipta herd immunity di kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, Sabtu (18/09/21).

Aparat gabungan yang terlibat dalam Razia Vaksin tersebut secara humanis mengecek surat keterangan Vaksinasi kepada setiap warga yang mau menyebrang menaiki kapal. Bagi warga yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan Vaksinasi aparat langsung mengarahkan warga tersebut ketempat yang telah di sediakan untuk mendapatkan Vaksin Covid-19. sementara bagi warga yang dapat menunjukan surat Vaksin aparat langsung mempersilahkan warga tersebut untuk melanjutkan perjalanannya.

Dalam hal ini Danramil 0827/02 Kalianget Kapten Inf Abidin mengatakan bahwa Razia tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam tercapainya 70 persen masyarakat yang mendapatkan Vaksin Covid-19 sehingga terbentuk kekebalan kelompok atau (Herd Immunity).

“Ayo dukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta tetap taat terhadap protkes dan perangi Covid-19 dengan Vaksinasi” Tegas Danramil.

“Perjuangan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 belum berakhir untuk itu tetap jaga kesehatan dan jangan lupa berdo”a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini cepat berakhir”. Pungkas nya.

Tiba di Lokasi, Satgas TMMD Kodim 0818 Langsung Sambang ke Rumah Warga

MALANG – Setiba di lokasi TMMD, Satgas TMMD Kodim 0818/Malang-Batu langsung membuat gebrakan, sekaligus perkenalan diri ke warga yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Meski waktu sudah menunjukkan petang, tak menyurutkan niat Satgas untuk mensosialiasikan adanya protokol kesehatan secara door to door.

Bukan tanpa sebab, itu dilakukan guna mengantisipasi timbulnya klaster baru di lokasi TMMD.

Suasana akrab pun tak lepas ketika Satgas memberikan berbagai pengarahan adanya bahaya pandemi Covid-19.

Kepala Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya, Mayor Inf Prasetya, H. K, menjelaskan, selain program fisik selama pelaksanaan TMMD itu berjalan, pihak Satgas juga menggelar adanya program non fisik, berupa sosialisasi.

“Bisa berupa sosialiasi prokes atau mungkin penyuluhan hukum dan UMKM. Itu nanti dilakukan secara bertahap,” ujarnya. Jumat, 17 September 2021 pagi.

Untuk saat ini, kata dia, Satgas gencar mensosialisasikan adanya protokol kesehatan terlebih dulu. Pasalnya, protokol kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diketahui oleh warga. “Itu untuk memutus rantai penyebaran pandemi,” bebernya.

Meski Tak Lagi Lewat Juanda, TKI Pulang ke Jatim Tetap Diawasi Super Ketat

Surabaya

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke Jawa Timur kini tak lagi mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kendati demikian, Jatim akan super ketat dalam menangani kepulangan PMI demi mencegah masuknya varian baru Mu.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang juga sebagai Dansatgas PMI mengatakan per hari ini ada SE nomor 74 tahun 2021. SE ini mengatur tentang kedatangan penerbangan internasional hanya melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Di situ yang terjadi perbedaan yang sangat signifikan adalah Bandara Juanda itu ditutup. Jadi Bandara Juanda tuh sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan PMI,” kata Suharyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9/2021).

Suharyanto menyebut PMI yang pulang ke Jatim diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah dikarantina di Jakarta selama 8 hari, Suharyanto menegaskan mereka masih akan dikarantina dan diswab PCR di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Jadi nanti setelah dikarantina di Jakarta sesuai dengan surat edaran itu kan delapan hari. Nah nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta apakah mereka akan mengantar ke sini atau kita jemput. Nah seandainya dijemput para PMI ini kembali untuk dikarantina di Wisma Haji,” papar Suharyanto.

“Di karantina di wisma haji ini bukan menyalahi surat edaran, tapi dalam rangka kami akan melaksanakan swab ulang. Nah kami punya waktu sekitar tiga hari perkiraan kami setelah itu apa bila nanti dinyatakan negatif baru para PMI ini bisa kembali ke wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Langkah ini, lanjut Suharyanto dilakukan agar pihaknya tak kecolongan masuknya varian Mu.

“Ini juga kami waspada supaya jangan sampai kecolongan, karena pasti kalau dua titik itu dari mulai hanya Manado dan Soekarno-Hatta, pasti sangat banyak di situ. Nah kami takut petugas-petugas di Provinsi DKI mungkin kewalahan, mungkin ini ya, meski pasti pemerintah pusat juga sudah memikirkan segala sesuatunya tapi kami waspada hingga kami tetap melaksanakan swab ulang,” pungkasnya.

Rakor Terbatas, Mayjen Suharyanto Himbau Semua Pihak Antisipasi Varian MU

Surabaya, – Rapat koordinasi Forkopimda Jatim yang digelar secara terbatas kali ini, mengajak semua pihak untuk saling bersinergi mengantisipasi kemungkinan adanya serangan pandemi varian baru jenis MU.

            “Kita waspadai adanya varian baru. Ini sudah masuk daftar 5 varian yang menjadi pokok perhatian. Nah ini sudah ada di Kolombia Januari 2021. Kemudian di Amerika Selatan dan Eropa,” ujar Suharyanto dalam paparan yang disampaikan oleh dirinya di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Jumat, 17 September 2021 sore.

            Seiring perkembangan globalisasi, kata dia, berbagai negara besar pun tak luput dari bahaya serangan pandemi, salah satunya ialah negara Amerika dan Cina.

            “Kita ingat Delta. Delta itu katanya susah masuk, kok tiba-tiba meledak. India, Sekarang Amerika kena, Cina juga kena. Jadi jangan berpikir bahwa MU ini tidak mungkin masuk Indonesia. Tapi mudah-mudahan bisa kita hambat,” jelasnya.

            Dirinya kembali menegaskan, ditetapkannya Provinsi Jawa Timur berada di level 1 PPKM, bukanlah suatu ajang euphoria sehingga kewaspadaan akan bahaya pandemi menurun. “Takutnya itu nanti, kita kurang waspada dan hati-hati terhadap pandemi,” pungkasnya. (*)

Danrem 081/DSJ Dampingi Pangdam dan Kapolda Tinjau Vaksinasi Massal di Magetan

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang diselenggarakan di GOR Ki Mageti, Kab. Magetan. Turut mendampingi yaitu Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, Bupati Magetan Suprawoto, serta Forkopimda lainnya.

Vaksinasi massal yang diselenggarakan tersebut dilakukan dengan bersinergi antara unsur terkait. “Kegiatan vaksinasi yang gencar dilakukan itu merupakan wujud sinergi antara Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim dan Pemprov Jatim bersama dengan Pemkot dan Pemkab di seluruh Jawa Timur,” kata Pangdam di lokasi, Kamis (16/9/2021).

Diungkapkannya, dalam vaksinasi itu disiapkan 2000 dosis dan sasarannya diberikan kepada para lansia. Hal itu dikarenakan pencapaian sasaran lansia di Jatim masih kurang.

“Tadi penyampaian Bapak Bupati, di Magetan ini jumlah lansia cukup besar. Sekitar 20 persen dari jumlah penduduk. Untuk itu, kegiatan vaksinasi terhadap lansia khususnya harus gencar dilakukan,” ujarnya.

Pangdam juga menyampaikan, jika saat ini Jawa Timur sudah masuk ke level 1 dalam penanganan Covid-19. “Ini luar biasa dan pertama di Indonesia. Mari kita pertahankan dan tingkatkan dengan tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan,” ajaknya.

Sementara itu, atas terselenggaranya vaksinasi tersebut, kapolda Jatim menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya. “Kami ucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan dan para lansia yang telah ikut hadir dan berpartisipasi,” katanya.

Dia berharap, bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, agar segera datang dan mendaftarkan diri, supaya dapat mempercepat dan meningkatkan pelaksanaan vaksinasi, khususnya di Jatim.

Pangdam Brawijaya Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di SMK 1 Pungging

Surabaya, Serbuan vaksinasi dalam upaya mewujudkan herd immunity kian gencar dilakukan oleh pihak Kodam V/Brawijaya berkolaborasi dengan pihak maupun instansi terkait.

            Setelah sebelumnya digencarkan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, serbuan vaksinasi kali ini berlanjut di wilayah teritorial Kodim 0815/Mojokerto. Sasarannya, ialah para pelajar di SMK 1 Pungging.

            Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan jika serbuan vaksinasi sekarang, ditujukan di setiap Lembaga Pendidikan.

            Menurutnya, penentuan lokasi itu dinilai sangat strategis guna mempersiapkan sistem belajar tatap muka yang rencananya akan digelar oleh pihak Pemerintah.

“Ada beberapa tahapan sebelum dilakukannya belajar secara tatap muka itu. Pelajar harus ikut vaksinasi dulu, dan pastinya harus dapat ijin dari orang tua untuk mengikuti vaksinasi,” ujar Kepala Penerangan Kodam. Jumat, 17 September 2021 siang.

Beberapa tim tenaga kesehatan, kata dia, ditunjuk menjadi vaksinator. Tim nakes itu sendiri, terdiri dari aparat Koramil dan satu nakes dari pihak Puskesmas Pungging.

            Selain pelajar, Kusdi menambahkan jika vaksinasi tersebut juga ditujukan bagi para guru yang belum mengikuti vaksinasi.

“Total ada seribu dosis vaksin. Ini juga untuk para guru atau pihak sekolah yang belum mengikuti vaksinasi,” bebernya. (*)

Tinjau Sasaran TMMD ke-112 Blitar, Ini Harapan Danrem 081/DSJ

Blitar – Target dan sasaran TMMD untuk membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho saat meninjau berbagai sasaran fisik di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

‘Dengan perencanan yang bagus, saya yakin ini akan dapat selesai tepat pada waktunya. Bahkan mungkin waktunya belum habis sudah selesai,” katanya di lokasi yang tampak didampingi Forkopimda, Rabu (15/9/2021).

Kepada Kades Pakisaji, Andi Purnomo dan warganya, Danrem mengingatkan agar nantinya dapat merawat berbagai hasil yang telah dicapai dalam TMMD ke-112.

“Yang lebih penting lagi Pak Kades dan masyarakat yaitu pemeliharaan dan perawatan. Karena kalau kita mau merawat, jika ada kerusakan kecil tidak akan semakin parah,” terangnya.

“Semua harus peduli dan saling memiliki, sehingga usia pakainya dapat lebih lama dan semakin bermanfaat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia juga berterima kasih kepada Bupati Blitar, Rini Syarifah beserta jajarannya yang telah menyediakan anggaran dan membantu terselenggaranya kegiatan TMMD di Desa Pakisaji.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajarannya yang telah memfasilitasi anggaran dan membantu terselenggaranya TMMD yang dilaksanakan secara sinergis antara TNI-Polri, Pemkab dan masyarakat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat, nantinya TMMD ke-112 di Desa Pakisaji ini dapat selesai sesuai dengan target dan harapan kita bersama,” pungkasnya. (Red).