Razia Vaksinasi Covid-19. Hari ini Di Gelar Di Pelabuhan Kalianget Bagi Pengguna Kapal

Sumenep, – Personel Koramil 0827/02 Kalianget bekerja sama dengan instansi terkait lainnya terus melaksanakan Razia Vaksinasi Covid-19. terpantau hari ini di gelar di Pelabuhan Kalianget bagi pengguna kapal yang mau menyebrang. hal tersebut dilakukan agar tercipta herd immunity di kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, Sabtu (18/09/21).

Aparat gabungan yang terlibat dalam Razia Vaksin tersebut secara humanis mengecek surat keterangan Vaksinasi kepada setiap warga yang mau menyebrang menaiki kapal. Bagi warga yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan Vaksinasi aparat langsung mengarahkan warga tersebut ketempat yang telah di sediakan untuk mendapatkan Vaksin Covid-19. sementara bagi warga yang dapat menunjukan surat Vaksin aparat langsung mempersilahkan warga tersebut untuk melanjutkan perjalanannya.

Dalam hal ini Danramil 0827/02 Kalianget Kapten Inf Abidin mengatakan bahwa Razia tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam tercapainya 70 persen masyarakat yang mendapatkan Vaksin Covid-19 sehingga terbentuk kekebalan kelompok atau (Herd Immunity).

“Ayo dukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta tetap taat terhadap protkes dan perangi Covid-19 dengan Vaksinasi” Tegas Danramil.

“Perjuangan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 belum berakhir untuk itu tetap jaga kesehatan dan jangan lupa berdo”a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini cepat berakhir”. Pungkas nya.

Tiba di Lokasi, Satgas TMMD Kodim 0818 Langsung Sambang ke Rumah Warga

MALANG – Setiba di lokasi TMMD, Satgas TMMD Kodim 0818/Malang-Batu langsung membuat gebrakan, sekaligus perkenalan diri ke warga yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Meski waktu sudah menunjukkan petang, tak menyurutkan niat Satgas untuk mensosialiasikan adanya protokol kesehatan secara door to door.

Bukan tanpa sebab, itu dilakukan guna mengantisipasi timbulnya klaster baru di lokasi TMMD.

Suasana akrab pun tak lepas ketika Satgas memberikan berbagai pengarahan adanya bahaya pandemi Covid-19.

Kepala Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya, Mayor Inf Prasetya, H. K, menjelaskan, selain program fisik selama pelaksanaan TMMD itu berjalan, pihak Satgas juga menggelar adanya program non fisik, berupa sosialisasi.

“Bisa berupa sosialiasi prokes atau mungkin penyuluhan hukum dan UMKM. Itu nanti dilakukan secara bertahap,” ujarnya. Jumat, 17 September 2021 pagi.

Untuk saat ini, kata dia, Satgas gencar mensosialisasikan adanya protokol kesehatan terlebih dulu. Pasalnya, protokol kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diketahui oleh warga. “Itu untuk memutus rantai penyebaran pandemi,” bebernya.

Meski Tak Lagi Lewat Juanda, TKI Pulang ke Jatim Tetap Diawasi Super Ketat

Surabaya

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke Jawa Timur kini tak lagi mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kendati demikian, Jatim akan super ketat dalam menangani kepulangan PMI demi mencegah masuknya varian baru Mu.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang juga sebagai Dansatgas PMI mengatakan per hari ini ada SE nomor 74 tahun 2021. SE ini mengatur tentang kedatangan penerbangan internasional hanya melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Di situ yang terjadi perbedaan yang sangat signifikan adalah Bandara Juanda itu ditutup. Jadi Bandara Juanda tuh sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan PMI,” kata Suharyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9/2021).

Suharyanto menyebut PMI yang pulang ke Jatim diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah dikarantina di Jakarta selama 8 hari, Suharyanto menegaskan mereka masih akan dikarantina dan diswab PCR di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Jadi nanti setelah dikarantina di Jakarta sesuai dengan surat edaran itu kan delapan hari. Nah nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta apakah mereka akan mengantar ke sini atau kita jemput. Nah seandainya dijemput para PMI ini kembali untuk dikarantina di Wisma Haji,” papar Suharyanto.

“Di karantina di wisma haji ini bukan menyalahi surat edaran, tapi dalam rangka kami akan melaksanakan swab ulang. Nah kami punya waktu sekitar tiga hari perkiraan kami setelah itu apa bila nanti dinyatakan negatif baru para PMI ini bisa kembali ke wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Langkah ini, lanjut Suharyanto dilakukan agar pihaknya tak kecolongan masuknya varian Mu.

“Ini juga kami waspada supaya jangan sampai kecolongan, karena pasti kalau dua titik itu dari mulai hanya Manado dan Soekarno-Hatta, pasti sangat banyak di situ. Nah kami takut petugas-petugas di Provinsi DKI mungkin kewalahan, mungkin ini ya, meski pasti pemerintah pusat juga sudah memikirkan segala sesuatunya tapi kami waspada hingga kami tetap melaksanakan swab ulang,” pungkasnya.

Rakor Terbatas, Mayjen Suharyanto Himbau Semua Pihak Antisipasi Varian MU

Surabaya, – Rapat koordinasi Forkopimda Jatim yang digelar secara terbatas kali ini, mengajak semua pihak untuk saling bersinergi mengantisipasi kemungkinan adanya serangan pandemi varian baru jenis MU.

            “Kita waspadai adanya varian baru. Ini sudah masuk daftar 5 varian yang menjadi pokok perhatian. Nah ini sudah ada di Kolombia Januari 2021. Kemudian di Amerika Selatan dan Eropa,” ujar Suharyanto dalam paparan yang disampaikan oleh dirinya di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Jumat, 17 September 2021 sore.

            Seiring perkembangan globalisasi, kata dia, berbagai negara besar pun tak luput dari bahaya serangan pandemi, salah satunya ialah negara Amerika dan Cina.

            “Kita ingat Delta. Delta itu katanya susah masuk, kok tiba-tiba meledak. India, Sekarang Amerika kena, Cina juga kena. Jadi jangan berpikir bahwa MU ini tidak mungkin masuk Indonesia. Tapi mudah-mudahan bisa kita hambat,” jelasnya.

            Dirinya kembali menegaskan, ditetapkannya Provinsi Jawa Timur berada di level 1 PPKM, bukanlah suatu ajang euphoria sehingga kewaspadaan akan bahaya pandemi menurun. “Takutnya itu nanti, kita kurang waspada dan hati-hati terhadap pandemi,” pungkasnya. (*)

Danrem 081/DSJ Dampingi Pangdam dan Kapolda Tinjau Vaksinasi Massal di Magetan

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang diselenggarakan di GOR Ki Mageti, Kab. Magetan. Turut mendampingi yaitu Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, Bupati Magetan Suprawoto, serta Forkopimda lainnya.

Vaksinasi massal yang diselenggarakan tersebut dilakukan dengan bersinergi antara unsur terkait. “Kegiatan vaksinasi yang gencar dilakukan itu merupakan wujud sinergi antara Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim dan Pemprov Jatim bersama dengan Pemkot dan Pemkab di seluruh Jawa Timur,” kata Pangdam di lokasi, Kamis (16/9/2021).

Diungkapkannya, dalam vaksinasi itu disiapkan 2000 dosis dan sasarannya diberikan kepada para lansia. Hal itu dikarenakan pencapaian sasaran lansia di Jatim masih kurang.

“Tadi penyampaian Bapak Bupati, di Magetan ini jumlah lansia cukup besar. Sekitar 20 persen dari jumlah penduduk. Untuk itu, kegiatan vaksinasi terhadap lansia khususnya harus gencar dilakukan,” ujarnya.

Pangdam juga menyampaikan, jika saat ini Jawa Timur sudah masuk ke level 1 dalam penanganan Covid-19. “Ini luar biasa dan pertama di Indonesia. Mari kita pertahankan dan tingkatkan dengan tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan,” ajaknya.

Sementara itu, atas terselenggaranya vaksinasi tersebut, kapolda Jatim menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya. “Kami ucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan dan para lansia yang telah ikut hadir dan berpartisipasi,” katanya.

Dia berharap, bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, agar segera datang dan mendaftarkan diri, supaya dapat mempercepat dan meningkatkan pelaksanaan vaksinasi, khususnya di Jatim.

Pangdam Brawijaya Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di SMK 1 Pungging

Surabaya, Serbuan vaksinasi dalam upaya mewujudkan herd immunity kian gencar dilakukan oleh pihak Kodam V/Brawijaya berkolaborasi dengan pihak maupun instansi terkait.

            Setelah sebelumnya digencarkan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, serbuan vaksinasi kali ini berlanjut di wilayah teritorial Kodim 0815/Mojokerto. Sasarannya, ialah para pelajar di SMK 1 Pungging.

            Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan jika serbuan vaksinasi sekarang, ditujukan di setiap Lembaga Pendidikan.

            Menurutnya, penentuan lokasi itu dinilai sangat strategis guna mempersiapkan sistem belajar tatap muka yang rencananya akan digelar oleh pihak Pemerintah.

“Ada beberapa tahapan sebelum dilakukannya belajar secara tatap muka itu. Pelajar harus ikut vaksinasi dulu, dan pastinya harus dapat ijin dari orang tua untuk mengikuti vaksinasi,” ujar Kepala Penerangan Kodam. Jumat, 17 September 2021 siang.

Beberapa tim tenaga kesehatan, kata dia, ditunjuk menjadi vaksinator. Tim nakes itu sendiri, terdiri dari aparat Koramil dan satu nakes dari pihak Puskesmas Pungging.

            Selain pelajar, Kusdi menambahkan jika vaksinasi tersebut juga ditujukan bagi para guru yang belum mengikuti vaksinasi.

“Total ada seribu dosis vaksin. Ini juga untuk para guru atau pihak sekolah yang belum mengikuti vaksinasi,” bebernya. (*)

Tinjau Sasaran TMMD ke-112 Blitar, Ini Harapan Danrem 081/DSJ

Blitar – Target dan sasaran TMMD untuk membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho saat meninjau berbagai sasaran fisik di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

‘Dengan perencanan yang bagus, saya yakin ini akan dapat selesai tepat pada waktunya. Bahkan mungkin waktunya belum habis sudah selesai,” katanya di lokasi yang tampak didampingi Forkopimda, Rabu (15/9/2021).

Kepada Kades Pakisaji, Andi Purnomo dan warganya, Danrem mengingatkan agar nantinya dapat merawat berbagai hasil yang telah dicapai dalam TMMD ke-112.

“Yang lebih penting lagi Pak Kades dan masyarakat yaitu pemeliharaan dan perawatan. Karena kalau kita mau merawat, jika ada kerusakan kecil tidak akan semakin parah,” terangnya.

“Semua harus peduli dan saling memiliki, sehingga usia pakainya dapat lebih lama dan semakin bermanfaat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia juga berterima kasih kepada Bupati Blitar, Rini Syarifah beserta jajarannya yang telah menyediakan anggaran dan membantu terselenggaranya kegiatan TMMD di Desa Pakisaji.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajarannya yang telah memfasilitasi anggaran dan membantu terselenggaranya TMMD yang dilaksanakan secara sinergis antara TNI-Polri, Pemkab dan masyarakat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat, nantinya TMMD ke-112 di Desa Pakisaji ini dapat selesai sesuai dengan target dan harapan kita bersama,” pungkasnya. (Red).

Di Mojokerto, Pangdam V Brawijaya Klaim Capaian Vaksin di Jatim 36 Persen

MOJOKERTO,– Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengklaim capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di daerah Jawa Timur sebesar 36 persen.

Dikatakannya, pihanya tidak berpikir capaian Polda maupun Kodam, akan tetapi berpikir capaian Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Kalau Jawa Timur ya Gubernur yang lebih paham, tapi kalau kita lihat sekarang, ya 36 persen untuk dosis pertama,” katanya kepada awak media usai membuka TMMD ke-112 di Pendopo Duyung Trawas Hill, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto,

Menurut jenderal bintang dua itu, Jawa Timur hanya kalah dengan Provinsi DKI. Sedangkan dengan Provinsi Jawa Barat masih kejar-kejaran.

“Tapi oleh Jawa Barat kita kejar-kejaran terus, sudah di atas 10 juta orang yang sudah di vaksin. Mudah-mudah kita terus bisa gencarkan,” ujarnya.

Per hari, Lanjut Suharyanto, Provisi Jatim mampu menyuntikkan 250 sampai 300 ribu dosis vaksin kepada masyarakat.

“Sekarang rata-rata suntikan per hari Jawa Timur bisa 250 sampai 300 ribu, jadi bervariatif. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan,” tandasnya.

Sekadar informasi, hingga kini total ada enam daerah di Jatim berstatus level satu. Yakni Kabupaten Lamongan, Jember, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Sementara level dua terdapat 19 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Untuk level tiga terjadi penurunan dari 16 menjadi 13 kabupaten/kota di Jatim. Yaitu Kab. Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Lumajang, Kota/Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, dan Blitar.

Kodam V/Brawijaya peringati HUT ke-62 Pepabri

Surabaya – Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya memperingati Hari Ulang Tahun Ke-62 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri).

Bertempat di Aula Hayam Wuruk, Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, HUT Ke-62 Pepabri digelar secara sederhana dengan protokol kesehatan pencegahan virus corona (COVID-19).

Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan mengungkapkan HUT Pepabri kali ini harus dijadikan momentum sebagai bahan evaluasi pelaksanaan tugas organisasi.

“Sekaligus untuk menumbuhkan tekad dalam mengoptimalkan visi dan misi organisasi Pepabri pada masa yang akan datang,” katanya.

Menurutnya, introspeksi dan evaluasi bisa dijadikan suatu cara untuk mengetahui kekurangan ataupun kelemahan yang nantinya perlu dibenahi.

“Keberanian untuk mengakui kelemahan serta kekurangan, merupakan sebuah cerminan kedewasaan demi terwujudnya suatu visi dan misi organisasi, serta terus berkontribusi dalam mengawal dan mengamankan bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila, sekaligus UUD 1945,” tuturnya.

Kasdam meyakini TNI akan terus bahu-membahu dan bersatu padu dalam suatu wadah kebersamaan yang kokoh dan kuat dalam menyikapi setiap permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan negara.

“Kebersamaan dan keterpaduan itu menjadi sangat penting dalam rangka menjaga tetap kokohnya persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia,” ujarnya.Pewarta : Hanif Nashrullah

Pembangunan Asrama Yonif 516 Ditinjau Pangdam Brawijaya

SURABAYA, – Adanya pembangunan asrama yang nantinya akan digunakan bagi prajurit Yonif Mekanis 516/CY menjadi atensi khusus bagi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Itu terbukti, pejabat nomor satu di tubuh Makodam V/Brawijaya itu meninjau langsung pembangunan Asrama yang berlokasi di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Beberapa pejabat teras Makodam pun, turut hadir mendampingi peninjauan yang dilakukan pada Selasa, 14 September 2021 siang tersebut.

“Kami keluarga besar Kodam Brawijaya berterima kasih dan bangga dengan adanya perhatian dari Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa,” ujar Suharyanto di sela kunjungannya itu.

Ia menilai, perhatian itu sangat berperan penting bagi kesejahteraan prajurit, khususnya Kodam V/Brawijaya. “Untuk perkembangan setiap pembangunannya, kita laporkan langsung ke Komando Atas,” pungkasnya.

Tak hanya di Gresik saja, kunjungan tersebut juga berlanjut ke Yon Arhanudse 8/MBC yang terletak di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Di lokasi itu, dirinya juga memantau pelaksanaan renovasi 3 barak dan 192 rumah dinas milik prajurit. Diketahui, renovasi tersebut telah memasuki tahap kedua. Pada tahap pertama, renovasi dilakukan di tahun 2021. Sedangkan, pada pelaksanaan renovasi tahap kedua, dipastikan akan terselesaikan dalam kurun waktu 10 bulan.

“Itu sudah dipastikan 100 persen selesai pembangunannya. Untuk renovasi rumah dinas sendiri, sekarang sudah mencapai tahap 85 persen,” ungkapnya. (cah)