pelaksanaan PPKM berskala mikro di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama Forkopimda Jatim mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau pelaksanaan PPKM berskala mikro di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya. Kamis, 11 Februari 2021.

Forkopimda Jember di Vaksin Lagi ?

JEMBER – Pemberian Vaksin Covid 19 ini memang dilakukan sebanyak dua
kali, pada 27/01/2021 telah dilakukan vaksin dosis-1 dan selanjutnya
setelah 14 hari kemudian pada  Rabu 10/02/2021 ini Forkopimda kembali
divaksin untuk dosis yang ke-2.

Demikian halnya tenaga medis di Kabupaten Jember, dihari yang sama
juga dilakukan vaksinasi untuk dosis ke-2, serentak di Kabupaten
Jember.

Menurut Bupati Jember dr, Hj Faida,  MMR  mengatakan,  vaksin tahap
kedua ini diikuti 6.636 terbanyak dari nakes. “Dari tahap pertama
petugas berhasil melakukan penyuntikan 99% dari target sasaran”.

Bupati Jember menambahkan, 9,6% sasaran tertunda  tidak dapat
divaksinasi, karena beberapa faktor antara lain, tekanan jantung
tinggi atau hipertensi (diatas 140) jumlahnya 1/3 dari total uang
tertunda. Faktor lain karena gejala penyakit Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 21%. Dan kepada mereka yang tertunda
tersebut akan ikut pada tahap vaksinasi selanjutnya..

Usai divaksin, Bupati Jember dan Dandim 0824/Jember mendapat
sertifikat karena telah dua kali mendapat vaksin. Demikian pula
mereka, terutama tenaga kesehatan  yang sudah dua kali divaksin.
Sertifikat tersebut bukan hanya menjadi bukti vaksinasi tetapi juga
sebagai alat kontrol.

Sementara itu Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin,
saat dimintai tanggapannya setelah mendapatkan vaksin dosis-2
menyatakan, bahwa setelah divaksin pada dosis-1 maupun dosis-2 ini
semakin sehat dan tidak ada pengaruh apa-apa, untuk itu kepada
masyarakat jangan sampai takut untuk divaksin.

Kemudian terkait dengan vaksin ini tentunya kita akan lebih percaya
diri karena memiliki kekebalan kelompok, namun jangan lengah harus
tetap mematuhi protokol kesehatan covid 19. Tegas Dandim 0824/Jember.
(Siswandi)

Meski Pandemi, Kodim Lamongan Upayakan Peningkatan Ketahanan Pangan


            Lamongan,-
 Pandemi Covid-19 seakan tak menjadi penghalang bagi Kodim 0812/Lamongan untuk terus meningkatkan swasembada ketahanan pangan nasional. Program itu, merupakan salah satu program yang digagas oleh Pemerintah Pusat beberapa tahun lalu.

            Bahkan, dalam upaya itu Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono menyempatkan diri untuk terjun langsung ke lapangan melakukan peninjauan perkembangan pertanian di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Pucuk dan Mantub pada Rabu, 10 Februari 2021.

            “Sebab, aspek terpenting di tengah pandemi ini adalah ketahanan pangan. Apalagi, sekarang Pemkab Lamongan menerapkan adanya pengurangan aktifitas masyarakat di luar rumah,” jelasnya.

            Ketahanan pangan, kata Sidik, merupakan salah satu program terpenting bagi kondisi bangsa saat ini. Sebab, ujarnya, kebutuhan pangan merupakan suatu dasar utama yang dibutuhkan oleh masyarakat.

            “Kita juga berupaya untuk menjaga ketersediaan ketahanan pangan. Pemantapan ketahanan pangan harus berbasis kemandirian. Segi kesehatan dan gizi juga harus terjaa dengan baik,” pungkasnya.

Autentifikasi

Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono

PPKM di Jatim Berlanjut ke Tingkat RT, RW hingga Kelurahan

SURABAYA | duta.co – Pada apel gelar pasukan kesiapan vaksinator dan tracer, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, mengungkapkan, jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berlanjut hingga di tingkat RT, RW, hingga Kelurahan.

“PPKM ini dilanjutkan dalam skala mikro. Artinya, ditingkat Kelurahan/Desa, RT dan RW,” kata Pangdam usai memimpin apel gelar pasukan kesiapan vaksinator dan tracer di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu, (10/2/21) pagi.

Pada pelaksanaan tracer dan vaksinator tersebut, terdapat beberapa pihak yang dilibatkan untuk membantu Satgas Covid di tingkat RT, RW hingga Desa.

Selain Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dalam pelaksanaan PPKM tingkat Mikro ini, pihaknya juga melibatkan Bintara Pembina Potensi Kemaritiman, sekaligus Bintara Pembina Potensi Kedirgantaraan.

Beberapa tugas pun nantinya akan dilakukan para Bintara TNI-Polri tersebut, termasuk diantaranya memberikan informasi terkait bahaya Covid, sekaligus membantu mencari dan mengamankan masyarakat yang terkonfirmasi, ataupun berhubungan dengan penderita Covid.

“Jangan sampai mereka masuk ke Kampung, tapi tidak ketahuan,” tegasnya. “Jadi ujung Kampung mungkin dijaga. Kemudian, untuk masyarakat pendatang yang baru masuk di Kampung itu di tes dulu,” imbuhnya.

Pangdam berharap, pelaksanaan PPKM mendatang ini mampu menurunkan jumlah kasus positif ataupun pasien yang meninggal akibat Covid di Jawa Timur.

“Tugas ini dapat terlaksana apabila sinergitas dan soliditas terbangun penuh. Karena tugas penanganan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan oleh salah satu instansi. Alhamdulillah, TNI-Polri solid, sinergitas membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka bersama-sama melawan, menghentikan dan menangani pandemi Covid-19 ini,” tegas Mayjen TNI Suharyanto. (nzm)

PPKM Mikro Diberlakukan, Tak Sembarang Pendatang Bisa Masuk Kampung

SURABAYA | duta.co – Terdapat beberapa kriteria bagi pengunjung maupun pendatang yang nantinya akan tinggal di Surabaya selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Pasalnya, selama penerapan PPKM Mikro, bagi pendatang diwajibkan untuk menunjukkan surat bebas Covid yang harus diketahui pihak RT.

“Nah, mekanismenya sudah paham. Untuk Kampung sudah diberikan batasan-batasan. Jangan sampai ada pendatang masuk yang tidak jelas asal-usulnya. Pendatang baru boleh masuk di kampung apabila yang bersangkutan bebas dari Covid-19. Bisa melalui penunjukkan surat bebas Covid atau langsung tes rapid antigen,” kata Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto usai meninjau Posko PPKM Mikro di Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Rabu, (10/2/21) siang.

Sebelumnya, Pangdam telah menerima paparan dari pihak Kelurahan setempat. Ia menilai, jika paparan yang telah disampaikan pihak Kelurahan sudah sesuai dengan instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021.

“Artinya, di Kampung ini sudah ada pos, ruang isolasi, apabila terdapat di kampung ini yang terkena Covid-19, harus dilaksanakan isolasi di ruang yang ditentukan,” bebernya.

Tak hanya itu saja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas pun memiliki peranan ketika terdapat warga yang terkontaminasi pandemi itu. “Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan tracing di wilayah itu,” tegas Mayjen TNI Suharyanto. (nzm)

kliping elektronik selasa pagi 9 Februari 2021.

[pdfjs-viewer viewer_width=0 viewer_height=500 url=https://kodam5brawijaya.tni-ad.mil.id/wp-content/uploads/2021/02/laporan-kliping-elektronik-selasa-pagi-9-Februari-2021..pdf download=true print=true fullscreen=false fullscreen_target=false fullscreen_text=”View%20Fullscreen” zoom=auto search_term=”” ]

elektronik senin sore 8 Febuari 2021.

[pdfjs-viewer viewer_width=0 viewer_height=500 url=https://kodam5brawijaya.tni-ad.mil.id/wp-content/uploads/2021/02/laporan-kliping-elektronik-senin-sore-8-Februari-2021..pdf download=true print=true fullscreen=false fullscreen_target=false fullscreen_text=”View%20Fullscreen” zoom=auto search_term=”” ]

Dialog Soal Covid-19, Brigjen TNI Herman Sebut Sinergitas Kunci Utama

Surabaya,- Berbagai inovasi digagas oleh seluruh pihak dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemi di Surabaya.

            Dalam dialog penanganan soal Covid-19 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Jalan Taman Surya pada Senin, 08 Februari 2021, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo menyebut jika sinergitas, merupakan modal utama dalam memutus rantai penyebaran pandemi saat ini.

            Pandemi Covid, kata Danrem, seakan menjadi pantauan tersendiri bagi dirinya, terlebih adanya penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

            Dirinya menyebut, sinergitas itu bukan hanya melibatkan petugas gabungan saja. Namun, kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan dalam upaya memutus rantai pandemi itu.

            “Oleh sebab itu, semua pihak memiliki peran. Tanpa tekecuali masyarakat itu sendiri. Mereka (masyarakat, red) sangat membantu Pemerintah apabila mematuhi adanya protokol kesehatan,” ujar Danrem.

            Sementara itu, Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menambahkan, Surabaya mengalami penurunan pasien Covid-19 secara signifikan.

            Itu terbukti, jika selama kurun waktu beberapa pekan, di Surabaya hanya ditemukan 8 warga yang terbukti positif Covid-19. “Penurunannya pesat. Mungkin, itu bisa lebih ditingkatkan lagi,” jelas Whisnu.

Autentifikasi

Kapenrem 084/Bhaskara Jaya, Mayor Inf Agung Prasetyo Budi, S. T

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. menghadiri rapat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro bersama Ibu Gubernur Jawa Timur dan Kapolda Jatim di Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo No. 07, Surabaya. Senin, 8 Februari 2021.

Putus Penyebaran Covid-19 Pgs. Dandim 0808/Blitar Dampingi Kasrem 081/DSJ Melaksanakan Operasi Penegakan Disiplin

Blitar – Pgs. Dandim 0808/Blitar Letkol Arm M. Muslikh mendampingi Kasrem 081/DSJ Letkol Arh Hany Mahmudi, S.E bersama Jajaran Forkopimda Kota Blitar, meninjau secara langsung tentang penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19 kepada para pedagang dan pengunjung yang berada di Area Pasar Templek Kota Blitar dan Pasar Kademangan Kabupaten Blitar, Minggu (07/02/2021).

“Pada pagi ini saya bersama Walikota Blitar, Pgs.Dandim 0808/Blitar, Danyonif 511/DY dan Kapolres Blitar Kota meninjau secara langsung tentang penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ada di Area Pasar Templek dan Pasar Kademangan. Serta melihat bagaimana sosialiasi, edukasi maupun tindakan yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19, apabila ada masyarakat yang melanggar tentang protokol kesehatan.

Untuk pembagian masker secara gratis diberikan kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Templek dan Pasar Kademangan, dengan harapan agar masyarakat bisa sadar dan selalu mematuhi Protokol Kesehatan dan memakai masker dengan benar, guna menekan penyebaran Covid-19, dan juga dilaksanakan Rapid tes antibodi, penyemprotan disinfektan dan pembagian Sembako “Kata Kasrem 081/DSJ.

Pgs. Dandim 0808/Blitar Letkol Arm M.Muslikh juga menambahkan, untuk kedepannya kita akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini, dan tentunya dilaksanakan di tempat tempat keramaian seperti di Stasiun Kereta Api, Terminal, dan tempat keramaian lainnya.Dengan harapan agar seluruh masyarakat sadar akan pentingnya Protokol Kesehatan, terutama penggunaan masker, tidak lupa Pgs. Dandim 0808/Blitar juga menambahkan agar masyarakat selalu mematuhi lima M (Memakai masker baik di dalam rumah maupun saat beraktivitas diluar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tidak penting) ” ucap Pgs. Dandim 0808/Blitar.(gun/am)

Authentikasi

Kapenrem 081 Kapten Arm Nurwahyu Sujatmiko, A.Md