Dansubsatgas Diminta Tegas, Tapi Humanis

Surabaya,- Selama menjalankan tugas penanganan kedatangan PPLN di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Dansubsatgas diminta untuk bersikap tegas. Namun, ketegasan itu harus dilandasi dengan adanya sikap humanisme.

Demikian ditegaskan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto usai menerima paparan soal pengamanan kepulangan PMI di Ruang Bina Yudha, Makodam V/Brawijaya, Surabaga pada Jumat, 31 Desember 2021 pagi.

“Ini berlaku pada semua Dansubsatgas. Saya minta untuk tegas, tapi santun dan humanis,” ujar Pangdam.

Jenderal bintang dua itu kembali mengatakan, penerapan protokol kesehatan harus dijadikan dasar utama bagi semua Subsatgas yang nantinya akan dilibatkan dalam upaya pengamanan tersebut.

“Kepala BNPB tadi malam menyampaikan, nanti yang datang itu PMI semua. Kemudian, untuk menunggu hasil PCR, tidak di holding bay. Tapi, langsung karantina,” jelas Pangdam.

Holding bay, menurut Pangdam, adalah tempat untuk persiapan menuju tempat karantina bagi PMI. Di tempat itu, nantinya akan dilakukan pemisahan antara PMI dan non PMI.

“Sementara menunggu keputusan dari Menko Marves. Tadi malam, Kepala BNPB sudah menyetujui kalau hasil swabnya di tempat karantina,” kata Mayjen Nurchahyanto.

Untuk diketahui, pelaksanaan pengamanan itu nantinya akan dibagi menjadi beberapa shift. Bahkan, para Subsatgas itu nantinya diwajibkan untuk melakukan patroli rutin di sekitar kawasan yang dijadikan lokasi karantina, maupun di sekitaran Bandara Juanda.

Pangdam Brawijaya Tegaskan Persiapan Antisipasi Kepulangan PMI Sudah Maksimal

Surabaya,- Pada pelaksanaan pengamanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI hingga kedatangan WNA melalui jalur Bandara Internasional Juanda, Surabaya pihak Kodam bakal mengerahkan aparat gabungan yang terdiri dari TNI-Polri. Selain aparat TNI-Polri, Mayjen TNI Nurchahyanto menyebut jika nantinya akan ada personel pengamanan dari unsur pengamanan setempat. “Kesiapannya sudah kita siapkan semaksimal mungkin. Tentunya, berkolaborasi dengan instansi terkait,” ujar Pangdam usai meninjau kesiapan aparat pengamanan di Bandara Juanda pada Kamis, 30 Desember 2021 petang.

Sebelumnya, kata Pangdam, beberapa tempat untuk karantina sudah dilakukan pengecekan terlebih dulu, salah satunya Asrama Haji Sukolilo dan Balai Diklat Kemenag. “Sudah di cek tadi semuanya, dari pagi sampai sore kita melaksanakan gladi. Semua perangkat, melaksanakan tugas sesuai tupoksinya masing-masing,” tegas Mayjen Nurchahyanto. Terpisah, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan jika Pemerintah telah menetapkan masa karantina selama 10 hari bagi para pelaku perjalanan internasional di luar 13 negara yang masuk dalam daftar penyebaran Omicron. 13 negara itu, terdiri dari 10 negara Afrika, Norwegia, Inggris dan Denmark. “Kalau ada yang datang dari 13 negara itu masuk ke Jawa Timur, ke depan itu karantinanya 14 hari,” ungkap Kepala BNPB. Meski demikian, Letjen Suharyanto memastikan jika Bandara Juanda nantinya hanya dimasuki oleh para PMI saja. Artinya, PMI tersebut berdatangan dari luar 13 negara yang masuk dalam daftar Pemerintah tersebut. “Tapi untuk sementara, yang ke Jawa Timur itu PMI. Itu rata-rata dari Saudi Arabia, Hongkong dan Malaysia. Itu 10 hari di karantina,” jelas Letjen Suharyanto.

Babinsa Supiturang Hidupkan Kearifan Lokal Ditengah Musibah Erupsi Semeru

LUMAJANG, Pasca Erupsi gunung Semeru, TNI, khususnya Kodim 0821/Lumajang, dan warga semakin aktif dalam perbaikan sarana umum. Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Supiturang Koramil 0821/14 Pronojiwo, Serma Ikhwanurudin, Kamis, (30/12/2021), yang bersama warga sekitar merenovasi Mushola warga di dusun Sumbersari, Desa Supiturang Kec. Pronojiwo.Dikatakan Serma Ikhwanurudin, saat ini pihaknya masih memfokuskan perehaban Mushola warga di dusun Sumbersari ini pada

LUMAJANG | duta.co – Pasca Erupsi gunung Semeru, TNI, khususnya Kodim 0821/Lumajang, dan warga semakin aktif dalam perbaikan sarana umum. Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Supiturang Koramil 0821/14 Pronojiwo, Serma Ikhwanurudin, Kamis, (30/12/2021), yang bersama warga sekitar merenovasi Mushola warga di dusun Sumbersari, Desa Supiturang Kec. Pronojiwo.

Dikatakan Serma Ikhwanurudin, saat ini pihaknya masih memfokuskan perehaban Mushola warga di dusun Sumbersari ini pada bagian bagunan, terutama perbaikan pondasi, jalan. “Kemudian dinding-dinding, atap, dan sarana tempat wudhu,” ungkapnya.

“Tentunya kami berharap hal ini dapat memberikan kenyamanan dalam beribadah. Kendati sedikit terkendala dengan pendorongan material utama, namun hal ini dapat kita atasi,” katanya.

Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di tengah masyarakat, hal ini sebagai wujud nyata pengabdian untuk rakyat. “Dengan demikian masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan bersih,” jelasnya.

Selain itu, ada makna yang dapat dipetik dari kegiatan ini, yaitu menghidupkan kearifan budaya lokal seperti gotong-royong dan kerjasama di tengah musibah erupsi gunung Semeru ini, yang juga perlu dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

bagunan, terutama perbaikan pondasi, jalan. “Kemudian dinding-dinding, atap, dan sarana tempat wudhu,” ungkapnya.“Tentunya kami berharap hal ini dapat memberikan kenyamanan dalam beribadah. Kendati sedikit terkendala dengan pendorongan material utama, namun hal ini dapat kita atasi,” katanya.Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di tengah masyarakat, hal ini sebagai wujud nyata pengabdian untuk rakyat. “Dengan demikian masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan bersih,” jelasnya.Selain itu, ada makna yang dapat dipetik dari kegiatan ini, yaitu menghidupkan kearifan budaya lokal seperti gotong-royong dan kerjasama di tengah musibah erupsi gunung Semeru ini, yang juga perlu dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

Komandan juga menambahkan kepada petugas pengamanan untuk berkerja sama dengan baik dalam penanganan PMI, harus benar-benar waspada dalam bertugas, dan berikan sosialisasi serta pengawasan ketat kepada para PMI bahwasanya ini semua bentuk upaya dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 farian baru omicron agar tidak menyebar luas. Hadir dalam pelaksanaan pengecekan tersebut Al, Mayjen TNI Nurchahyanto, M.Sc (Pangdam V/Brawijaya), Bpk Septian Hario Seto (Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan) Kemenko Marves RI, Bpk Bagja (Staf Kemenko Marves), Kolonel Arh Zainudin (Asren Kasdam V/Brw), Kolonel Ckm dr. Djanuar (Kakesdam V/Brw), Kolonel Inf Agus Faridianto (Dandim 0831/ST), Letkol Inf Masarum Djatilaksono Dandim 0816/Sidoarjo, dr. Zaenal Acub (Kepala KKP Kelas I Surabaya), Bpk Rendra (Kabid Pemeriksaan Imigrasi), Bpk Sugianto (Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo).

Bandara Internasional Juanda Bakal Dikawal Ketat Aparat TNI-Polri

Surabaya,- Sekitar 691 personel yang tergabung dalam Satgas penanganan kepulangan PMI mulai disiagakan dan bakal disebar di beberapa lokasi. Salah satunya, adalah Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo hingga di lokasi karantina yang nantinya dipusatkan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Masing-masing personel itu, nantinya akan dibagi menjadi beberapa Sub Satgas yang memiliki tugas melaksanakan penegakan protokol kesehatan yang ditujukan bagi para pekerja migran Indonesia, hingga WNI maupun WNA yang tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.

“Digelarnya Apel ini sebagai tahap persiapan, sekaligus langkah antisipasi yang dirasa tepat dan strategis. Karena, rencana akan dibukanya kembali penerbangan Internasional di Bandara Juanda yang dijadikan pintu PPLN, diperkirakan kurang lebih sejumlah 300 orang per hari-nya,” ujar Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan. Rabu, 29 Desember 2021 pagi. Beberapa langkah penanganan, disampaikan Kasdam V/Brawijaya, nantinya harus dilakukan dengan didasari protokol kesehatan yang ketat, termasuk diantaranya melakukan tes PCR, sekaligus karantina selama 10 hari. “Tempat karantina sudah kami persiapkan sebagai langkah antisipasi kedatangan PMI, WNI dan WNA. Lokasi itu di Asrama Haji, Balai Diklat Kemenag dan di LPMP,” kata Kasdam. Bukan tanpa sebab, Brigjen TNI Agus Setiawan menegaskan langkah persiapan yang dilakukan oleh Forkopimda Jatim kali ini, merupakan salah satu bentuk pengawasan sekaligus antisipasi pencegahan timbulnya klaster baru pandemi Covid 19 varian Omicron yang diketahui saat ini sudah melanda di beberapa negara. “Untuk karantina, pelaksanaannya dilakukan selama 9 hari. Setelah itu, melaksanakan SWAB PCR. Di hari ke-10 jika hasil tes dinyatakan negatif, maka bisa kembali ke rumah secara mandiri. Bila hasilnya positif, segera kita lanjutkan penanganan di RS Dr. Soetomo Surabaya,” jelas Kasdam.

Persiapan Penanganan PMI, Kodam Brawijaya Sediakan Tempat Khusus Karantina

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan jika pihak Kodam mulai mengambil langkah koordinasi dan sinergi dalam upaya penanganan kepulangan Pekerja Migrain Indonesia atau PMI yang didominasi terjadi pada akhir tahun 2021. Dalam rapat koordinasi yang diikuti oleh Forkopimda Jatim kali ini, Selasa, 28 Desember 2021 siang, berbagai upaya mulai dilakukan oleh masing-masing institusi, termasuk salah satunya penyediaan tempat karantina. “Untuk jumlah kapasitas WNI, kami akan melakukan penampungan sebanyak 300 WNI per harinya,” kata Mayjen Nurchahyanto. “terkait tempat penampungan, harus kita siapkan dengan matang dan baik,” imbuh Pangdam.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta menambahkan, setidaknya terdapat 1.256 bed yang nantinya akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan isolasi terpusat. Sedangkan, kata Kapolda, selama isolasi mandiri berlangsung pihaknya telah menyediakan tempat isoman di 33 hotel yang berada di bawah pengawasan Satgas Covid. “Isolasi mandiri itu, ditanggung biaya pribadi. Pelaksanaannya selama 10 hari,” kata Kapolda.

Potong Tumpeng, Tandai HUT Kowad di Kodam Brawijaya

Surabaya,- Perayaan HUT Korps Wanita Angkatan Darat atau Kowad diwarnai dengan adanya gelaran potong tumpeng yang disaksikan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto di Gedung Balai Prajurit, Makodam V/Brawijaya Surabaya pada Senin, 27 Desember 2021 siang. Perayaan HUT Kowad ke-60 tahun itu, tak lepas dari adanya penerapan protokol kesehatan. “HUT Kowad ini sebelumnya ditandai dengan adanya beberapa kegiatan sosial, termasuk donor darah, senam bersama, ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan anjangsana ke kediaman salah satu istri Purnawirawan,” kata Pangdam. Apresiasi pun, diberikan oleh Mayjen Nurchahyanto terhadap para Kowad di lingkungan Kodam, terutama soal dedikasi dan profesionalitas selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI-AD. “Profesional, mandiri dalam mengabdi, dan bukan mawar penghias taman, akan tetapi melati pagar bangsa.

Ini tema yang sangat tepat pada puncak perayaan HUT Kowad saat ini,” ujar mantan Aster KSAD. Pangdam berharap, dengan adanya puncak peringatan HUT tersebut, nantinya bisa meningkatkan karya, sekaligus pengabdian para Kowad di jajaran Kodam. “Tema diatas, harus bisa dijadikan pemicu dan tekad bagi para Kowad agar bisa mempersembahkan karya terbaik di Satuan masing-masing,” pinta Pangdam.

Ajang Olahraga, Warnai Momentum HUT Kodam Brawijaya

Surabaya,- Berbagai kegiatan olahraga seakan mewarnai momentum peringatan HUT Kodam V/Brawijaya ke-73, tahun ini.Selain pelaksanaan gowes, momen itu turut diwarnai dengan adanya beragam event olahraga yang melibatkan antar institusi, dan stakeholder di Jawa Timur.Beberapa waktu lalu, pihak Kodam telah menyelenggarakan adanya event berupa tenis meja. Event itu, diresmikan langsung oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan.”Ada juga tenis lapangan. Lomba ini juga melibatkan antar institusi di Jawa Timur,” kata Kepala Penerangan Kodam, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra. Minggu, 26 Desember 2021 sore.Bukan hanya memperkuat silaturahmi saja, namun, Kapendam menyebut adanya perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kodam itu, ditujukan untuk meningkatkan sportifitas para peserta lomba.”Bukan soal menang atau kalah, tapi yang kita utamakan adalah kekompakan,” jelas Letkol Kusdi.Event itu, imbuh Kapendam, digelar selama 3 hari, tepatnya mulai tanggal 24-26 Desember. “Diharapkan, adanya kegiatan itu bisa meningkatkan sinergitas Kodam dengan instansi lain yang selama ini sudah terwujud dengan baik,” pungkas Kapendam.

Antisipasi Lonjakan Covid, Forkopimda Jatim Sediakan Gerai Vaksin dan Ribuan Kamar Karantina

Surabaya,- Dengan didampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau beberapa area yang ada di Surabaya, Jawa Timur.Salah satunya, adalah Bandara Internasional Juanda Surabaya, hingga Terminal Purabaya.

Tak luput, lokasi karantina di Asrama Haji Sukolilo pun, ditinjau langsung oleh Menhub dalam kunjungannya tersebut.Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan, setidaknya terdapat 1.500 kamar untuk karantina yang saat ini telah disediakan oleh pihak TNI-Polri di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.”Itu untuk menampung para PMI yang datang di Indonesia, untuk menjalani karantina,” kata Kapendam. Minggu, 26 Desember 2021 siang.Di lokasi itu pula, Kapendam menambahkan, Menhub juga melakukan peninjauan terhadap penerapan protokol kesehatan di sejumlah area, hingga penyediaan gerai vaksin di Terminal Purabaya.”Diperkirakan, akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. Maka dari itu, di Purabaya telah disediakan gerai vaksin,” jelas Letkol Kusdi.

Mayjen TNI Nurchahyanto Awasi Penerapan Protokol Kesehatan di 2 Gereja

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto memantau penerapan protokol kesehatan, sekaligus pengamanan pelaksanaan natal di 2 Gereja yang ada di Surabaya. Selain Gereja Katedral Hati Kudus Yesus yang berlokasi di Jalan Polisis Istimewa, Surabaya, Pangdam juga mengunjungo Gereja Kristen Indonesia atau GKI di Jalan Diponegoro. Bukan hanya Pangdam, pengecekan itu juga dilakukan oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta dan Sekda Prov Jatim, Heru Tjahjono. “Pangdam hanya memastikan kalau pelaksanaan protokol kesehatan betul-betul diterapkan di masing-masing Gereja,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra ketika di konfirmasi melalui seluler miliknya pada Sabtu, 25 Desember 2021.

Dijelaskan Kapendam, sebelumnya, Pangdam dan Kapolda telah melaporkan situasi dan kondisi pelaksanaan natal di Jawa Timur, khususnya di Surabaya yang bisa berjalan dengan aman dan kondusif. Adanya laporan itupun, mendapat respon positif dari Menkopolhukam. “Sebelumnya sudah disampaikan oleh Pangdam kalau perayaan natal berjalan dengan baik,” kata Letkol Kusdi. Usai melakukan peninjauan pelaksanaan natal di 2 Gereja, Pangdam bersama beberapa pejabat TNI dan pihak terkait lainnya, langsung beranjak menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Di tempat itu, Pangdam memantau kedatangan para Pekerja Migran Indonesia atau PMI, terutama soal penerapan protokol kesehatan yang sebelumnya sudah diwacanakan oleh Forkopimda Jatim dalam mengantisipasi timbulnya klaster baru pandemi di Jawa Timur. “Prosedurnya sudah dibahas, dan disampaikan oleh Kemenkes tentang karantina yang harus dilakukan. Itu sudah disediakan oleh masing-masing daerah,” jelas Kapendam.

Adu Bakat Antar Institusi, Perkuat Silaturahmi di Wilayah Kodam Brawijaya

Surabaya,- Momentum peringatan HUT Kodam V/Brawijaya ke-73 terus bergulir. Peringatan hari besar Satuan Kodam V/Brawijaya itu, diwarnai dengan aksi adanya adu bakat melalui beberapa cabang olahraga yang melibatkan beberapa instansi dan stakeholder di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Namun, sebelum diresmikannya event itu, pihak Kodam terlebih dulu menggelar adanya gowes yang diikuti oleh pejabat teras TNI, hingga Polri yang diawali dari Lapangan Hitam Makodam V/Brawijaya. Jumat, 24 Desember 2021 pagi. Selain Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, gowes itu turut diikuti oleh Kapok Sahli Pangdam, Brigjen TNI Yoyok Bagus Budianto, Danrem Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo, Kas Koarmada II, Laksma TNI Rahmad Jayadi dan beberapa pejabat di lingkungan Mapolda Jatim. Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan, pertandingan yang menyuguhkan berbagai cabang olahraga itu, akan digelar pada hari ini hingga Minggu mendatang. “Untuk pertandingannya, ada olahraga tenis dan tenis meja,” kata Kapendam. Selain dijadikan ajang adu bakat, Letkol Kusdi menyebut adanya pertandingan olahraga itu, digelar dengan tujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi antar institusi dan stakeholder di Jawa Timur. “Meskipun sinergitas sudah terwujud dengan baik, tapi alangkah baiknya sinergitas itu tetap kita jaga dan kita rawat melalui berbagai kegiatan dan pelaksanaan tugas mendatang,” ujar Letkol Kusdi.