BERITA SATUAN

Jembatan Garuda Trenggalek, Akhiri Puluhan Tahun Warga Prigi Menyeberang Sungai

OK
Operator Kodam V/Brawijaya
5 menit baca 0 komentar

Bagikan artikel ini:

Jembatan Garuda Trenggalek, Akhiri Puluhan Tahun Warga Prigi Menyeberang Sungai

Trenggalek,– Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, membawa perubahan besar bagi mobilitas warga setempat. Jembatan gantung yang menjadi bagian dari program nasional itu kini menjadi akses vital bagi aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 200 Jembatan Garuda di berbagai daerah di Indonesia yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat (AD). Program ini bertujuan mempercepat konektivitas wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI atas pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut keberadaan Jembatan Garuda sangat penting bagi warga setempat, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.

“Terima kasih Pak Prabowo, Pak Panglima, telah membangun Jembatan Garuda di Trenggalek. Ini termasuk jalur yang cukup vital meskipun aksesnya untuk anak sekolah. Yang penting sepeda motor dan pejalan kaki bisa lewat,” terang Nur Arifin saat menghadiri peresmian jembatan di Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

Nur Arifin menjelaskan, sebelum jembatan dibangun, puluhan anak sekolah harus menyeberangi sungai setiap hari untuk berangkat belajar. Kondisi tersebut menjadi berbahaya ketika debit air meningkat.

“Biasanya anak sekolah menyeberang sungai. Mungkin saat airnya kecil terlihat aman, tapi saat debit tinggi tentu berbahaya. Tadi saya tanya anak-anak sekolah, alhamdulillah mereka senang semua. Terima kasih Pak Prabowo,” ujar Nur Arifin.

Selain membantu akses pendidikan, jembatan tersebut juga mempermudah mobilitas warga yang mayoritas bekerja di sektor perikanan. Sebelumnya, banyak warga harus memutar jauh melewati area permakaman umum ketika hendak beraktivitas, terutama pada malam hari.

Kabupaten Trenggalek mendapatkan dua unit Jembatan Garuda dari total 200 jembatan yang dibangun secara nasional pada 2026. Selain di Desa Prigi, satu jembatan lainnya dibangun di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

Ketua RT 14 RW 03 Dusun Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Jamal, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut sangat membantu kehidupan warga. Ia menyebut jembatan itu tidak hanya mempermudah akses anak sekolah, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Secara pribadi dan juga masyarakat sekitar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan jembatan di tempat kami,” terang Jamal.

Ia menambahkan, sebelum ada jembatan, anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai karena rute memutar terlalu jauh. Kini akses menjadi lebih aman dan cepat. “Selain itu masyarakat juga semakin mudah beraktivitas dalam perekonomian, termasuk warga yang bekerja melaut,” terang Jamal.

Peluncuran 200 Jembatan Garuda di seluruh Indonesia pada 2026 dilakukan secara serentak dan terhubung melalui pertemuan daring bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Kehadiran Jembatan Garuda di Trenggalek diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung kelancaran aktivitas pendidikan dan ekonomi, serta menjadi wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok negeri.

OK

Penulis

Operator Kodam V/Brawijaya

Tim Redaksi CMS Infolahtad — meliput kegiatan, operasi, dan pembinaan teritorial satuan.

Komentar (0)

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.