Program Pompanisasi Bantu Petani Desa Gading Madiun Panen Tiga Kali Setahun

Madiun,- Musim kemarau bagaikan momok bagi para petani di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kekeringan membentang luas, membuat mereka kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian.

Selama puluhan tahun, mimpi panen berlimpah terhalang oleh keterbatasan air. Hanya padi dan palawija yang bisa ditanam, pun dengan risiko gagal panen dan kerugian yang mengintai.

Namun, kini secercah harapan hadir di tengah kemarau. Program pompanisasi bantuan dari Kementerian Pertanian, bekerja sama dengan TNI AD, membuka kotak pandora bagi para petani Desa Gading.

Aliran sungai yang dimanfaatkan melalui program pompanisasi ini diharapkan dapat membuka peluang perluasan areal tanam (PAT) dan meningkatkan produktivitas pertanian.

“Lahan di sini tadah hujan. Sebelumnya hanya bisa panen dua kali dalam setahun. Dengan program ini, kami harapkan bisa panen tiga kali,” ungkap Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono saat meninjau program pompanisasi di area persawahan Desa Gading.

Optimisme Danrem Sugiyono bukan tanpa alasan. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan para petani dan ketahanan pangan nasional.

“Guna menghadapi El Nino dan musim kemarau tahun ini, kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Harapan serupa diungkapkan Christyan Junitari, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mendampingi petani di Desa Gading. Ia berharap program pompanisasi dapat meningkatkan Indeks Pertanian (IP) di Desa Gading.

“Sebelumnya IP di sini 200, setelah ini diharapkan bisa mencapai IP 300 dan meningkatkan produktivitas petani,” harapnya.

Bagi para petani seperti Agus Susilo, program pompanisasi ini adalah jawaban atas doa mereka selama ini.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pompanisasi ini. Kami yakin, yang semula setahun dua kali panen, berkat bantuan ini bisa menjadi tiga kali panen,” ungkap Agus dengan penuh optimisme.

Rasa syukur pun terpancar dari wajah Agus. “Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan program pompanisasi ini,” tuturnya.

Program pompanisasi di Desa Gading menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dan kepedulian dapat membuka jalan menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan para petani. Di tengah teriknya kemarau, secercah harapan terus bersemi, menumbuhkan semangat baru bagi para petani Desa Gading untuk meraih panen berlimpah.