pelaksanaan kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Ta. 2021 melalui video konferensi

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Sos., M.M. menghadiri pelaksanaan kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Ta. 2021 melalui video konferensi dengan tema “TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat, Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid -19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta Menjaga Persatauan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI” yang berlangsung di Ruang Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Selasa, 16 Februari 2021.

peninjauan di Bendungan Waduk Tukul yang berada di Desa Krajan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Pacitan

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama rombongan melakukan peninjauan di Bendungan Waduk Tukul yang berada di Desa Krajan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Pacitan. Sabtu, 13 Februari 2021.

69 Mantan Prajurit Siswa, Resmi Dilantik jadi Bintara TNI-AD

Surabaya,- Para mantan prajurit siswa yang sebelumnya mengikuti pendidikan Sekolah Calon Bintara, secara resmi dilantik menjadi seorang anggota prajurit TNI-AD berpangkat Sersan Dua.
Pelantikan itu, dilakukan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di Secaba Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada hari Sabtu, 13 Februari 2021 pagi.
“Pelantikan sebagai prajurit efektif, merupakan titik awal dari karir dan pengabdian sebagai prajurit TNI-AD. Khususnya di Secaba Rindam ini, dapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing-masing,” kata Suharyanto melalui amanat yang dibacakannya.
Usai menempuh pendidikan, tambah Pangdam, dirinya pun berharap ke para prajurit Bintara baru agar mampu mempersiapkan diri ketika mengkuti pendidikan pada tahap selanjutnya. “Pendidikan selanjutnya yaitu meningkatkan budaya belajar dan berlatih. Itu mengaci pada Tri Pola Dasar,” bebernya.
Jenderal dengan 2 bintang di pundaknya itu menyebut, Bintara memiliki peranan penting dalam mendukung keberhasilan Satuan, terutama melalui penguasaan ilmu dan ketrampilan teknis militer sesuai fungsi dan tugas.
“Oleh karena itu, sebagai Bintara harus benar-benar menguasai tugas pokok,” tegasnya.
Perlu diketahui, selama pelantikan itu berlangsung, upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19 pun tetap dijalankan. Itu terlihat, ketika Pangdam memberlakukan adanya 5M selama prosesi pelantikan digelar.

Jadi Penjuru Protokol Kesehatan, Anggota Kodim Probolinggo Siap-Siap Divaksin

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh Satuan di jajarannya untuk mendukung upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

            Dalam kunjungannya ke Makodim 0820/Probolinggo pada Jumat, 12 Februari 2021, Pangdam menyebut jika TNI menjadi garda terdepan dalam pencegahan, sekaligus sosialisasi adanya protokol kesehatan di masyarakat. Bukan hanya itu saja, ia juga membahas adanya kebijakan Work From Home atau WFH.

            Pada pelaksanaan WFH, Suharyanto mengimbau para prajurit dan PNS berusia diatas 50 tahun, agar tak bekerja di kantor. “Nantinya akan terealisasi 75% persen WFH, 25% bekerja di kantor,” pintanya.

            Selain sosialisasi tentang protokol kesehatan, ia juga mengimbau personelnya untuk mensosialisasikan adanya vaksinasi. Sebab, rencananya vaksinasi itu akan dilakukan di Probolinggo. “Rencananya dilaksanakan pada Minggu keempat bulan ini,” beber Pangdam.

            Suharyanto menjelaskan, dalam waktu dekat para prajurt TNI akan mendapatkan vaksin. Namun, meski sudah mengikuti proses vaksinasi, bukan bisa dinyatakan bebas Covid. “Maka dari itu, disamping menjaga warga binaan, mereka juga harus bisa menjaga diri sendiri dan keluarga,” pintanya.

            Bahkan, Pangdam juga menginstruksikan Dandim untuk tak segan-segan meminta perkuatan Satuan Tempur. “Selama PPKM, harus ada penurunan angka terkonformasi Covid,” tegas Suharyanto. (Pendam V/Brawijaya)

Auntentifikasi

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi

Pangdam Minta Prokes di Probolinggo Harus Ditegakkan

Kota Probolinggo,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh Satuan di jajarannya untuk mendukung upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

            Dalam kunjungannya ke Makodim 0820/Probolinggo pada Jumat, 12 Februari 2021, Pangdam menyebut jika TNI menjadi garda terdepan dalam pencegahan, sekaligus sosialisasi adanya protokol kesehatan di masyarakat.

            Bukan hanya itu saja, ia juga membahas adanya kebijakan Work From Home atau WFH.

            Pada pelaksanaan WFH, Suharyanto mengimbau para prajurit dan PNS berusia diatas 50 tahun, agar tak bekerja di kantor. “Nantinya akan terealisasi 75% persen WFH, 25% bekerja di kantor,” pintanya.

            Selain sosialisasi tentang protokol kesehatan, ia juga mengimbau personelnya untuk mensosialisasikan adanya vaksinasi. Sebab, rencananya vaksinasi itu akan dilakukan di Probolinggo. “Rencananya dilaksanakan pada Minggu keempat bulan ini,” beber Pangdam.

            Selain disambut Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, kedatangan Pangdam di lokasi itu juga disambut oleh Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Irwan Subekti.

Autentifikasi

Kapenrem 083/Baladhika Jaya, Mayor Inf Prasetya, H. K

pelaksanaan PPKM berskala mikro di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama Forkopimda Jatim mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau pelaksanaan PPKM berskala mikro di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya. Kamis, 11 Februari 2021.

PPKM di Jatim Berlanjut ke Tingkat RT, RW hingga Kelurahan

SURABAYA | duta.co – Pada apel gelar pasukan kesiapan vaksinator dan tracer, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, mengungkapkan, jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berlanjut hingga di tingkat RT, RW, hingga Kelurahan.

“PPKM ini dilanjutkan dalam skala mikro. Artinya, ditingkat Kelurahan/Desa, RT dan RW,” kata Pangdam usai memimpin apel gelar pasukan kesiapan vaksinator dan tracer di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu, (10/2/21) pagi.

Pada pelaksanaan tracer dan vaksinator tersebut, terdapat beberapa pihak yang dilibatkan untuk membantu Satgas Covid di tingkat RT, RW hingga Desa.

Selain Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dalam pelaksanaan PPKM tingkat Mikro ini, pihaknya juga melibatkan Bintara Pembina Potensi Kemaritiman, sekaligus Bintara Pembina Potensi Kedirgantaraan.

Beberapa tugas pun nantinya akan dilakukan para Bintara TNI-Polri tersebut, termasuk diantaranya memberikan informasi terkait bahaya Covid, sekaligus membantu mencari dan mengamankan masyarakat yang terkonfirmasi, ataupun berhubungan dengan penderita Covid.

“Jangan sampai mereka masuk ke Kampung, tapi tidak ketahuan,” tegasnya. “Jadi ujung Kampung mungkin dijaga. Kemudian, untuk masyarakat pendatang yang baru masuk di Kampung itu di tes dulu,” imbuhnya.

Pangdam berharap, pelaksanaan PPKM mendatang ini mampu menurunkan jumlah kasus positif ataupun pasien yang meninggal akibat Covid di Jawa Timur.

“Tugas ini dapat terlaksana apabila sinergitas dan soliditas terbangun penuh. Karena tugas penanganan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan oleh salah satu instansi. Alhamdulillah, TNI-Polri solid, sinergitas membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka bersama-sama melawan, menghentikan dan menangani pandemi Covid-19 ini,” tegas Mayjen TNI Suharyanto. (nzm)

PPKM Mikro Diberlakukan, Tak Sembarang Pendatang Bisa Masuk Kampung

SURABAYA | duta.co – Terdapat beberapa kriteria bagi pengunjung maupun pendatang yang nantinya akan tinggal di Surabaya selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Pasalnya, selama penerapan PPKM Mikro, bagi pendatang diwajibkan untuk menunjukkan surat bebas Covid yang harus diketahui pihak RT.

“Nah, mekanismenya sudah paham. Untuk Kampung sudah diberikan batasan-batasan. Jangan sampai ada pendatang masuk yang tidak jelas asal-usulnya. Pendatang baru boleh masuk di kampung apabila yang bersangkutan bebas dari Covid-19. Bisa melalui penunjukkan surat bebas Covid atau langsung tes rapid antigen,” kata Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto usai meninjau Posko PPKM Mikro di Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Rabu, (10/2/21) siang.

Sebelumnya, Pangdam telah menerima paparan dari pihak Kelurahan setempat. Ia menilai, jika paparan yang telah disampaikan pihak Kelurahan sudah sesuai dengan instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021.

“Artinya, di Kampung ini sudah ada pos, ruang isolasi, apabila terdapat di kampung ini yang terkena Covid-19, harus dilaksanakan isolasi di ruang yang ditentukan,” bebernya.

Tak hanya itu saja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas pun memiliki peranan ketika terdapat warga yang terkontaminasi pandemi itu. “Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan tracing di wilayah itu,” tegas Mayjen TNI Suharyanto. (nzm)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. menghadiri rapat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro bersama Ibu Gubernur Jawa Timur dan Kapolda Jatim di Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo No. 07, Surabaya. Senin, 8 Februari 2021.

Berada di Zona Merah, Pangdam Pastikan Trenggalek Berubah jadi Zona Aman

 Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto memastikan jika Kabupaten Trenggalek yang saat ini berada di zona merah pandemi Covid-19, bakal beralih ke zona hijau.

            Hal itu, ia kemukakan usai meninjau Kampung Tangguh yang berada di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan pada Minggu, 07 Februari 2021. Tak hanya sendirian, dalam kunjungannya tersebut, orang nomor satu di tubuh Makodam Brawijaya itu juga turut didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Irjen Pol Nico Afianta.

            “Kami bersama Pemprov dan Polda siap mengerahkan berbagai daya dan upaya yang dimiliki untuk mengembalikan Trenggalek ke zona aman atau lebih baik,” kata Suharyanto.

            Tak hanya itu saja, dirinya juga mengimbau Forkopimda Trenggalek untuk tidak berhenti menyerukan adanya protokol kesehatan, terlebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi memutus rantai penyebaran Covid-19.

            Untuk diketahui, sebelum berkunjung ke Trenggalek, Forkopimda Jatim sebelumnya juga menggelar kunjungan kerja ke Madiun. Di lokasi itu, Forkopimda memantau penerapan protokol kesehatan di sejumlah lokasi. (Pendam V/Brawijaya)

Auntentifikasi

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi