Mayjen TNI Rafael Granada Baay: TNI Netral dalam Pemilu, Jangan Terprovokasi Komentar Negatif

Surabaya, Pendam V || Mayjen TNI Rafael Granada Baay, seorang pemimpin yang tegas dan berintegritas, menegaskan kembali komitmen TNI untuk tetap netral dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Dalam kunjungan kerjanya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay menyampaikan pentingnya menjaga netralitas dan menghindari komentar-komentar provokatif yang melanggar undang-undang.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Rafael Granada Baay juga memaparkan Program Panglima TNI yang dikenal dengan sebutan “Prima”. Program ini bertujuan untuk menciptakan TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif dalam menjalankan tugas-tugasnya yang mulia. Dalam konteks TNI AD, program “Kasad Prajurit TNI AD Menyatu Dengan Alam untuk NKRI” juga ditekankan, yang mendorong prajurit TNI AD untuk bersinergi dengan alam demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu penekanan yang diungkapkan oleh Pangdam adalah bahwa para ibu-ibu memiliki hak untuk memilih dengan netral, tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Selain itu, Mayjen TNI Rafael Granada Baay menegaskan agar semua anggota TNI tidak memberikan komentar-komentar provokatif yang melanggar undang-undang yang berlaku. Hal ini menjelaskan komitmen TNI untuk menjaga netralitas dalam Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Calon Legislatif.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Rafael Granada Baay juga mengingatkan mengenai peran Polisi Militer dalam menegakkan hukum di lingkungan TNI. Polisi Militer memiliki tugas penting untuk memperjelas prajurit yang melanggar hukum dan menjamin disiplin di dalam tubuh TNI. Pangdam V/Brawijaya menekankan pentingnya prajurit Pomdam V/Brawijaya untuk menjadi prajurit yang profesional, memiliki keadilan, integritas, dan moral yang tinggi dalam menjalankan tugas mereka.
Mayjen TNI Rafael Granada Baay yang penuh semangat dan visi kepemimpinannya, melalui kunjungan kerjanya, berusaha memberikan arahan yang jelas bagi prajurit Pomdam V/Brawijaya. Diharapkan dengan penekanan-penekanan ini, prajurit dapat menjalankan tugas mereka dengan profesionalitas, menghormati hukum yang berlaku, dan tetap menjaga netralitas dalam suasana politik yang sedang berlangsung.



