600 Personel Terlibat Operasi Lilin Semeru 2021 Sambut Nataru

Malang, Ops Lilin Semeru 2021 bergulir di Kota Malang, Kamis (23/12/2021). Wali Kota Malang Sutiaji, bersama Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, dan Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, memimpin persiapan ini dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2021.

Seluruh pasukan yang terlibat apel di depan Balai Kota Malang, merupakan gabungan dari TNI-Polri, Pemkot Malang serta jajaran samping lainnya. Sutiaji mengharap, Ops Lilin Semeru ini bisa memberi rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Sementara, Dandim Kota Malang menegaskan, “TNI siap mendukung Forkopimda untuk memastikan Kota Malang selalu aman, tentram dan kondusif. Kami tentu turut menurunkan personel, untuk support dan saling dukung pengamanan serta menjaga kondusivitas Kota Malang,” seru Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menegaskan, telah menyiagakan 350 personel dari Polri.

“Sementara, ada tambahan juga dari TNI, Pemkot Malang, dan instansi lainnya total sekitar 600 personel,” katanya.

Selain itu, pengamanan gabungan Ops Lilin juga telah mempersiapkan 5 pos. Yaitu Pos Terpadu Exit Tol Madyopuro, Pos Pelayanan Gereja Ijen dengan konsep Frozen, Pospam Gereja Albertus, Pospam Suhat UB dan Pospam Gereja Kayutangan, serta tambahan 2 pos dari Dinas Perhubungan Kota Malang.

Buher menyebut, tidak ada penyekatan arus lalu lintas. Tetapi akan ada patroli skala besar pada tempat keramaian dan pengamanan kegiatan ibadah di gereja-gereja.

Patroli di tempat-tempat keramaian, seperti mall, cafe, restauran, dan hotel juga akan berlangsung. Ini demi menerapkan aplikasi peduli lindungi dan penerapan protokol kesehatan. Maka Buher menghimbau, kepada masyarakat agar melaksanakan pergantian tahun di rumah saja.

“Pelaksanaan ibadah di gereja juga harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini dengan menempatkan satgas covid-19,” tandasnya.

Dalam apel, hadir personel Brimob Polda Jatim, Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Denpom V/3 Malang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Bakesbangpol dan BPBD.

Selain itu, PMI, Banser, Kokam, GM FKPPI, Pemuda Pancasila, Senkom, Kamling Udara, RJT, Saka Bhayangkara sampai PSC Kota Malang. (rhd)

Mendekati Nataru, Kodam Brawijaya Bahas soal Pemulangan Pekerja Migran Indonesia

Surabaya,- Rapat koordinasi terbatas yang digelar di Aula Hayam Wuruk Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Kamis, 23 Desember 2021 sore, kali ini membahas soal adanya mekanisme pemulangan Pekerja Migran Indonesia atau PMI sekaligus kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.Dalam rakor yang dipimpin secara langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto dengan dihadiri oleh beberapa pihak maupun stakeholder itu, merencanakan beberapa langkah yang nantinya harus dilakukan oleh semua pihak dalam upaya mengantisipasi timbulnya klaster baru soal pandemi. “Untuk mekanismenya, ketika PMI tiba di Bandara, mereka akan memasuki bagian imigrasi untuk dilakukan pengecekan legalitas. Itu dilakukan pihak KKP Juanda,” kata Pangdam.Usai melewati proses itu, kata Mayjen Nurchahyanto, PMI akan memasuki tahap pemisahan. Artinya, proses itu nantinya akan memisahkan antara PMI dan non PMI.”Setelah itu, masing-masing passanger non PMI akan di test swab PCR. Selanjutnya, menuju area holdong bay PCR,” jelas Pangdam. “Sesudah itu, dipersilahkan untuk menunggu. Nah, disini akan dilakukan pengecekan kembali identitas. Apakah passenger itu benar PMI atau non PMI,” imbuh Mayjen Nurchahyanto.Pejabat nomor satu di tubuh Makodam Brawijaya itu menilai, adanya beberapa mekanisme pengecekan itu dipercaya mampu mendeteksi PMI yang kedapatan menggunakan beragam cara untuk bisa masuk melewati jalur Bandara.”Kalau terbukti PMI, di area Avsec akan disiapkan kendaraan penjemputan menuju lokasi karantina. Itu juga berlaku pada passenger non PMI. Selama di karantina selama 10 hari, nanti diumumkan hasil tes PCR nya. Kalau negatif, bisa dipulangkan. Kalau positif, kita bawa ke RS Lapangan Indrapura,” jelas Pangdam.Mantan Aster KSAD itu menambahkan, terdapat 2 lokasi yang nantinya dijadikan tempat karantina. Selain di Asrama Haji, karantina juga dilakukan di Balai Diklat Kemenag.”Setelah tiba di karantina, nanti akan dijelaskan tentang tata tertib, dan penyuluhan kesehatan berkaitan dengan Covid,” ujar Pangdam.

Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Pimpin Sertijab Dandim 0810/Nganjuk

Madiun, Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf Waris Ari Nugroho memimpin langsung penerimaan perwira baru, serah terima jabatan dandim, dan pelepasan pejabat Korem 081/Dhirotsaha Jaya. Acara tersebut digelar di Aula Jenderal Sudirman Makorem pada Rabu (22/12/2021).

Danrem 081/ Dhirotsaha Jaya dalam sambutannya menyampaikan, alih tugas dan setijab di lingkungan organisasi TNI Angkatan Darat merupakan hal yang biasa. Pasalnya, sudah menjadi bagian dari dinamika organisasi yang berkaitan dengan pembinaan personel serta pembinaan satuan.

“Kegiatan sertijab itu hal yang biasa kita laksanakan, semua pejabat akan mengalami,” kata Danrem.

“Semua pejabat Komandan akan mengalami kegiatan seperti ini. Tinggal tunggu gilirannya, tergantung kiprahnya masing-masing. Hidup ini adalah sebab akibat. Kalau kita berbuat baik akibatnya pasti juga baik,” tambahnya.

Adapun yang menduduki jabatan baru dijajaran Korem 081/ Dhirotsaha Jaya Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, S.I.P sebagai Kepala Staf Korem. Mayor Inf Achmad Amin, S.H. sebagai Kepala Seksi Operasi dan Mayor Arm Dedi Kusmayadi, S.Pd. sebagai Kepala Seksi Perencanaan.

Danrem mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Letkol Inf Georgius Luky Ariesta Onodera, S.I.P. beserta istri atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya di Korem 081/ Dhirotsaha Jaya sebagai Dandim 0810/Nganjuk. “Selaku pribadi dan Komandan Korem 081/ Dhirotsaha Jaya saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Letkol Inf Georgius Luky Ariesta beserta istri yang telah mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab jabatan dengan dedikasi dan loyalitas yang tinggi,” ungkapnya.

“Selamat bertugas di satuan baru sebagai Kasbrigif 26/GP Kodam XVIII/Ksr, semoga di tempat yang baru dapat lebih sukses kedepannya,” pesan Danrem.

Selain itu, Danrem 081/ Dhirotsaha Jaya juga mengucapkan selamat kepada pejabat baru Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Tri Joko Purnomo beserta isteri. “Saya ucapkan selamat atas kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Pimpinan untuk menempati jabatan yang baru sebagai Dandim 0810/Nganjuk yang sebelumnya menempati jabatan sebagai Kasiren Korem 081/ Dhirotsaha Jaya,” ucap Danrem.

Danrem 081/ Dhirotsaha Jaya juga berharap dan berpesan kepada pejabat baru di Korem 081/ Dhirotsaha Jaya. “Saya ucapkan selamat datang di Makorem 081/ Dhirotsaha Jaya. Segera kenali tugasnya masing-masing sehingga dapat meningkatkan keberhasilan yang telah diraih oleh pejabat sebelumnya,” pungkasnya.

Operasi Lilin Semeru, Mayjen Nurchahyanto Fokus Antisipasi Penyebaran Covid

SURABAYA, Apel gelar operasi lilin Semeru yang berlangsung di Tugu Pahlawan, Surabaya pada Kamis, 23 Desember 2021 siang melibatkan aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP hingga stakeholder terkait lainnya.

Apel yang dipimpin oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto itu, nantinya ditujukan pada pengamanan perayaan natal dan tahun baru.

“Lebih tepatnya, memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan natal dan tahun baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan” kata Pangdam.

Dikatakan Pangdam, beberapa hal harus diantisipasi pada pelaksanaan nataru mendatang, terutama soal antisipasi adanya penyebaran Omicron. Salah satu varian Covid yang memiliki tingkat penyebaran 5 kali lebih cepat daru varian lainnya.

“Di Indonesia sekarang sudah ada 5 orang yang terjangkit Omicron,” ungkap mantan Aster KSAD.

Meski sudah bisa dikendalikan, Pangdam mengungkapkan jika tingkat penularan Covid berada di bawah angka satu.

“Dengan positif ride dan BOR rumah sakit yang ada di bawah standart WHO.  Ops Lilin Semeru ini digelar selama 10 hari, tepatnya mulai tanggal 23 Desember sampai 2 Januari 2022. 54. 959 obyek di Indonesia, baik tempat ibadah, wisata dan pusat perbelanjaan hingga transportasi umum akan dijaga aparat,” jelas Pangdam.

Senada, Irjen Pol Nico Afianta menambahkan, operasi Lilin Semeru itu  digelar secara serentak di setiap Kota/Kabupaten.

Beberapa sasaran, kata Kapolda, menjadi prioritas selama pelaksanaan operasi Lilin Semeru itu. Diantaranya, menghimbau masyarakat untuk merayakan natal dan tahun baru di rumah saja.

“Jajaran TNI, Polri dan Pemerintah harus bisa bersinergi. Sehingga, Kamtibmas bisa berjalan dengan baik. Kalau ada masyarakat yang memaksa untuk keluar rumah, ya harus divaksin,” tegas Kapolda.

Autentifikasi, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra.

Pangdam Apresiasi Pelayanan Satu Pintu di Jawa Timur

Surabaya,- Adanya pelayanan yang diberikan oleh Forkopimda Jawa Timur ternyata diapresiasi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto. Kali ini, Pangdam menggelar kunjungan kerja di beberapa institusi yang ada di Jawa Timur, diantaranya DPRD Provinsi Jawa Timur, hingga ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Rabu, 22 Desember 2021 siang. Namun, dalam kunjugan itu, dirinya terkesan dengan adanya pelayanan satu pintu yang digagas oleh pihak Pengadilan Tinggi Jawa Timur. “Saya sangat terkesan dengan adanya ruangan pelayanan terpadu satu pintu. Semua pelayanan, disiapkan disitu sampai dengan tuntas,” ujar Pangdam. Bukan tanpa sebab, adanya pelayanan oleh pihak Pengadilan Tinggi itu, kata Nurchahyanto, mampu mengurangi adanya tatap muka atau kerumunan ditengah pandemi Covid-19. “Sesuai dengan adanya protokol kesehatan. Ini bisa mengurangi adanya kontak langsung atau kerumunan,” katanya. Selain di DPRD, Kejati dan Pengadilan Tinggi Jatim, orang nomor satu di tubuh Makodam V/Brawijaya itu, juga menggelar kunjungan kerjanya ke Pemprov Jatim. Kunjungan tersebut, diakhiri dengan adanya ziarah di Makam Sunan Ampel.

Peduli Semeru, Puspom Angkatan Darat Turun Tangan

Lumajang,- Kepedulian terus disalurkan oleh pihak TNI Angkatan Darat terhadap warga terdampak erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, kepedulian itu diberikan oleh pihak Pusat Polisi Militer Angkatan Darat. Beberapa bantuan dari Danpuspomad, Letjen TNI Chandra W. Sukotdjo disalurkan dalam kunjungan di lokasi pasca erupsi tersebut. Penyaluran bantuan, dilakukan oleh Inspektorat Puspomad, Brigjen TNI Ujang Martenis yang hadir mewakili Danpuspomad.

“Bantuan ini kita salurkan di beberapa posko pengungsi. Mulai di posko pengungsian SDN 04 Pronojiwo, SMP 03 Pronojiwo, dan posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo sendiri,” ujar Brigjen Ujang. Rabu, 22 Desember 2021 siang. Di lokasi itu, pihak Puspomad juga melakukan peninjauan di beberapa titik lokasi, terutama di jembatan Geladak Perak. Salah satu fasilitas umum yang mengalami kerusakan ketika erupsi terjadi. Diketahui, jembatan itu merupakan akses penghubung antara Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Kedatangan kami disini, sebagai bentuk kepedulian dari Puspomad terhadap saudara-saudara kita yang saat ini mengalami musibah,” beber Irpuspomad.

AMSI Bersama TNI – Polri dan Kominfo Bangun Komitmen Lawan Penyebaran Hoax di Jatim

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim menggandeng TNI – Polri dan Kominfo untuk berkolaborasi melawan penyebaran Hoax di Jawa Timur dengan mengadakan Stakeholders Meeting Kolaborasi konten terpercaya dan komunikasi media era digital yang diselenggarakan di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Senin (20/12/2021) pagi.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Waka Polda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Pejabat Utama (PJU) polda jatim, Staf Ahli Pangdam V/Brawijaya Kolonel Heri serta Stakeholder jawa timur, Ketua Umum AMSI Pusat melalui zoom meeting, Dewan Pers, Dinas Kominfo Jatim.

Waka Polda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Suparptoyo, dalam sambutannya menjelaskan, hari ini kami bangga karena hadir di tengah tengah orang yang mampu menguasai dunia karena ada istilah bahwa Siapa yang menguasai informasi dia yang akan menguasai dunia.

“Jadi saya hari ini bersyukur bisa di tengah-tengah orang yang menguasai dunia,” kata Waka Polda Jatim, saat berikan sambutan, Senin (2012/2021).

“Kalau saya berdiri sebagai Wakapolda sebagai seorang polisi kalau saya titip masalah keamanan saya yakin tidak sulit, sehingga apa yang terjadi di perkembangan digital, kemampuan orang untuk menebar isu hoax dan lain sebagainya saya yakin yang ada di sini ketika bergandengan tangan untuk Jawa Timur semua bisa dihadang dengan kekuatan yang ada,” tambahnya.

Kegiatan meeting hari ini adalah kolaborasi AMSI Jawa Timur, diskominfo Jawa Timur dan Bidang Humas Polda Jawa Timur, kegiatan ini dimaksud untuk menjalin silaturahmi dan menyamakan persepsi dalam pengelolaan media siber atau media online di Jawa Timur.

“Kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini telah sampai pada pengembangan industri konten Digital Media siber atau media online di Indonesia juga mengalami pertumbuhan begitu pesat sehingga saat ini kita semakin mudah untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya,” jelasnya.

Disisi lain banyak juga informasi ataupun berita yang sifatnya hoax dalam hal ini informasi hoax ini perlu untuk dipahami bersama agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan.

“Polda Jawa Timur sangat mendukung acara stakeholder meeting hari ini, semoga acara ini dapat mencerahkan kita di dalam pengelolaan berita serta kita secara bersama-sama bisa memerangi itu,” pungkasnya.

Selain itu acara ini juga memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat praktisi informasi kalangan akademisi pemerintahan dan pihak-pihak lain mengenai journalisme content.

Kami dari kepolisian juga berharap media yang tergabung dalam AMSI fokus terhadap konten yang akurat tidak berniat buruk dan dapat dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan Uu pers atau Kode Etik Jurnalisme.

Sementara itu Ketua AMSI Jatim arif rahman, menyampaikan, AMSI ini lahir dari keprihatinan maraknya hoax, penuhnya ruang publik dari banyaknya berita bohong disinformasi maupun mis informasi yang dengan sekarang dengan penetrasi internet yang luar biasa yang sudah 78%.

“Pada tahun 2021 ini di bulan Juni tentu bagai pisau bermata dua, di satu sisi kecepatan akses informasi di masyarakat itu bisa memberdayakan masyarakat, meningkatkan IPM meningkatkan kemampuan dalam mencerna berbagai persoalan,” kata Ketua AMSI Jatim, Arif Rahman.

“Tapi di sisi lain juga banyak memecah-belah masyarakat banyak juga membenturkan masyarakat jangan aparat pemerintah baik polisi TNI atau pun juga eksekutif nah ini yang kemudian menjadi tidak sehat,” ucap dia.

Masih kata ketua AMSI jatim, AMSI lahir ada keinginan bahwa ruang publik ini harus bersih dari sampah sampah digital, ini adalah persoalan digital persoalan kompleks yang tidak mungkin hanya terselesaikan oleh satu pihak saja pemerintah sendiri tidak bisa sendiri kepolisian sendiri juga sangat berat.

“Karena itu pentingnya pada hari ini ada stakeholder meeting, kita ingin semua berkolaborasi mulai hari ini berkolaborasi. Kolaborasi itu butuh intimasi butuh butuh komitmen jangka panjang jadi kolaborasi tidak akan tercipta kalau kemudian kita berhenti,” cetusnya.

Hari ini kita harus selalu menyampaikan bekerja sama semua pihak semua stakeholder yang punya kepentingan bersama dalam menyelamatkan Indonesia dari sisi Kamtibmas dari sisi ketahanan dari sisi kondisi sosial budaya maupun juga ekonomi

“Nah inilah arti event hari ini kita ingin semuanya dari pihak kepolisian dari Pemprov dari Kodam V/Brawijaya kemudian AMSI yang didukung oleh seluruh media Kredibel terpercaya media yang akurasinya tinggi dalam memberitakan ini yang akan membuat roh menjadi lebih bersih lagi lebih baik lagi ibaratnya ini sebuah ekosistem,” tutup dia.

Indonesia akan selesai kalau kemudian persoalan hoax persoalan media yang tidak terpercaya konten yang sekarang ini dengan maraknya media sosial dengan ada YouTube, Twitter, Facebook, IG maupun Tik Tok. Itu semakin membuat riuh rendahnya kondisi banjir informasi yang ada di masyarakat kita.

“Karena itu pada hari ini segera Ini adalah komitmen kita bersama ini adalah tujuan yang sangat mulia untuk kita perjuangkan untuk kita bersama lakukan dan saya rasa ke depan mulai kita godok supaya Jawa Timur untuk pertama kalinya membuat suatu komite atau badan yang menyelaraskan konten konten digital menyehatkan konten digital yang di situ terdiri dari semua stakeholder entah itu pemerintah polisi dan TNI kemudian AMSI, masyarakat ormas-ormas yang menjadi aksi ke depan karena kolaborasi tanpa aksi serasa tidak akan berhasil,” harapnya.

Kasdam Brawijaya Bahas Persiapan Batalyon Tim Pertempuran, Hingga Sertijab Pangdam Brawijaya

Surabaya,- Selain serah terima jabatan, Kodam V/Brawijaya rencananya akan mengikuti latihan Batalyon Tim Pertempuran atau YTP. Namun, sebelum itu terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh pihak Kodam, salah satunya berkaitan dengan kegiatan YTP yang rencananya akan digelar di Baturaja.

Dalam pembahasan yang berlangsung di Mako Yonif 516/CY, Surabaya pada Jumat, 19 November 2021, Kepala Staf Kodam, Brigjen TNI Agus Setiawan menjelaskan jika dirinya telah melakukan pembagian beberapa tugas terhadap para pejabat Kodam. “Sertijab dalam suatu organisasi, adalah kegiatan yang wajar dalam wujud pembinaan postur prajurit TNI demi mendukung pelaksanaan tugas TNI-AD,” ujar Kasdam. Selain sertijab, beberapa penekanan juga dilakukan oleh Kasdam, termasuk diantaranya peninjauan medan latihan, hingga paparan pelaksanaan YTP yang dilakukan oleh Danbrigif 16/Wira Yudha, Kolonel Inf Irwan Budiana. “Untuk peninjauan medan latihannya, sudah dilakukan tanggal 13-17 November kemarin. Nah, sekarang, Danbrigif menyampaikan paparan ke para peserta latihan. Itu nanti dijadikan suatu gambaran,” bebernya. Untuk peninjauan medan sendiri, kata Kasdam, terdiri menjadi 3 bagian. Bagian-bagian etape itu, terdiri dari peninjauan jarak jalur darat, jalur laut hingga check point. “Untuk peserta latihan, nantinya akan diberangkatkan akhir November. Pemberangkatan dilakukan secara bergelombang,” jelas Kasdam.

Kodam V/Brawijaya Ingatkan Ancaman Balatkom dan Paham Radikal

Surabaya,- Bahaya laten komunis dan paham radikal seakan menjadi pantauan tersendiri bagi semua pihak. Pasalnya, bahaya itu dinilai mampu merusak persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terwujud dengan baik.

Demikian dikatakan Kapendam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra terkait adanya komunikasi sosial yang digelar oleh pihak Kodam di Aula Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Jumat, 19 November 2021 siang. “Kegiatan ini, bagian dari adanya pembinaan teritorial dalam rangka mewujudkan TNI-AD yang adaptif melalui adanya kewaspadaan terhadap berbagai macam ancaman dengan melibatkan elemen masyarakat,” ujar Kusdi. Selain melibatkan masyarakat, Kapendam berujar upaya pencegahan dan penananganan bahaya laten komunisme, radikalisme dan separatisme, juga memerlukan peran Forkopimda atau aparat terkait lainnya. “Semisal, membangun penyuluhan terpadu dengan melibatkan semua aparat terkait,” jelasnya. Selain membahas persoalan separatisme, radikalisme terorisme, kegiatan pembinaan teritorial itu juga membahas pentingnya memahami Pancasila sebagai landasan negara. “Ideologi kita, itu adalah Pancasila. Pancasila itu banteng agar bisa terhindar dari hasutan dan ajakan balatkom,” bebernya.

Korem 082/CPYJ Antisipasi Peredaran Narkoba

KOTA MOJOKERTO, BEBAS – Upaya pencegahan, sekaligus pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terus digencarkan oleh pihak TNI.

Salah satunya, seperti sosialisasi yang dilakukan oleh Korem 082/CPYJ di Pendopo Paramitra Cikaran, Kota Mojokerto. Kamis, 18 November 2021 pagi.

“Sosialisasi ini untuk membangun kesepahaman dan peran prajurit, serta Satuan untuk peduli terhadap bahaya narkoba,” ujar Kasi Intel Korem, Mayor Inf Daroji.

Penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba, kata Daroji, seakan menjadi suatu masalah internasional maupun nasional yang harus diantisipasi. Pasalnya, keberadaan hal itu, dinilai mampu mengancam kehidupan masyarakat, sekaligus negara.

“Pemerintah Indonesia bertekad untuk memerangi peredaran narkoba. Karena, penyalahgunaan dan peredaran narkoba dapat merusak generasi muda,” bebernya.

Ia berharap, dengan adanya sosialiasi yang dilakukan oleh Korem kali ini, mampu menekan, sekaligus mencegah adanya penyalahgunaan zat adiktif.

“Sosialisasi ini, diharapkan bisa menambah wawasan prajurit dan PNS Korem. Sehingga, bisa menjaga diri dan keluarga dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Sumber:
Kapenrem 082/CPYJ, Mayor Caj Supranoto