Satgas Yonif 512 Bersinergi tekan Laju Pandemi di Tanah Papua

Keerom, Papua- Pemkab Keerom sekarang mulai memfokuskan diri untuk menekan laju pertumbuhan pandemi di wilayahnya.

Berbagai pihak pun, dilibatkan oleh Pemkab Keerom untuk mengantisipasi terjadinya ledakan pandemi, salah satunya dengan melibatkan pihak Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY.

Sosialiasi hingga pembagian masker pun dilakukan oleh keduanya, beberapa lokasi menjadi sasaran, salah satunya Jalan Trans Wamena menuju ke Jayapura. Rabu, 30 Juni 2021.

“Penanggulangan pandemi sudah menjadi kewajiban kami dalam berpartisipasi membantu Pemerintah, baik pusat maupun daerah,” kata Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat.

Upaya itu, kata dia, merupakan tindaklanjut dari munculnya varian baru Covid-19 yang sudah mulai menyebar di berbagai Provinsi yang ada di Indonesia.

“Selain pengguna Jalan Trans Wamena, sosialiasi juga kita lakukan ke pemukiman penduduk lainnya,” jelasnya.

Sumbangkan Darah, Demi Kebutuhan Masyarakat Papua

Keerom, Papua- Minimnya stok darah seakan menggugah kepedulian Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY yang saat ini ditugaskan di daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Tak tanggung-tanggung, beberapa prajurit yang mempunyai golongan darah B sengaja dikumpulkan ke salah satu tempat donor darah.
Darah itu, nantinya akan disumbangkan ke salah satu warga Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.
“Kita menerima aduan kalau ada salah satu warga disana membutuhkan darah dengan golongan darah tertentu,” kata Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat. Selasa, 29 Juni 2021.
Bahkan, prosesi pengambilan darah itupun melibatkan pihak PMI Jayapura. Ia mengungkapkan, selain mendonorkan darah untuk warga Distrik Mannem, prajurit lainnya juga sengaja diperintahkan untuk mendonorkan darahnya guna memenuhi kebutuhan stok darah PMI Jayapura. “Supaya nantinya bisa digunakan oleh pihak PMI demi kebutuhan kemanusiaan,” jelasnya.
Taufik kembali menjelaskan, pemberian bantuan berupa darah bukan hanya dilakukan kali ini saja. Sebelumnya, ia juga memerintahkan personelnnya untuk suka rela menyerahkan darahnya ke salah satu warga yang berada di Kampung Pir IV.
“Darahnya kita serahkan ke keluarga Yunus. Nah, kebetulan beliau Kepala Kampaung di Kampung Pir itu. Proses transfusi darah juga melibatkan pihak PMI,” bebernya.

Jaga Stabilitas Keamanan, Satgas Yonif 512 Gelar Sweeping Rutin Di Perbatasan Papua.

Keerom – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan mencegah peredaran barang ilegal di wilayah perbatasan Papua, Pos Workwana Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY menggelar kegiatan sweeping di jalan raya Distrik Arso tepatnya di jalan depan Pos Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom Papua. Minggu (27/6/2021).Dalam kegiatan sweeping ini, anggota Pos Workwana yang dipimpin langsung oleh Danpos Letda Inf Ahmad Awaludin melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yang melintas baik roda dua maupun roda empat.Seluruh pengguna jalan yang melintas wajib berhenti dan turun dari kendaraan ketika anggota Pos melaksanaan pemeriksaan, apabila ditemukan barang yang terlihat mencurigakan akan di turunkan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang tersebut.Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat ketika di konfirmasi mengungkapkan bahwa kegiatan sweeping merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di seluruh jajaran Pos Satgas Yonif 512.”Sweeping rutin kami gelar, sebagai salah satu upaya kami untuk mencegah penyelundupan dan peredaran barang Ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dalam kegiatan ini anggota kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang melintas agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban dengan menghindari barang Ilegal yang dapat merugikan masyarakat terutama Miras dan Narkoba” terang Letkol TaufikSelain itu, sweeping ini di gelar juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di Kampung Workwana dan Kampung Pir II yang merupakan kampung binaan dari Pos Workwana. Para pengguna jalan yang melintas tidak merasa terganggu dengan kegiatan sweeping yang di gelar tersebut, salah satunya Michael (38) warga dari Kampung Tami, Distrik Arso yang kebetulan melintas mengungkapkan bahwa dirinya mendukung kegiatan sweeping yang digelar demi menjaga stabilitas keamanan tersebut.”Kami senang dan setuju dengan kegiatan sweeping, karena demi terjaganya keamanan wilayah kami, saya yakin bahwa warga kampung semuanya juga senang dan tidak akan merasa terganggu dengan sweeping ini” ucap Michael.

Terinspirasi Bangkitkan Perekonomian, Satgas Yonif 512 Olah Lahan Pertanian Untuk Warga

Keerom, Papua- Satgas Yonif Mekanis 512/QY terinspirasi untuk terus meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Kali ini, inovasi itu dibuktikan dengan adanya pengolahan salah satu lahan kosong yang berada di Kampung Banda, Distrik Waris. Beberapa warga sengaja diajak ke lahan tak bertuan itu. Di lokasi tersebut, Satgas memberikan beberapa pembekalan untuk warga terkait tata cara pengolahan pertanian. “Kan lumayan, bisa ditanami bibit jagung, kacang dan lain-lainnya. Toh, hasilnya itu nanti kembali untuk masyarakat,” kata Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat. Jumat, 25 Juni 2021. Lahan seluas kurang lebih 1 hektar itu, kata Letkol Taufik, sudah dipersiapkan sebagai lahan bercocok tanam. Tak tanggung-tanggung, beberapa bibit pertanian pun sengaja dipersiapkan oleh Satgas untuk nantinya digunakan oleh warga. “Semuanya kita dukung. Yang terpenting, kita berikan pemahaman dan tata cara pengolahan bibit hingga dinyatakan layak atau siap panen,” jelasnya.

Kerahkan Anggota Untuk Jadi Tenaga Pendidik di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Keerom, Papua- Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY mengerahkan personelnya di beberapa Kampung yang berada di Kabupaten Keerom, Papua untuk menjadi tenaga pendidik.
Bukan tanpa sebab, pengerahan pasukan di lini pendidikan itu menindaklanjuti adanya komitmen yang sebelumnya diungkapkan oleh Letkol Inf Taufik Hidayat selama bertugas di daerah perbatasan.
“Untuk sekarang, anggota kita kerahkan ke SD PGRI Yamara. Itu lokasinya di Distrik Mannem,” kata Dansatgas. Kamis, 24 Juni 2021 siang.
Sontak saja, kedatangan anggota Satgas itupun disambut hangat oleh pihak pengurus SD setempat. Bahkan, beberapa pihak sekolah mengaku terbantu dengan adanya tenaga didik yang dikirim oleh Dansatgas itu.
Soni (54), mengatakan selama berada di tempat ia mengajar para anggota itu memberikan berbagai ilmu ke para anak didiknya, salah satunya pelatihan baris-berbaris atau PBB.
PBB, kata dia, diyakini mampu menciptakan suatu karakter anak. Bahkan, adanya kedisiplinan pun bisa tertanam di dalam diri anak-anak didiknya melalui pelatihan PBB itu.

Sosialisasi dari Yonif 512, Diyakini mampu Cegah Peredaran Narkotika

Keerom, Papua- Adanya sosialiasi terkait peredaran dan penyalahgunaan
narkotika yang dilakukan oleh pihak Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY
diyakini mampu mencegah adanya peredaran narkotika di daerah perbatasan.
Demikian dikatakan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis, Letkol Inf Taufik
Hidayat melalui sambungan selulernya pada Rabu, 23 Juni 2021.
“Salah satunya ialah melalui pengawasan dengan melibatkan masyarakat,”
ujar Letkol Taufik.
Ia menilai, jika keberadaan narkotika mampu menghasilkan dampak negatif
yang sangat luar biasa, terutama pada generasi penerus.
Senada, Letda Hendri menambahkan jika dalam penyuluhan yang ia lakukan
saat ini, lebih tertuju pada sinergitas antara TNI dan masyarakat di
daerah perbatasan.
Ia menilai, masyarakat memiliki peranan terpenting dalam upaya
pemberantasan narkotika. “Untuk itu, kita ajak masyarakat untuk saling
mengawasi adanya peredaran narkotika di perbatasan,” bebernya.

Adanya Satgas 512 di Perbatasan, Mampu Bangkitkan Semangat Gotong-Royong

Keerom, Papua- Keberadaan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY dinilai mampu menimbulkan dampak positif di masyarakat, salah satunya semangat gotong-royong.
Beberapa lahan kosong yang berada di area Kampung Wambes, seakan bersih seketika ketika Satgas bersama warga mendatangi beberapa lahan kosong di area itu.
“Sasaran karya bakti kita sekarang adalah lapangan sepak bola. Di lapangan itu, mulai ditumbuhi banyak semak belukar,” kata Danpos Wambes, Letda Inf Hendrik Eko Pribadi. Selasa, 22 Juni 2021 pagi.
Bukan hanya semangat gotong-royong, Hendrik menilai karya bakti yang dipimpin oleh dirinya saat ini juga mampu mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat.
“Sebelumnya terlihat kumuh, dan tidak terawat. Tapi, sekarang lapangan sepak bola yang biasa digunakan warga ini sudah berubah penampilan,” ujar Hendrik.

Meski Akhir Pekan, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Antusias Beri Materi Belajar

Keerom, Papua- Komitmen Satgas Yonif Mekanis 512/QY terhadap dunia pendidikan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini terus dibuktikan. Meski akhir pekan, ternyata tak menjadi penghalang bagi Satgas untuk memberikan berbagai materi pelajaran pada anak-anak di Kabupaten Keerom, Papua. Kampung Yabanda, seakan menjadi lokasi prioritas bagi pasukan di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat untuk mencerdaskan anak bangsa. “Sebab, disana banyak anak-anak. Ini kesempatan bagi kami untuk mengasah wawasan anak-anak di daerah perbatasan itu,” kata Taufik. Minggu, 21 Juni 2021 pagi. Beberapa personel, kata dia, sengaja diterjunkan ke lokasi itu. Mereka, telah menyiapkan berbagai materi pelajaran yang nantinya disuguhkan ke anak-anak di Kampung tersebut. “Pendidikan itu prioritas bagi kami. Apalagi sekarang kan pandemi, banyak murid-murid yang terpaksa belajar di rumah,” jelasnya.

Putus Rantai Pandemi, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Bagi-Bagi Masker

Keerom, Papua- Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY bekerja ekstra memutus rantai pandemi di Kabupaten Keerom, Papua.
Upaya itu, merupakan salah satu komitmen dari pihak TNI-AD, khususnya Satgas dalam membantu Pemerintah Daerah setempat menekan laju pertumbuhan pandemi di perbatasan Indonesia-Papua.
Salah satunya dengan cara bagi-bagi masker, sekaligus sosialiasi protokol kesehatan ke masyarakat di Distrik Waris. Jumat, 18 Juni 2021 siang.
“Pembagian masker itu, kali ini ditujukan pada pengguna jalan yang melintas di area Kalipapar,” ujar Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat.
Kesadaran masyarakat, kata Taufik, seakan menjadi modal utama bagi dirinya dalam memutus rantai pandemi di daerah perbatasan.
“Kita ketahui bersama, pandemi ini sudah menelan banyak korban jiwa. Meskipun di perbatasan, masyarakat harus paham pentingnya mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.